e-KTP dan Mesin Fotokopi

Sore tadi, beberapa akun di Twitter memaparkan fakta tentang e-KTP, yang aku pun baru tahu. Aku coba cari-cari info, berusaha melakukan pemeriksaan atas keabsahan informasi tersebut (berhubung ada sebut-sebut surat edaran Menteri).

Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap”

Begitulah kutipan dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP.

e-ktp

e-KTP

Fotokopi dapat merusak e-KTP

Singkatnya, e-KTP tidak dapat diperlakukan sebagaimana KTP versi sebelum-sebelumnya. Kalau mau difotokopi, sebaiknya jangan terlalu sering. Dan juga jangan di-hekter, karena jika area tertentu sampai bolong, maka chip akan rusak. Bagaimana jika sebuah urusan administrasi mengharuskan prosedur fotokopi dan atau penyertaan validasi identitas? Seperti yang tertera di kutipan surat edaran di atas, cukup dicatat  “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap”. Sudah itu, saja. Tidak terlalu tangguh, ya ternyata. Kebayang gak gimana kalau e-KTP ini jadi diberlakukan seumur hidup, tapi daya tahannya tidak dapat diandalkan? Ada kutipan begini sih dari detikNews:

Bagaimana dengan e-KTP yang rusak? Ternyata, menurut Mendagri Gamawan Fauzi bisa diganti langsung di kecamatan. “Ya bisa diganti lagi, dan gratis,” jawabnya.

Oke sip, beneran gratis, ya Pak?


Update 7 Mei 2013:

Ternyata, e-KTP yang sekarang ini (seperti yang di gambar) bukanlah e-KTP yang chip-nya bisa rusak kalau difotokopi. Kenapa? Karena e-KTP yang sekarang ini, “bukan lah E-KTP dengan chip“. Lha, jadi?

  • Yang jadi masalah itu, karena ga semua instansi punya readernya. bahkan pada fisik tanda tangan kita pun ga ada, gimana kalau berurusan sama bank.. ini kesannya belum siap tapi dipaksakan siap,

    • Ya, itu kurasa kenapa diedarkan surat sama pak Mentri, biar siap-siap semua instansi :p

  • Helda

    Iya, beneran gratis ya, Pak? ;))
    Btw, ngemong-ngemong, Bang. Ngga ada lagi pilihan komentar dengan nyantumin web nih? -.-

    • Err.. iya, mode terbaru dari Disqus emang sudah gak bisa lagi pakai yang begituan.
      Bikin lah profile pulaknya.

  • ura

    Memang bahannya beda kaya ATM atau CC ya? chip sebelah mananya sih? Kaya SIM card gitu kah? Aneh-aneh aja, kirain aku e-ktp ga akan dalam bentuk fisik :D

    • Chip-nya gak seperti smart-chip di CC, Ra. Jangan-jangan, belum punya ya?
      Sebenarnya bendanya udah siap sih untuk penggunaan efektif (tinggal gesek, gitu), tapi ya .. pintu-pintu dan loket-loket administrasi belum semua siap dengan alat gesek :))

  • Citra Garment

    wah , makasih yah informasinyo :) nggak boleh sering sering motocopy’in KTP nih :)