Kenapa Tidak Pakai .web.id
Sebelum saya mengajukan sebuah pertanyaan “kenapa”, biarlah saya coba ceritakan dulu “kenapa saya tidak menggunakan domain .id”
Sejak 2 tahun lalu, saya sudah menjadi blogger profesional, yang artinya saya nyari makan lewat blog. Dan alasan kenapa saya tidak menggunakan domain ID ya, karena belum begitu bagus persaingan di halaman pencariannya.
Kurang lebih begitu lah kalimat pembuka yang aku ucapkan pada saat mengajukan pertanyaan di salah satu sesi seminar internet yang diselenggarakan oleh APJII. Entah apa dasar pertimbangan para narasumber, respon yang diberi justru bikin mukaku jadi cemberut.
Setelah dipikir, emang aku juga sih yang salah: ngasih statement ngatung.
Kita paparkan dulu, kenapa waktu itu aku tidak pakai .web.id untuk nyari makan lewat blog.
3 tahun lalu, main AdSense pakai blog yang berbahasa Indonesia itu sama aja gak makan (kecuali trafik fantastis dan pakai jurus seperti; language=en). Mendingan bikin blog dengan pangsa US, walau trafik kecil tapi konversi klik lebih masuk akal.
2 tahun lalu, di Indonesia belum ada broker iklan lokal yang sehebat IBN. Paid-to-Review adalah sumber pendapatan yang jauh lebih mengenyangkan ketimbang PPC, dan waktu itu cara yang memiliki peluang lebih besar adalah membangun website/blog yang berbahasa Inggris dengan pangsa pasar US.
Ya, Google dari dulu sudah menerapkan konsep dimana SERP menampilkan hasil yang relevan dengan berbagai faktor pencarian, termasuk lokasi pencari. Jadi, kalau pasang target orang Amrik, masa’ iya pakai domain .web.id

Tapi itu ya dulu. Sekarang Google AdSense sudah tersedia untuk bahasa Indonesia. IBN juga ngasih job paid review harga premium (untuk blog dengan kriteria tertentu). Sekarang sudah enak lah zaman kalian, nak

Yang gak enak itu, kalau memperkenalkan diri sebagai blogger, eh langsung digambarkan sebagai online publisher. Padahal gak semua blogger itu jualan, lho Om. Dan gak semua blogger juga ngurusin SEO, dan gak semua yang ngurusin SEO menghalalkan segala cara. Dan.. Dan.. Dan.. (sukur-sukur gak langsung dicap #horangkayah lalu diminta traktirin)
