Hari Pertama dimulai dengan perjalanan menuju Pesta Danau Toba 2009, yang hasilnya tidak mengecewakan. Walaupun tiba di Parapat lebih lama dari yang diperkirakan, tapi secara teori kami tidak terlambat sama sekali karena jadwal acara Pembukaan Pesta Danau Toba 2009 mengalami pengunduran.
Acara Pembukaan Pesta Danau Toba 2009
Acara Pembukaan ini adalah saat yang kami tunggu-tunggu, karena disini kami berkesempatan untuk melihat banyak hal, terutama:
- Parade Kontingen Kabupaten/Kota
- Persembahan Kesenian Budaya Tari dan Musik
- Stand UKM/UMKM Sumatera Utara
Ada dua hal yang membuatku sedikit tersentuh kala acara pembukaan berlangsung, pertama adalah ketika menyaksikan kehadiran Kontingen dari Sumatera Selatan dan yang kedua adalah ketika menyaksikan Reog Ponorogo.
Memang Kontingan dari Sumatera Selatan diisi oleh banyak cewe dengan penampilan glamour (mengutip kata si kawan), tapi bukan itu yang jadi fokusku. Aku kagum, karena mereka bukan orang Sumatera Utara, tapi punya kepedulian untuk memeriahkan acara Pesta Danau Toba. Disaat yang lain tak mau tahu, atau malah tak menganggap potensi Pesta Danau Toba, mereka malah mendukung acara yang sangat potensial untuk mengangkat kembali wajah pariwisata Sumatera Utara. Walaupun berpenampilan casual (bermodal jeans, T-Shirt hitam, plus kacamata hitam) tapi prosesi mereka bukan asal-asalan juga, karena disaat kebanyakan kontingen lain berparade dengan melenggang begitu saja – mereka menyempatkan untuk menyuguhkan sebuah tarian tradisional mereka yang benar-benar bagus menurutku (tak tahu pulak aku namanya; grogi mau nanya-nanya ke cewe-cewe itu, ngeri kali pulaknya suara arus bawah si kawan bah!)

Ketika aku menyaksikan persembahan aksi Reog Ponorogo dari perwakilan kontingan Deli Serdang, aku yang baru kali pertama melihatnya merasa ada gejolak di dada.
Ini yang mau di klaim sama jiran kita!?
Sebuah kesenian yang tidak berhenti pada tujuan “menghibur” menurutku, apalagi Azizah tahu tentang ceritanya. Mataku sampai berkaca-kaca ketika menyaksikan mereka menyuguhkan aksi tersebut (cuma alasan lah awak waktu di tanya Azizah, kubilang lah kecapekan mataku karena bawa motor).
Nah, ada satu hal yang menurutku perlu ditambahkan dalam acara-acara serupa. Karena tujuannya adalah untuk menjual objek pariwisata ke orang lain, berarti kalau ada persembahan kesenian budaya tradisional – ya mbok dikasih narasi atau prolog tentang apa yang dipersembahkan. Jadi orang bisa ngerti cerita atau arti dari performance yang berlangsung. Aku masih mending punya Azizah dan Ndro buat jadi interpreter, nah 4 orang bule yang duduk di depan kami.. nggak ngerti dan cuma jepret-jepret aja lah jadinya.
Persembahan budaya batak yang bisa membuat kami bergoyang, adalah ketika Gondang Batak dipertontonkan. Ada bebeberapa penampilan, termasuk permainan hasapi dan serunai yang dibawakan oleh beberapa kelompok orang dewasa. Asli mantap!
Pameran UKM/UMKM Sumatera Utara
Setelah acara pembukaan selesai, kami pun melangkahkan kaki ke Convention Hall untuk mengunjungi stand UKM/UMKM Sumatera Utara. Basi? Oo.. jangan salah, kalau kita datang sebagai konsumen memang yang ditawarkan bukanlah gadget fantastis – tapi kalau kita datang sebagai investor, baru beda ceritanya!

