Sebagai seseorang yang kesehariannya berkutat dengan internet, saya berusaha mengimplementasikan apa yang menurut saya “bisa disebut” efisiensi waktu. Dari sekian jam saya berkocol di dunia maya, saya berusaha memanfaatkan waktu tersebut untuk sesuatu yang produktif. Yaitu mengais dollar dari internet, tentunya diiringi tekad dan usaha. Perlu disadari tidak ada yang namanya jalan instan menuju kesuksesan, demikan halnya dengan apa yang saya jalani disini. Dan mungkin beberapa orang sudah sanggup hidup dengan mengandalkan

Tulisan yang saya buat ini mungkin akan berasa panjang kalau dilihat sekilas, tapi apa yang saya tawarkan adalah suatu peluang, semua terpulang kepada anda untuk menentukan langkah selanjutnya. Jadi buat yang “belum” memiliki niat untuk belajar tentang apa yang saya tawarkan, silahkan kembali ke halaman utama dan biarkan monyet-monyet lucu yang ada disana menghibur diri anda.


Menangani Keuangan Anda

Selama ini, metode pembayaran yang digunakan di internet sudah semakin banyak jenisnya. Ada metode pembayaran dengan kartu kredit, transfer bank dan bahkan pengiriman cek langsung. Setiap jenis pembayaran ini tentunya memiliki sifat yang spesifik, saya tidak akan membahas semuanya tapi akan memberikan sedikit gambaran tentang apa yang saya gunakan dan alasannya.

Mungkin istilah carding sudah tidak asing lagi di telinga anda. Ini adalah aktifitas penggunaan data kartu kredit milik orang lain tanpa ijin dari sang empunya, bisa dibilang mencuri (walaupun yang dicuri hanya data dan bukan fisik kartu kredit-nya). Hal ini disebabkan data kartu kredit jatuh ke tangan orang yang berniat jahat, dan biasanya mengambil tempat pada transaksi elektronik di internet.

Misalnya untuk login ke situs berkategori “dewasa” akan diminta data kartu kredit dengan alasan verifikasi umur (dengan asumsi tidaklah mungkin anak dibawah umur memiliki kartu kredit). Tapi apa jadinya kalau data kartu kredit tersebut malah jatuh ke tangan orang lain? Belum lagi kalau data tersebut dicuri dengan teknik penyadapapan data, phising dan sebagainya.

Jadi mengirimkan data kartu kredit dalam trafik internet memang mengundang resiko bagi pemiliknya. Untuk itulah maka saya menggunakan agen pembayaran elektronik. Seperti e-Gold, PayPal atau AlertPay (yang terakhir adalah yang saya gunakan). Mungkin penjelasan yang bisa saya jabarkan adalah:

  1. Data kartu kredit yang digunakan sebagai tujuan pembayaran, hanya dikirimkan satu kali saja (ke account e-Gold, PayPal, atau AlertPay).
  2. Untuk pembayaran atas jasa kerja saya, cukup mencantumkan account agen pembayaran saya (account e-Gold, PayPal atau AlertPay) saja. Tidak perlu mengirimkan data kartu kredit ke situs atau pihak lain.
  3. Semua pembayaran jasa saya diarahkan ke account agen pembayaran yang saya gunakan. Jadi saya hanya menggunakan satu account untuk berbagai keperluan, ringkas bukan?
  4. Pada akhirnya, seluruh dana yang tersimpan di dalam account agen pembayaran saya, dapat saya uangkan (cashout) ke rekening tujuan transfer. Dan kalau anda berpikir, apakah ada potongan untuk pihak agen pembayaran ini, anda benar. Memang ada pemotongan untuk hal ini, dan anggap saja itu fee atas jasa mereka.

Dengan begitu data kartu kredit saya tidak dikirimkan sembarangan. Tersimpan aman di account agen pembayaran online saya. Untuk memilih jenis agen pembayaran yang anda gunakan, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Seperti saya, memilih menggunakan AlertPay dikarenakan saya tidak memiliki kartu kredit sebagai syarat verifikasi account (ketetapan e-Gold dan PayPal).

Memulai Aksi

Ada banyak kemungkinan untuk memanfaatkan akses internet anda demi tujuan mengais dollar. Pertama, yang tergolong bersifat pasif. Dan yang kedua, bersifat aktif. Bersifat pasif dapat dilakukan dengan (misalnya) membuat sebuah blog dan menempatkan iklan disitu. Sedangkan bersifat aktif dapat dilakukan dengan (misalnya) mengikuti program PTC (paid-to-click). Saya pribadi memulai dari mengikuti program PTC, karena saya tidak begitu paham seluk beluk dan teknik blogging yang optimal (seperti SEO, PageRank, meningkatkan trafik, dsb). Toh saya pikir, sambil menjalani PTC, saya bisa pelajari tentang teknik-teknin blogging tersebut. Jadi sekarang kita akan memulai dari program PTC terlebih dahulu.

