Menuju Pesta Danau Toba 2009

Waaa, anakmudanya sekarang sudah berada di Laguboti (tepatnya di Kampus Politeknik Informatika Del) online dari kamar sang pemandu Toba, sehubungan dengan acara Pesta Danau Toba (PDT) 2009
:sip:

Kalau pada hari-hari sebelum melakukan road-trip, biasanya aku ngasih cerita mau pergi kemana sama siapa, berbuat apa.. tapi untuk yang satu ini memang kasus berbeda, karena kemarin itu aku sudah tak sempat lagi buat nulis postingan di blog ini. Serangkaian kesibukan datang bertubi-tubi, sehingga gak sempat ngupdate blog ini buat ngasih petunjuk tentang rencana perjalanan (sekalian mohon dukungan semangat dan doa)
:hihi:

Rencana perjalanan menuju Pesta Danau Toba 2009 ini sebenarnya sudah kami perbincangkan sejak aku pulang dari perjalanan dengan Tim LEA sebelumnya. Waktu Tim LEA aku ajak jalan-jalan singkat di Parapat, aku lihat lah spanduk ini, tentang PDT yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-11 Oktober 2009. Langsung aja otak ku merekam dan bikin reminder buat membicarakan ini dengan partai hura-hura di Medan, dan respon dari teman-temanku; mamat, ndro dan pieps memang sangat positif. Berhubung ada banyak orang berbincang dengan antusiasme besar, jadi lah perjalanan ini mendapat prioritas utama ku.

Walaupun harus ngejar tayang (baca: setting LAN) warnet Pieps dibawah kucuran hujan, kedinginan sepanjang malam, menjalani gladi resik perjalanan (bocor ban, kehujanan) dan bermodal tidur kurang dari tiga-jam. Perjalanan pun kami eksekusi sesuai rencana pada tanggal 7 Oktober 2009 pukul 05.13 WIB.

Bermodal motor pawang hujan dan motor Pieps, kami berempat (mamat, Ndro, Nich dan Pieps) pun menempuh perjalanan darat Medan – Parapat via Pematangsiantar. Sebuah perjalanan yang:

  • Merupakan pengalaman pertama buat kami semua (Ndro pernahnya sih Laguboti – Medan naik motor SSL)
  • Menuntut konsentrasi tinggi, sedikit bicara dan minim tawa; soalnya jalanan kan kotor, kalau ngakak bareng yang ada malah makan debu dan asap kendaraan.
  • Bikin jantung degab-degub, bukan karena kami takut akan keselamatan kami.. tapi takut ada razia Polisi berhubung plat nomor Pieps copot ntah dimana!

:ngakak:

Ndro dan Pieps sabar menunggu proses tambal ban selesai

Ndro dan Pieps sabar menunggu proses tambal ban selesai

Pematangsiantar sebenarnya target pemberhentian pertama yang ditunggu-tunggu. Tapi kami terpaksa melakukan pemberhentian di Tebing Tinggi karena terpaksa, dan kami kategorikan sebagai azab; karena ban motor pieps bocor. Susah benar emang kalau bocor di pagi hari, banyak tukang tambal ban masih memilih untuk tidur ketimbang memulai usahanya. Disini lah pepatah rezeki dipatok ayam itu berlaku, karena jadinya kami nambal ban sama tukang tambal ban yang keliling naik becak dayung. Kusampaikan terimakasih buat Pak Polisi di persimpangan (sohib kental si mamat) yang udah ngasih saran.

Di Pematangsiantar, kami berhenti buat sarapan. Dimana lagi yang murah-meriah-enak kalau bukan pangsit di simpang empat. Pesanan empat porsi mie pangsit ditambah satu porsi pangsit kosong adalah sebuah sukses besar buat kami. Enak kali lah memang, habis berkendara dalam cuaca dingin dan menerpa angin selama berjam-jam, dapat asupan makanan hangat berkuah..

Santapan hangat, sarapan yang tepat!

Santapan hangat, sarapan yang tepat!

Dengan perut dan tanki motor penuh, perjalan pun kami lanjutkan menyusuri hutan pinus yang segar. Kurasa semua yang pernah jalan darat ke Parapat bisa ingat tikungan pertama dimana kita mendapat pemandangan Danau Toba.. indahnya!
:love:

Kami tiba di Parapat pukul 10 lewat (atau nyaris pukul 11.00 WIB). Sedikit was-was karena menurut jadwal acara, Pembukaan Pesta Danau Toba 2009 seyogyanya dimulai pada pukul 09.00 WIB dan kami punya banyak target di acara pembukaan tersebut. Tapi ternyata oh ternyata, jadwalnya berubah. Berkat info dan layanan dari panitia Pesta Danau Toba 2009 (makasih Lae Royman Simamora) kami pun berkesempatan buat ngaso dan membersihkan diri di Sekretariat Pesta Danau Toba 2009 – Mess Kesehatan Parapat. Di sekretariat itu kami sempat berinteraksi banyak dengan Lae Simamora yang menjabat sebagai seksi Publikasi dan Dokumentasi, serta berdiskusi kental tentang pemanfaatan media web sebagai sarana promosi (seperti yang sudah dilakukan panitia melalui situs resmi Pesta Danau Toba) dan peranan kami dari BloggerSUMUT yang memiliki visi “Menduniakan Sumatera Utara

Kalau kita membicarakan Pariwisata dan Daerah Toba, siapa lagi dedengkot yang wajib masuk hitungan kalau bukan Azizah. Wekekek.. kesampaian juga ketemuan dengan ibu PNS yang satu ini.

Azizah, Pieps, Nich dan Ndro ngaso di Sekretariat PDT

Azizah, Pieps, Nich dan Ndro ngaso di Sekretariat PDT

Baca juga: