Jun 06
Sekarang, orang kalau ninggalin rumah gak bawa hape, bisa panik. Saya saja, pernah sudah sampai di jalan tol, nyadar hape ketinggalan di rumah, langsung suruh supir putar arah kembali ke rumah. Soalnya ada SMS yang belum dihapus..
*para peserta pun tertawa berjamaah*
Begitu lah kira-kira kondisi masyarakat saat ini, yang digambarkan oleh pemimpin redaksi Detikcom, BDI, pada saat menyampaikan seminar pada event roadshow detikcom.
Sekarang hampir semua orang pakai handphone (bahasa pasarannya, hape). Hal ini didukung oleh statistik Asosiasi Telekomunikasi Seluler, yang memperkirakan bahwa pada Juni 2010 sudah ada 180 juta pelanggan seluler di seluruh Indonesia (itu sekitar 80% dari total penduduk Indonesia).
Bagi para penggunanya, handphone sudah menjadi perangkat yang memenuhi kebutuhan dasar untuk membina jalur komunikasi dengan orang lain. Entah itu lewat panggilan telepon, SMS atau akses data internet (untuk tujuan social networking, email, dsb.) Semua menjadi lebih praktis.
Dan seiring waktu, masyarakat semakin bawel. Oleh karena frekuensi komunikasi yang semakin meningkat, muncul kebutuhan baru di lingkup masyarakat, yaitu kebutuhan akan tarif komunikasi yang lebih murah.
Baca kelanjutannya.. »
Jun 01
Membaca judul di atas, barangkali di pikiran beberapa pembaca langsung terlintas pertanyaan “emang ada nikmatnya?”
*sruput kopi*
Kita mulai yah..
Nge-blog itu tidak lepas dari proses menulis, lho. Buat beberapa orang, menulis dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang sulit. Belum lagi proses berpikir – merancang apa yang mau ditulis. Harus saya akui, menulis bukan pekerjaan mudah, memang. Apalagi kalau niatnya untuk membuat sebuah tulisan yang bagus

Tapi, seperti kata Raditya Dika (ketika mengisi seminar tentang Creative Writer di USU beberapa waktu lalu), semua tulisan itu awalnya jelek, tapi kita punya kesempatan untuk membacanya kembali dan menulis ulang serta melakukan perbaikan disana-sini. Jadi ya jangan tertahan untuk maju hanya karena kamu merasa tulisan kamu itu jelek.
Oke, sudah dipaparkan bahwa menulis yang baik itu sulit. Lalu dimana nikmatnya “menulis di blog” itu?
Baca kelanjutannya.. »
May 01
Beberapa hari belakangan ini saya sedang merasa lebih smart dari hari-hari sebelumnya. Tak pelak, proses penyelesaian beberapa kerjaan jadi lancar jaya, dan aktifitas sosial dengan orang-orang di sekitar saya terpelihara dengan baik.
Hei, bukankah hidup tidak sekedar tentang mengejar materi?
Sebenarnya kemampuan otak saya, terkait penangangan baris-baris kode program, emang segitu-gitu aja. Tapi ada faktor yang menurut saya bisa mendongkrak potensi diri menjadi lebih dari yang disangka-sangka. Yaitu, semangat. Saya mempertahankan semangat untuk terus mencoba, dan mencoba lagi setiap kali saya menghadapi jalan buntu, serta tidak takut untuk “merugi”. Sepertinya, kutipan di bawah ini cukup beralasan
Semua itu hanyalah masalah waktu saja sebelum keberhasilan dapat diraih.
Sama seperti apa yang dihadapi oleh Pocari Sweat pada masa-masa awal kelahirannya.
Mau tahu sejarah Pocari Sweat?
Direktori Tergabung