Dapat Barang Murah di Ramadhan Sale

Banyak perubahan yang terasa di bulan puasa ini, pastinya dong yah?

Walau aku tidak termasuk manusia yang wajib berpuasa di bulan Ramadhan, tapi suasananya sangat terasa di keseharianku. Gak di rumah, gak di kantor, berasa lah pokoknya. Termasuk kejadian yang baru-baru ini kualami ketika sedang berbelanja di sebuah department store tersohor.

Barangkali pemikiran seperti ini, sudah malang melintang di tengah-tengah masyarakat:

SALE? Halah, harganya dinaikkan dulu, baru dikasih discount..

Ya, aku termasuk orang yang sadar dan sepenuhnya yakin bahwa hal seperti itu bisa saja terjadi. Pernah sekali waktu aku mengalami kejadian ini:

Di sebuah toko sepatu yang sedang SALE

Ada satu sepatu yang (kita asumsikan saja) harganya Rp 699.000, di-discount 30%, menjadi Rp 489.300. Aku pun tertarik, lalu mulai pegang-pegang. Ketika mau mencoba sepatu tersebut, di bagian dalam aku menemukan secarik label harga — yang sudah kucel — bertuliskan “Rp 499.000”
:mlorok:

Hayo, siapa yang pernah mengalami hal serupa?

Dan aku pun tak jadi beli sepatunya

Oke, kembali ke kisah yang baru-baru ini terjadi. Kali ini kejadiannya berakhir bahagia.

Jadi, ada Ramadhan Sale

Di department store yang tersohor tadi, aku dan istriku jalan-jalan. Sebenarnya sih mumpung sempat aja, karena istri sudah hamil tua dan sepertinya minggu depan udah gak bisa melalak lagi.

Ketika memasuki areal department store, pemandangan logo SALE ada dimana-mana. Ya, seperti kubilang tadi, ada perubahan suasana dikala Ramadhan. Jadi, mumpung disitu, jadi lah kami browsing kesana-kemari. Setelah melewati entah-berapa rak, dan akhirnya dapat celana pendek (yang kena discount), tiba-tiba mataku melihat logo SALE 50%+50% di bagian dompet pria

Lucu sih cara ngasih angkanya, tapi menarik memang. Sebenarnya discount 50%+50% itu kan harga barang dipotong setengah, kemudian hasil perhitungannya dipotong lagi setengah. Yang secara matematika sih

SALE 50%+50% = SALE 75%

Karena angka discount-nya cukup besar, aku langsung pegang satu dompet kulit yang dipajang. Dompet yang kupegang sudah kali ketiga sebenarnya kuperiksa. Ya, beberapa kali ke department store ini, aku memang naksir sama dompet yang satu ini. Dan memang sedari dulu harganya segitu (Rp 600.000).

tag-harga-belum-discount

Ini harga belum discount

Walau disitu tertera “Vinezia Nectie” (artinya; dasi) tapi bener koq kalau itu adalah label harga untuk dompet yang kupegang — dikonfirmasi oleh SPG yang menjaga etalase. Sesuai dengan penawaran discount, harga akhirnya menjadi Rp 150.000.

Wah, kali ini dapat untung besar, pikirku. Mengingat pengalaman-pengalaman sebelumnya, aku yakin kali ini gak bohongan, dalam artian; harganya gak dinaikkan dulu baru kemudian di-discount. Alhasil aku pun pulang dengan membawa dompet baru.

Tetapi ketika sampai di rumah..

Ketika istri mulai memindahkan isi dompet lama ke dompet baru..

Ketemu lah satu label harga, yang menggunakan font Asia Timur..

Tertera harga dalam mata uang Yuan; 218.00 元

tag-harga-yuan

Ini label harga dalam Yuan

Yang jika dikalkulasikan ke mata uang Rupiah, setara dengan Rp 356.576

1-CNY-to-IDR

Kurs Yuan terhadap Rupiah

Aku terdiam sejenak, lalu berpikir lagi — berusaha keras agar kesimpulannya “aku dapat barang murah”

Di luar negeri sana, dompet itu dijual seharga Rp 356.576, dan aku beli seharga Rp 150.000. Sepertinya aku memang dapat untung, yah? Iya, kan?

  • Hahahahaha, memang lah. Rata-rata toko pada impor dari Cina punya, dijual harga dua kali lipat, terus pas Ramadhan harganya diturunin 3/4nya, yang berarti kalau dibandingin sama dari Cina untung 50%.

    :))

  • Tetap untung tuh mas. Walaupun harga sebenarnya 356 ribu (bukan 600 ribu). :)