PTC (Paid-to-Click)

Syarat pertama, membuka account AlertPay, silahkan daftar dulu kalau belum punya. Karena nantinya semua pembayaran diarahkan kesitu. Oh ya, satu hal yang perlu diingat, account yang saya maksud adalah berbeda dengan PayPal. Dimana bedanya? AlertPay bisa melakukan pembayaran (cash out) dana anda tanpa mengharuskan anda untuk memiliki kartu kredit! Beneran, verifikasi account bisa menggunakan metode lain, misalnya rekening telepon + foto kopi KTP.

Kalau sudah selesai mendaftarkan diri di AlertPay, silahkan daftar ke situs PTC, saya sudah sediakan 7 daftar dibawah:

Tenang, saya akan jelaskan ini semua. Biar bisa paham maksud dan tujuannya. Secara singkat:

Situs-situs PTC (Paid to Click) adalah situs yang membayar sejumlah dolar kepada anda setiap kali anda mengklik iklan yang ditampilkan di situs mereka. Hal ini adalah mungkin dan sah karena, para pemasang iklan memang membayar situs-situs PTC supaya apa yang mereka tawarkan dilihat oleh orang!

Jadi anda luangkan waktu untuk anda “melihat” iklan yang disediakan, anda kebagian duit! Blum lagi konsep referral, merekomendasi diri anda kepada orang lain untuk ikutan (seperti yang sudah saya lakukan). Satu hal yang jadi perhatian, anda harus punya cukup waktu untuk ikutan disini. Kalau toh emang bisa online 8 jam sehari (anda-anda para penikmat fasilitas kantor) kenapa tidak ikutan?

Sebagai gambaran, situs-situs PTC akan membayar anda 1 sen ($) untuk setiap “click” yang anda lakukan (tarif bisa beragam), satu situs PTC setidaknya menyediakan 10 link iklan per-harinya. Jadi:

  • Sehari anda bisa memperoleh 10sen,
  • Seminggu anda bisa memperoleh 70sen,
  • Sebulan anda bisa memperoleh $3

Dan itu adalah hitung-hitungan untuk satu situs PTC, dengan angka link iklan yang sangat minim (10 link / hari). Bagaimana jika anda ikuti 7 program PTC? Bagaimana kalau sehari anda bisa click 20 link per situs? Do the math.

Blogging

Sekarang, satu strategi yang menurut saya sedikit “pasif” tapi bukan dalam artian “melepas ikan di telaga dan panen kalau sudah besar” adalah memanfaatkan situs pribadi atau secara khusus blog.

Blog sudah mengalami sedikit pergeseran dari makna harafiafnya, web log (disingkat; b-log), yang dulunya cenderung seperti “buku harian online“. Sekarang beralih menjadi media distribusi informasi, yang notabene tidak selalu bersifat personal. Hal ini mungkin karena content blog dapat dikelola dengan mudah, tanpa perlu pengetahuan teknik programming yang mendalam oleh pemiliknya (yang cenderung dialami website pada umumnya). Pemilik blog mulai memanfaatkan space yang tersedia di halamannya untuk menempatkan iklan, dan para pemasang iklan tentunya akan jeli dalam menanggapi kesempatan promosi seperti ini (apalagi jika blog tersebut ramai pengunjung). Dan darimana dollar diraup? Jawabannya adalah, dari setiap click yang dilakukan pengunjung terhadap iklan yang kita tempatkan. Inilah kenapa saya anggap pendekatan ini terbilang “pasif” karena pemilik blog hanya bisa berharap iklan yang ditempatkan cukup menarik minat pengunjung untuk meng-click-nya.

Selain menempatkan iklan, justru ada metode pemasaran yang lebih “aktif” lagi, yaitu PTP (Paid-to-Post). Dimana blogger mempromosikan suatu produk dalam entry blognya, dan memperoleh fee atas “jasa” tersebut. Jadi pemasang iklan tidak lagi membayar buat space iklan tetapi langsung membayar blogger yang me-review produk mereka. Ini merupakan suatu strategi pemasaran yang lebih efektif dibandingkan iklan, karena pengunjung tentunya mengunjungi suatu blog untuk membaca isinya (ketimbang meng-click) iklannya.

Tentunya tidak gampang untuk memperoleh kesempatan tersebut, ada kriteria yang menjadi “nilai jual” blog tersebut untuk dapat memperoleh “pekerjaan” seperti itu. Seperti PageRank, trafik, umur blog dsb. Walaupun ada saja penyedia kesempatan yang mau memberikan “pekerjaan” tanpa memperhatikan kriteria seperti itu. Nah, oleh karena itu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum bisa mengais dollar dengan cara yang satu ini. Perlu dipelajari lebih lanjut tentang meningkatkan SEO, bagaimana mendongkrak trafik, dan lain sebagainya.

Penutup

Penjelasan saya mungkin masih kurang detil, kurang jelas dan sebagainya. Mohon maaf atas kekurangan tersebut, tapi memang untuk membahas internet income tidak bisa sesingkat menjelaskan kepada anak kecil darimana datangnya adek bayi. Tetap tongkrongin blog ini, untuk melihat kalau-kalau saya memperoleh tips yang bisa saya bagikan kepada anda. Dan jangan enggan untuk bertanya, karena malu bertanya..jalan-jalan lah

:hihi:

Ref: DuitDuniaMaya