Saya baru menyadari, bahwa usaha saya untuk membuat satu tulisan baru di blog ini setiap hari sepertinya kurang berhasil. Mungkin ini terkait dengan bioritmik saya yang terbilang gak normal ini. Maklum, pergantian tanggal buat saya tidak selalu pada pukul 00.00

Seperti saat ini, ketika yang lain sedang hanyut dengan mimpinya masing-masing, saya masih asik dengan kegiatan maintenance warnet. Sendirian? Tentu tidak. Saya ditemani Kue Kacang (khas Tebing Tinggi) dan Djie setengah bungkus, serta air hangat setengah teko (maklum lagi batuk). Eits, kalau ada yang bertanya-tanya, kenapa sudah tahu batuk masih aja ngepulin asap.. kan Djie emang ada kuah anti-batuknya!

Diiringi dengan senandung lagu-lagu populer Batak yang diaransemen oleh Vicky Sianipar. Malam yang didera hujan pun semakin syahdu.
…
Yang jeli pasti sekarang sudah bisa ambil kesimpulan, kalau aku terjebak hujan.. gak bisa pulang.. dan berujung pada aksi kerja nyantai semalam suntuk

Terkait kerjaan, saya mau mengucapkan terimakasih buat yang sudah menciptakan Remote Desktop sehingga saya tidak perlu lagi jalan-jongkok ke setiap mesin client. Terimakasih untuk akomodasi karpet dan bantal yang sudah disiapkan sang pemilik warnet (wakakakak.. hari-hari aja jarang pakai bantal). Dan tak lupa, terimakasih untuk makan malam yang dibawakan jauh-jauh dari Medan, tadi. Pernah gak kalian dapat service dikala sedang kerja seperti saya ini? Bukan dalam artian entertain yah, ini service namanya.
Hee,hee, memang kerja seperti yang saya geluti ini penuh dengan warna-warni. Penuh dengan manifestasi hukum Ketidakteraturan. Dan yang pasti, jarang berinteraksi dengan slip bulanan. Tapi saya bersyukur untuk itu. Karena bagi saya, tidak ada pekerjaan yang “salah” di muka bumi ini. Ngorek paret pun harus ada yang ngelakoninnya, tul gak? Apa mau semua orang jadi manager, tapi kalau pulang kantor mesti gulung celana gara-gara genangan air kotor yang membanjiri jalanan masuk ke dalam kabin mobil mewah kamu akibat paret mampet?
Tapi terkait pekerjaan (baca: karir), berada di comfort zone (zona nyaman) memang menjadi dambaan banyak orang. Atau setidaknya, menjadi dambaan “orang tua” dari banyak orang. Yup, saya sengaja tambahkan kata tersebut karena sepertinya banyak teman saya yang memilih jenis pekerjaannya atau jalur karirnya karena pengaruh dari orang tua mereka. Ntah itu karena alasan yang mengatasnamakan “jalan terbaik” atau demi menjaga “gengsi” diantara koleganya.
Ntah lah.
Tapi kalau memang itu pilihan pribadi anda, saya cuma mau bilang: no problem, it’s your call anyway
Baik, kembali ke Jalan Medan-Binjai KM 10 .. apa yang harus saya lakukan sekarang, karena saya sudah mengalami disorientasi arah diantara 10 window Remote Desktop yang muncul sekarang ini..
























Saya pun sedang menuju ke arah seperti itu, kerja tidak ada bos tapi bos nya diri sendiri, mudah2 an segera terealisasi
Saya dukung. 1 postingan sehari… bisa kah? tentu bisa…
Salam kenal dari denpasar! Emang bekerja sendiri dibidang yang kita suka enak banget. Mantap!
wah asik mas bisa ngewarnet gratis donk he he…tempat ini bisa jadi tongkrongan baru saya nih…Jangan lupa main ke:
Rahasia Search Engine
Tapi dari jaga warnet kita bisa menjadi blogger profesional. Lagian kalau malam pas sepi yang enak mas, speednya bisa maksimal, wus..wus..