#berkatngeblog Kembali ke Aceh
Minggu lalu, tepatnya tanggal 1 Nopember 2011, sebuah kesempatan untuk kembali ke kota kelahiran kudapat #berkatngeblog.
Agendanya adalah untuk mengisi acara Launching Telkomsel Broadband City Lhokseumawe. Berangkat bareng Pak Eko Purwanto (Pendiri Webmedia Training Center) sebagai pasangan duet, kami menempuh perjalanan yang berdurasi 6 jam – kurang lebih minta maaf.
Kebetulan aku diminta untuk menyampaikan materi tentang manfaat blog, dan kenapa harus ngeblog. Jujur saja, hashtag #berkatngeblog yang beberapa hari sebelumnya mewarnai timeline (bertepatan dengan Hari Blog Nasional, 27 Oktober) adalah contoh konkrit yang bisa dipaparkan ke para hadirin. Langsung saja beberapa tweet yang gentayangan aku comot dari beberapa akun twitter teman-teman di luar sana. Semoga tidak dituntut untuk embel-embel royalti yah

Ini adalah slide presentasiku (sebenarnya sih, bukan slide). Kira-kira cocok, boleh diadopsi – creative common rights applied, tentunya.
Kenapa perjalanan ini bisa begitu istimewa buatku, barangkali bisa dibaca di postinganku yang ini: #berkatngeblog – Kembali ke Aceh.
Lhokseumawe Broadband City Ke-40 Telkomsel
Peresmian broadband city tersebut, dikatakan, sebagai upaya Telkomsel dalam menggelar high performance network, khususnya mobile broadband secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas jaringan (kini mengadopsi teknologi HSPA+) guna menghadirkan kenyamanan akses layanan data bagi masyarakat di Lhokseumawe. Dan tentu saja sebagai blogger, kebutuhan akan internet adalah sesuatu yang penting (kalau gak pakai internet, jadinya buku diary dong aw).
Dan aku pribadi berharap besar, agar teman-teman yang kemarin berjumpa di perhelatan tersebut, benar-benar (mencoba) melakukan apa yang sudah ditanya-tanya ke kami para narasumber/pemateri. Sudah ada beberapa yang ngerti monetasi blog – walau salah kaprah lalu digapok Paman Gugel. Dan beberapa malah sudah “berhenti” ngeblog karena pupus semangat. Buat yang ngeluh kalau ngeblog itu “ribet” sudah kutantang lewat tulisan di tumblr (di atas), yang aku posting via gadget yang teknologinya mentok di koneksi EDGE.
Yah, sekiranya pun yang jadi kendala adalah koneksi, sepertinya dengan apa yang sudah kusaksikan sendiri. Di Lhokseumawe masih lebih gampang nyari akses internet yang-manusiawi ketimbang di kota Medan ini
*sehari ini sudah 3 kali pindah titik buat nyari hotspot*

