Ini adalah kelanjutan dari berita tentang Road Trip Tangkahan dan Bukit Lawang 2010.
Menggetek
Rutinitas harian kami diwarnai dengan aksi menggetek
(wakakakak, gak tahu aku mau kasih nama apa).
Getek itu seperti rakit dengan tambahan mekanisme sederhana, yang kami gunakan untuk menyeberangi sungai. Karena penginapannya berada di sisi hutan yang berbeda dengan kantor CDOC, dan terpisah oleh sungai. Maka setiap kali kami harus turun kerja, prosesi menggetek pun dijalankan.
Sebenarnya sungai yang memisahkan penginapan dengan jalan utama, tidak terlalu besar atau pun dalam. Tapi kalau sudah turun hujan besar, dan permukaan sungai meningkat. Jangankan orang, getek-nya pun bisa hanyut (pengalaman berkali-kali kata meraka yang disana)

Karena sudah cukup sering menyeberang, kami pun dibebaskan untuk mengoperasikan geteknya secara swalayan (artinya gak pakai jasa juru getek profesional yang mencari nafkah disitu). Apalagi orang yang tidak tampak wajahnya pada gambar di bawah ini. Beliau sudah sempat malahan jadi juru getek sementara yang dengan sukarela menyeberangkan penduduk setempat..
Gajah di Tangkahan
Dan yang selama ini kami kejar-kejar, akhirnya tercapai juga. Panggilan jiwa untuk bisa melihat Gajah di Tangkahan, terpenuhi sudah.
Di Tangkahan ada sebuah tempat dimana pengunjung berkesempatan untuk melihat, atau terlibat dalam aktifitas sekelompok gajah yang sudah dipelihara. Selain melakukan prosesi “memandikan gajah” ada juga tracking ke dalam hutan naik gajah, dan lain-lain. Sebenarnya sih niat ku buat ikutan memandikan gajah-gajah itu sudah tak terbendung lagi, tapi melihat banyaknya pengunjung waktu itu (ditambah partai GOCI yang datangnya rada telat), yah sudah cukuplah bisa ngelihat, cekikikan, dan towel-towel dikit.
Sukur gajah-gajah disana sangat bersahabat dengan para pengunjung.. “Lip, copot! Copot, Lip!”
Mandi di Sungai
Berhubung sudah capek main-main sama gajah, ditambah cuaca cukup terik. Maka kegiatan yang paling tepat untuk menyegarkan badan adalah mandi di sungai. Tapi jangan mandi di daerah pemandian gajah dong, kita telusuri sungai ke arah hulu. Dan ketemu lah tempat seperti ini..
Suasananya asri. Di sepanjang pinggir sungai banyak pohon yang tumbuh rindang, yang membuat teriknya matahari berhenti sampai di pucuk pohon saja. Dan airnya tidak terlalu keruh walaupun malam sebelumnya baru turun hujan, mengenai tingkat kesegarannya: super segarRrr!
Maaf kalau dokumentasi di areal ini tidak dipublikasi secara keseluruhan, tapi kami menemukan bukti baru tentang proses evolusi manusia. Cukupkan diri kalian dengan apa yang ada, itu aja dulu.
:: Lanjut ke berita berikutnya ::
Road-Trip Bukit Lawang






























Pingback: Road Trip Tangkahan dan Bukit Lawang 2010 - Nich bukan nik atau nih
Pingback: Road Trip Bukit Lawan 2010 - Nich bukan nik atau nih