Sepandai-pandainya tupai melompat, kadang jatuh juga.
Pepatah tersebut ternyata tidak hanya berlaku untuk menyatakan porsi sesuatu yang “baik” selalu lebih besar dari porsi sesuatu yang berlawanan. Aku pun bisa pakai pepatah itu; sebagai seseorang yang kerap gagal dalam kontes blog seperti yang punya Pocari itu, akhirnya tiba juga saat dimana aku bisa menang undian

Barangkali buat sekelompok orang, hadiah ini tidak seberapa. Buat beberapa orang, ini berarti “gak perlu lagi ke Ong buat ngopi, sampai kopi hadiah habis..”
Tapi buat aku, ya ini pembuktian, bahwa kalau sekali-dua-kali belum dapat, barangkali memang perlu empat-belas-kali buat mencoba.
Kopi Tiam Ong
ini adalah sebuah warung kopi yang berada di Jalan Dr. Mansyur (dekat USU). Tempat nongkrong langganan anakmudanya, bahkan sudah seperti kantor kedua. Karena kadang kalau sudah duduk-kerja disitu, lamanya bisa mengimbangi jam kerja orang kantoran.
Aku sebenarnya punya kebiasaan “kalau sudah sekali disitu, susah cari alasan untuk pindah” jadi ya gak punya keluhan dengan venue yang satu ini (Kopi Tiam Ong). Buat yang belum pernah, dan pengen ngerasain suasana ngopi atau nge-teh ditemani iringan musik keroncong dan interior yang berkesan “antik”, sepertinya Kopi Tiam Ong patut dicoba.
Jadi ceritanya, pada suatu hari di bulan yang lalu, aku ikut dalam sebuah undian yang diadakan oleh pengelola warung kopi ini. Caranya cukup sederhana, pengunjung menyerahkan kartu nama untuk disertakan dalam proses pengundian. Itu juga kalau punya kartu nama yah, soalnya gak boleh nyerahin KTP (atau fotokopiannya)

Ya kalau beruntung, pasti ditelepon dan disuruh datang buat mengambil hadiahnya. Bebas pajak pemenang lagi!
Buat yang penasaran dengan kualitas, silahkan lihat halaman ini (kopi bubuk kopitiam ONG). Kebetulan disitu pas gambarnya dengan biji kopi Takengon yang saya pilih.
Komentar
31 Komentar to “Jarang-jarang Menang Undian”Ping-balik
Apa pendapat yang lain tentang tulisan ini..-
[...] masih terinspirasi dengan konsistensi para temen temen dari komunitas bloggersumut.net seperti Nich yang baru menang undian dari kantor keduanya.. mantap..!, Adieska yang baru saja memutuskan fokus [...]
























Bisa dianggap ‘reward’ juga karena Abang pelanggan PALING setia di Ong. Ga ada duanya. :P Anyway busway on the way, kartu nama ituh penting yah.

kalau dibilang “gak ada duanya” enggak juga, Hel.. soalnya udah ada yang ngerebut Mayorship disitu
setiap pertemuan di Tiam Ong, menunjukkan ciri khas “kapten” kedua Blogger SUMUT. hihihi. jika ingin mengubah kondisi ini, sila bentuk BS Perjuangan.
wakakaka.. abangda, kalau obrolan meja kecil jangan dinaikkan ke skala internasional

(eh, iya kan, blog skala dunia toh?)
eh kopinya bisa kurangi kantuk gak bang :D kalo bisa pasti mantab tuh… tapi keknya mahal yah :P *koq jadi bahas kopinya hahahaha
yang jelas selamat bang, karena abang udah jadi pelanggan setiap disana jadinya menang dah :D
*kapan aku bisa menang kompetisi
kalau abang di-’menang’-kan karena sudah sering nongkrong disitu.. berkurang lah kebahagiaanku

(pengennya menang undian.. getting lucky, gitu)
selamat ya akhirnya bisa menang juga
makin semangat ikutan kontes lagi nih :D
sayang Om, kontes SEO gak pakai undian

Wah congratz lae… Mudah2an undian2 berikutnya lebih sering dimenangin :D
kalau di Kopi Tiam yang sore tadi kita tongkrongi, kurasa hadiahnya alat tulis dari Pajus ya, Lae

Wah.. gak sia-sia jadi konsumen yang setia. Mantap.. lanjutkan loyalitasnya mas. :D
makasih buat dukungannya, mas
(macam betul aja ah, ‘loyalitas’)
congrats… eke uda duluan menang kemaren. kopi takengonnya uwoooohhh… slurpeeeee
gan, situ masaknya gimana?
koq ini gak sama dengan yang biasa di Ong ya rasa kopiku?
LOL, abang belom mandi wajib makanya beda rasanya…
Cara Membuat Kopi adalah:
1. Panasin air di panci kecil trus kopinya ikutan dimasukin kedalam. Jadi sambil merebus sambil buat kopi (mirip buat indomie).
2. Kalau sekiranya kopi sudah ngeblend (ne bahasa sok gaulnya nande) matikan kompornya trus kopinya di seduh di dalam cangkir berinisial “Y” (seengganya contoh ini tetap menunjukan betapa cintanya N ke Y).
3. Tambahkan sedikit gula dan aduk sampai rata.
Sekian dan terima kasih.
Kenapa kopi rasanya tetap beda dengan ong? ya eyalah… ong kan pakai kopi sidikalang, yg kita minta kopi takengon… oalahhhh :p
wah baru tau saya merk Kopi nya…thx y gan Info nya…
salam kenal
kucoba main ah ke daerah sana mang benar2 enak gan tempatnya ?
thx y Infonya salam kenal
kalau masalah ‘enak’ itu kan masalah selera..
nah mengenai tempatnya, ini emang beda lah suasananya dengan warung kopi kebanyakan.
bagi kopi nya dong bang
buat nemani belajar tengah malam ya?
)
(lirik buku soal yang masih ‘cantik’
pepatahnya bagus tapi kayaknya ga nyambung deh dengan kemenangan undian… mungkin yang jatuh yang punya undiannya ya?
ya maksudnya.. gak selalu “melompat” itu ditujukan untuk segala sesuatu yang baik, boleh juga dong “melompat” = “tidak pernah menang”
#bingung #pegangan
Selamat mas moga hobby ngopi sepanjang masa
yang mana di Medan Fair ya? aku tahunya Killiney atau Bengawan Solo aja

Selamat yah bang, ga sia-sia Kopi Ong ini abang sebut terus di Twitter dan jadi markas abang secara ga langsung..
Salam Piss Lov en Gaul Bang
abang lihat, mereka juga punya blog lho..
dan semoga semua pengusaha/pemilik venue di Medan mulai aware, bagaimana brand mereka bisa dikenal dengan memanfaatkan media internet
Sebagai “founder” dan mayor pertama disana, saya ucapkan, selamat kepada Saudara Nich, semoga hadiahnya bermanfaat, dan semakin meningkatkan gairah Saudara untuk berbagi.
Salam ganteng,
Putra
:D
eh, Lae mayor pertama?

suwer, gak aku yang nyamber mayorship-nya ya Lae
tentunya jadi semangat lah kalau udah dapat hadiah. diaminkan harapannya, Lae :)
Waauuuw! kopiiii saya mauuu!