Hari ini aku terkesima membaca tulisan seorang “blogger matre” yang dulu telah berperan banyak dalam membuatku mulai terjun ke aktifitas mendulang dollar dari internet. Tulisannya itu bukan lah tentang sebuah produk affiliate, bukan pula trik untuk menambah saldo PayPal secara cepat.. atau teknik untuk mengakali Google Adsense, bukan itu. Kali ini tulisannya benar-benar aktualisasi dirinya sebagai seorang blogger.
Sebelum kamu membaca tulisannya, mungkin pemaparanku akan agak kurang nyambung, jadi baca dulu sana, gieh..

Jika aku pun ditanya tentang pekerjaanku, jelas aku cuma bisa jawab satu; full-time blogger. Di waktu senggang, kalau gak jadi blogger, ya aku bisa jadi pengacara, kalau enggak ya jadi aktivis meja hijau, atau mentok-mentok buang waktu di fesbuk (yang terakhir, siapa yang enggak?)
Menurut kacamataku: secara harafiah, emang siapa pun yang mengelola sebuah blog bisa saja dikatakan sebagai seorang blogger. Sama seperti seorang yang berperan mengemudikan mobil, bisa disebut supir (Inggris: driver).
Tetapi ketika blogger didefinisikan sebagai sebuah profesi, ada hal-hal esensial yang harus diperhatikan dan dipertahankan. Seperti seorang tukang cat (Inggris: painter) yang gak bisa mengaktualisasikan profesinya dengan aksi lempar sekaleng cat ke arah tembok, dan mengharapkan pekerjaannya bisa dianggap bagus (terlepas dari apresiasi seni – itu kerjaan painter yang satu lagi; pelukis).
Ya, banyak hal-hal lain yang menentukan kualitas seorang blogger, dan kebanyakan itu semua relatif terhadap manfaat dan kesan yang didapat para pembacanya..
“beauty is in the eye of the beholder“
Aku pun menyadari, bahwa aku cuma seorang blogger gaul disini. Ada kotak lain dimana aku berusaha menjadi seorang publisher yang bisa menghasilkan dollar. Tetapi di blog yang dikerubuti sama monyet-monyet ini, aku cumalah seorang penulis blog yang berusaha menuliskan isi pikiranku, kerap melalak kesana-kemari nyebarin komen di blog orang lain untuk membina pertemanan, dan berharap ada rejeki nomplok karena orang lain melihat potensi dari lapak anakmudanya ini (walaupun berujung pada insiden salah pasang tarif)

Ada euforia yang muncul sewaktu aku menulis semua kata-kata di atas. Seperti nostalgia tembang kenangan. Sensasi yang sama seperti kala pertama aku ingin mencoba pelajaran baru tentang blogging. Kalau yang lain juga merasakan hal yang sama, tulis lah sesuatu yang serupa di blog yang mengusung identitasmu sebagai seorang blogger, dan wujudkan eksistensi mu sebagai seorang blogger (seperti yang diwujudkan kembali oleh sang blogger matre).
Maju Blogger Indonesia!
Komentar
37 Komentar to “Blogger Matre Gak Harus Selalu Matre”Ping-balik
Apa pendapat yang lain tentang tulisan ini..-
[...] Btw, Selamat Menjelang lebaran semuanya. [...]
-
[...] terlalu banyak mikir salah juga, mending mikir gimana caranya jadi blogger matre tapi ngga matre atau gimana caranya supaya jangan kejadian ky sikawan yang lupa sama tanda tangan [...]
-
[...] or someone who thing they need to learn Bagaimana Cara Menggunakan Title Untuk SEO sebuah Halaman, Sepertinya perlu menonton video Matt dari youtube [...]























selebihnya, semoga saja “semangat dulu” hinggap lagi kepada kita smua.. ;)
tempo doeloe, sewaktu masih ngeblog di WP (gratisan), aku bercita2 suatu saat nanti punya blog pribadi, dan akan didedikasikan 100% utk cari duit, namun seiring berkembangnya waktu, semua impianku, aku alihkan dan buang jauh-jauh, dan sekarang blog pribadiku asli 100% berisikan ide2, buah pikiran dan pengalaman y aku rasakan dengan nyata, aku tuangkan didalamnya. Walau banyak orang dan blogger lain yg bertanya2 knp gak ada lumbung dollar disini, knp ?? dan kenapa ??, mw kerjasama, dsb..bla..bla..
Intinya, klo money oriented sih, bakal banyak rintangan dalam memanage blog, tapi ikuti aja flownya, pasti lancar2 ajah…..hahhaaa
“Full time blogger” kelihatannya belum bisa awak buat bang, mesti banyak belajar lagi.
itu bukan prestige, koq bang.. cuma emang itu lah kerjaan awak ni..

aktivis itu pake “v”
makasih buat koreksinya
aktifis meja hijau
sejauh yang kulihat nyumbang terus selama di meja 
Blog ku kapan kira2 bisa dapat receh2 ya? akh, yang penting enjoy aja dulu melalak.com
kalau rejeki tak kemana, Ndro

salam kenal OM,,saya Bloger pemula,
wah, all day blogging..

Janganlah mengkotak kotakan, supaya tidak di kotak kotakan, terlepas dari tujuan sebuah halaman pada website, ada baiknya menjunjung tinggi rasa berbagi, mengungkapkan sesuatu berdasarkan fakta yang pas dan gak berlebihan, tau mana halte mana dapur. Gak lebih, elu udah dianggap sebagai blogger.
demikian sabda ku hari ini.
waow…met ngeblog n met cari dollar yaah….jangan lupa traktirannyaa…..
Dari kemaren mau komen aku disini tapi ga bisa2 :D
Wadooh thanks for the nice words lae. Awak ini apalah… Manusia biasa yang terkadang supa lupa diri kalo mengejar materi
Semoga bisa memanage waktu lebih baik agar identitas blogger itu bisa “nyambung” dengan pribadi awak
Thanks lae…
full time blogger. kayaknya aq juga pengen tuh
salam kenal pak
maju terus blogger indonesia
kalo gak matre gak dpet duit
keep blogging and commenting hehehe
kapan ya aku bisa jadi fulltime blogger
aku nge blog buat iseng2 aja.. hihiih
Bulan puasa telah kita lalui.
Sudah saatnya kita semua berbenah diri.
Sucikan pikiran, damaikan hati.
Semoga di hari yang semakin mendekati fitrah kita benar-benar menjadi manusia bersih seutuhnya..
Amin..
Tapi yang jelas bloggku punya visi dan mudahmudahan visi blogku tercapai

ini visinya http://sahabatit.blogdetik.com/?page_id=6
amin

Mampir sore2x nich, sebelum liburan kwkwkwkwkw
iya lah yang udah liburan, awak malah baru mau mulai kerja
(mau keliling”)