Sebagai investor?
Yup, udah bosan aku dengan paradigma “pariwisata harus dimotori pemerintah”
Gak usah lah lagi kita nunjuk-nunjuk, porsi siapa sebenarnya promosi potensi wisata Danau Toba, kalau kita bisa.. kerjakan aja lah. Gak usah lagi pegang konsep “jelas, gak!?” (kalau gak jelas budget-nya, gak dikerjakan). Ya aku dan beberapa teman, lebih prefer untuk berbuat aja dulu. Ya kalau ada keuntungan finansial yang nanti diperoleh, sukur. Kalau pun gak dapat keuntungan finansial, pastinya kami sudah membantu kegiatan promosi Danau Toba dan Sumatera Utara.. itu sedikit lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa, toh?
Disana kami berkesempatan untuk bertemu dengan 2 orang dari Toba Photographer Club dan Ibu Tan dari Tan Collection, mereka ini adalah orang-orang yang juga memiliki itikad baik dalam memajukan potensi pariwisata dan perekonomian rakyat Sumatera Utara. Para anggota TPC sudah sering berkarya melalui lensa kamera mereka, dan Ibu Tan memiliki jaringan UKM serta kerap menjadi motivator buat anak-anak muda supaya mau berkarya. Jadi.. dimana peran kita?
Komentar
29 Komentar to “Hari Pertama di Pesta Danau Toba 2009”Ping-balik
Apa pendapat yang lain tentang tulisan ini..-
[...] Liputan Hari Pertama Pesta Danau Toba 2009 Posting Terkait:Hari Pertama di Pesta Danau Toba 2009 Hari Pertama dimulai dengan perjalanan menuju Pesta Danau Toba 2009,…Selamat Idul Fitri 1430H Berhubung masih dalam suasana lebaran, saya mau menyampaikan Selamat Idul…Memaknai Pesta Blogger Medan 2009, Cihuy! Dimulai dari miskomunikasi tentang tempat pelaksanaan, yang semula di USU, terus…Sidikalang Road Trip Senin kemarin, anakmudanya road-trip lagi. Kali ini perjalanan kita menuju… [...]
-
[...] cuaca cerah, jalanan kering.. kombinasi optimal buat motor pawang hujan ku). Berbeda dengan perjalanan di hari pertama, yang kami tempuh dengan sangat lamban karena gelapnya malam dan rintik hujan yang membasahi [...]
-
[...] secara umum mengambil tempat di kota wisata Parapat. Rangkaian acara Pesta Danau Toba 2009 meliputi acara pembukaan di hari pertama disusul dengan beragam pameran dan festival budaya dan pada hari kelima akan [...]
-
[...] setelah kami berkesempatan untuk bertanya jawab langsung dengan penjaga stand Pemkab Samosir di Pameran UKM dan Seni Budaya Pesta Danau Toba 2009. Berkat bantuannya kami jadi punya modal brosur plus peta untuk melacak [...]
-
[...] Acara pembukaan PDT 2009 berlangsung sangat memukau (penilaian pribadiku). Bukan karena melihat kontingen Kota Siantar yang bening-bening *kenapa? apa karena aku penyuka sesama? hehehehe bukan karena itu lagi, namun lebih kepada karena aku udah unavailable/dah ada yang punya. Tetapi karena acara Pesta Danau Toba tahun ini lebih mengutamakan pagelaran kebudayaan dan tradisional. Namun Kontingen Siantar yang bening-bening tetap membuat riuh para penonton pastinya (terlebih lagi bang nich). [...]


















wow artikel yang sangat menarik
terima kasih atas infonya’
o iya bisa dilinkkan juga ni di bloggersumut.net untuk meluaskan lagi khasanah kita tentang sumatera utara
Banyak yang bening2x pasti disana ya bang..??
ho oh

omak, ada yang berkaca-kaca ternyata

gara2 reog atau gara2 kacamata bos?
selow lah, Ndro..
kalian pun tak berhasil njepret kontingen kaca mata itu..
knp lah poto dari kontingen siantar itu kw poto ??
curiga awak…
pulaknya kau ngaku-ngaku orang Siantar tapi tak pernah jelas kutengok kau kenalkan aku sama yang bening-bening

alah mak… cakep2 kali cewek2nya…
nyesal kemaren diajak ga mau
ada yg beneing2 lagi ga bro….?
wakakaka.. gak jatahku kalau yang bening-bening, Lae.. selalu aja ketinggalan

beritanya menarik sekali..
wah..ada reog ponorogo pula..kayaknya seru ya pestanya.
ho oh.. seru kali pun, tahu sendiri lah kau c’mana awak ni kalau ngelihat yang berkualitas
mantab wak, eh dah ko catat no HP cewek2 yang ada difoto itu ..
aduh, tak kusangka ada kesempatan buat catat-catat nomor telepon (atau email), jadi tak kubawa pulpen sama kertas..

gak mungkin nulis di jidat kan, bro?
mantap kali liputannya lae..

trus juga pesan2 dari tulisan ini…
aturan lae ikut juga lah, biar lebih rame kita..
Itu yang kontingen asal Pematangsiantar, ada nomor kontaknya gak bang? Cakep-cakep sih..
sabtu kemaren qta baru ngadain kegiatan bersih danau toba…
lupa aq ngajak kalian…
lumayan tenaga kalian…
pesta danau toba rame sekali ya
meriah
benar, saya juga melihatnya seperti itu.. ramee!
Wow…
Reyog Ponorogo di Medan…
Salam sejahtera kepada seluruh warga Ponorogo di sana…
Kepada penulis, sebuah inovasi untuk perkembangan Reyog lebih atraktif.
Salam kenal dari Bumi Ponorogo.
Dengar2 PDT yg tahun 2010 makin sepi aja ya?? Kangen ma kampung halaman, sudah hampir 5 tahun belum pulang
berhubung tahun ini kita nimbrung di Pesta Blogger, jadi tidak berkesempatan secara langsung untuk melongok ke PDT 2010 :p
dengar-dengar sih, justru tahun ini ramai betul pengunjung yang datang. Ada teman sampai harus nginap di Siantar tuh kemarin.