Aksi Pong Harjatmo

Celoteh 11 Komentar »

Beberapa minggu belakangan ini, selama di Jakarta, memang anakmudanya jarang update blog dan lebih sering berkutat di tumblr atau twitter, dan sok-sok eksis di foursquare. Tapi hari ini aku tergelitik juga dengan teriakan massa di timeline Twitter yang menuntut agar Keong Racun diturunkan dari daftar TT dan digantikan dengan #PongHarjatmo

.

coretan-pong-harjatmo

Coretan Pong Hardjatmo di atap Gedung MPR RI

Walaupun aku gak punya data reaksi seluruh rakyat Indonesia atas aksi Oom Pong ini (jangan salah baca, ya); tapi dari semua respon yang terbaca oleh ku, cuma dua orang yang memberikan komentar miring terhadap aksi artis gaek yang satu itu. Yah, anakmudanya gak berusaha untuk berspekulasi tentang motivasi beliau. Toh dari pernyataannya sudah jelas bahwa dia melakukan aksi coret-coret atap gedung MPR/DPR untuk mengekspresikan kekecewaannya terhadap kinerja para wakil rakyat dan pemerintah yang dirasa lamban terkait kasus Century, tabung gas, dan malah masih suka membolos. Dari penilaian pribadi, kurasa cara ini cukup bisa kuterima. Karena aksi yang dilakukan tidak anarkis (apalagi vandalis – minim kerugian materil toh?), lalu buzz yang muncul juga berasal dari perhatian anak-anak negri sendiri (makasih  buat twitter dan jejaring sosial yang menambah jendela informasi). Kalau ada anggota MPR yang merasa cara ini kurang tepat, yah anggaplah ini ibarat ngajari anak kecil dengan cara menjewer telinganya untuk memberi tahu bahwa mencuri itu tidak baik. Kurang-tepat, mungkin, tapi kalau udah kesal mau gimana lagi.. Baca kelanjutannya.. »

Teruskan ke orang lain:
  • Twitter
  • Digg
  • Facebook

Masalah Parkir di Badan Jalan

Celoteh 19 Komentar »

Alasan bagus buat aktif di malam hari:
“gak nemui jalanan yang macet”

Oke, aku emang sudah pernah cerita tentang macetnya kota Medan. Dan tidak seperti si “longshor” atau si “boycuy” yang akan selalu merepet setiap kali kubal-bal di arena Point Blank, kali ini aku ngerasa lebih baik aku berceloteh tentang angan-anganku untuk menciptakan kota Medan yang bebas dari kemacetan (hadir dengan usulan lebih baik ketimbang berkeluh kesah, setuju?).

Beberapa hari ini memang anakmudanya terhimpit kondisi yang mengharuskan ku untuk beraktifitas di pagi-siang-sore-malam hari (melek 24jam+, tidur 4jam+). Dan yang paling tidak mengenakkan hati adalah kalau harus keluar basecamp di siang bolong. Selain cuaca panas, arus lalu lintas yang padat jelas-jelas bikin suasana tidak nyaman.

Sebentar dulu, kalau ada yang bukan orang Medan dan ngerasa bahwa kemacetan itu dapat dijalani dengan kesabaran seadanya, coba pikirkan ini:

Disini setiap kendaraan punya dua klakson, satu yang nempel di kemudi dan satu lagi nempel di muncung (baca; bibir/mulut/cingur). Dan hebatnya, keduanya bisa bunyi berbarengan.

Baca kelanjutannya.. »

Teruskan ke orang lain:
  • Twitter
  • Digg
  • Facebook

Serba Salah

Celoteh 16 Komentar »

Ini cerita favoritku, pertama kali kubaca lewat buku cerita bergambar jaman SD dulu.

Kisah Ayah, Anak dan Keledai

shrek-the-halls-sad-donkey

Sad Donkey

Alkisah di suatu waktu, ada seorang lelaki yang hendak menjual keledainya ke pasar. Dia mengajak anaknya semata wayang untuk berangkat bersama. Berhubung tempat tinggal mereka jauh letaknya, maka dia menyuruh anaknya untuk naik ke atas keledai tersebut, dan sang ayah berjalan di depan sambil memegang tali kekang.

Selang beberapa lama mereka berpapasan dengan tetangga mereka, seorang penebang kayu yang baru pulang dari hutan. Pria tersebut menyapa mereka dan berbincang-bincang tentang tujuan mereka. Di akhir perbincangan, dia berkata

Nak, harusnya kamu sadar diri. Ayahmu kan sudah tua, masa dia yang harus berjalan kaki sementara kamu duduk santai di atas keledai.

Orang tersebut pun berlalu. Sang anak merasa tak enak, kemudian turun dari keledainya dan menganjurkan supaya ayah-nya saja yang duduk di atas keledai dan dia berjalan di depan sambil memegang tali kekang. Sang ayah setuju.

Baca kelanjutannya.. »

Teruskan ke orang lain:
  • Twitter
  • Digg
  • Facebook

Kerja dan Harga Diri

Celoteh 31 Komentar »

Kata orang tua, “laki-laki itu harus kerja supaya punya harga diri”. Dan seiring prilaku kita sebagai manusia, bias pun hadir dalam interpretasi kata “kerja” tersebut.

Kata kerja itu kata dasar toh? Jadi yang penting kan kerja, gak harus “dipekerjakan” atau “mempekerjakan” atau “ada kerjaan”. Mau jadi karyawan buat orang lain, atau mau buka usaha sendiri, asalkan keluar keringat maka menurutku semua sah-sah saja.

Saya sering mengalami ini dalam percakapan dengan orang luar sono, ditanya;

What do you do for living?

Mereka sepertinya punya kecenderungan untuk menanyakan hal yang mendasar, tanpa mengarahkan kita untuk memberi “jawaban yang betul”. Berbeda dengan kebanyakan teman-teman orang tuaku, yang kalau nanya;

Kerja dimana kau sekarang?

Menurut kebiasaan di tempat tinggal saya, kalimat tanya seperti itu membutuhkan jawaban yang dimulai dengan “Saya kerja di perusahaan titik-titik
:phew:

Baca kelanjutannya.. »

Teruskan ke orang lain:
  • Twitter
  • Digg
  • Facebook

Wisata Dalam Negri

Celoteh 11 Komentar »

Siang tadi, sebelum tidur, aku terhenti dari aktifitas pindah-pindah saluran TV ketika presenter Archipelago Metro TV – Prita Laura, menyebutkan satu kalimat yang mengandung kata “blogger wisata“.. sontak jari yang sudah beberapa lama pencet-pencet tombol channel terhenti. Penasaran, karena si Ndro yang kerjaannya melalak, setahuku sekarang jadi pegawai negeri.. apa dia yah yang masuk tipi?

Segera aku ambil PW di atas tempat tidur, dan mulai mengikuti acara ini dengan segenap tenaga yang masih bersisa.

Ternyata perjalanan kali itu, bintang tamunya seorang blogger, lebih spesifik lagi: Trinity (nama pena), seorang blogger wisata, yang sudah membukukan tulisannya (Naked Traveler 1 & Naked Traveler 2). Dan dalam acara kali itu, tujuan perjalanan mereka adalah Sumba!

Baca kelanjutannya.. »

Teruskan ke orang lain:
  • Twitter
  • Digg
  • Facebook
WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·ship a car·Remaja·Woman Breast Surgery
Entries RSS Comments RSS Log in