Kenapa Harus Merokok?

Celoteh Komentar?

Sepertinya hari-hari belakangan ini, basecamp banyak kedatangan teman. Mulai dari yang puyeng mikirin Busby SEO Test (dan berakhir dengan perjalanan demi “juice gajah“), sampai ke yang cuma lagi nyari teman ngobrol doang (tapi bela-belain gedor gerbang warnet yang udah tutup). Semua teman datang dengan membawa kisah masing-masing, dan tulisan kali ini terkait tentang usaha seseorang untuk berhenti merokok.

Satu toples besar bungkus rokok..

Satu toples besar bungkus rokok..

Udah lihat gambar di samping, kan? Apa itu?

Itu adalah hasil akumulasi bungkus rokok yang produknya sudah habis-pakai aku konsumsi. Tapi tenang, itu belum semua.. banyak yang sudah keburu beralih fungsi menjadi “asbak” jadi gak turut ikut dalam sesi foto yang kuambi dini hari tadi. Nah terkait dengan pengantar di bagian awal postingan ini; ada seorang teman yang ngobrolin tentang “berhenti merokok”. Kalau melihat gambar disamping, dia jelas jelas sekali sudah SALAH JURUSAN
:ngudut:

Tulisan ini tidak didasari oleh Fatwa Haram Rokok yang dikeluarkan oleh MUI. Walaupun jika kondisi yang dikhawatirkan disitu terjadi, aku bakalan bingung harus cari rokok dimana (kalau sampai-sampai gak ada yang jualan lagi). Karena walaupun aku gak akan mati kalau harus hidup tanpa rokok, tapi kekosongan itu pastinya akan ada. Dan kekosongan itu gak enak, setuju!?

Oke, jadi sekarang gini.. tapi besok gak gini lagi (*kemplang*)

Ehem, aku bukannya berniat membanggakan diri sebagai seorang perokok aktif. Walaupun banyak pernyataan dan prilaku di luar sana yang sudah menggolongkan perokok sebagai second-class citizen. Tapi menurutku adalah sah saja kalau merokok dianggap sebagai sebuah kebebasan individu (English: do I give a damn with what you’re thinking!?). Bahkan merokok sudah kepalang tanggung dijadikan sebagai bagian dari budaya Indonesia (itu juga kalau direstui oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata).

Menurut hasil gugling bermodal 2-4 tab. Aku menemukan kalau sudah ada begitu banyak nilai positif yang diberikan “rokok ini” kepada bangsa kita, sebut saja pendapatan negara dari cukai tembakau, dan juga memberikan nafkah hidup kepada banyak orang; mulai dari petani tembakau, buruh pabrik rokok, penjual asongan sampai dokter spesialis dan penjaga (atau tukang gali) kuburan. Tapi kalau masih ada yang lainnya, silahkan ditambahkan saja di komentar.

Eits, kalau situ merasa aku memuja-muja segala kelebihan tentang aktifitas merokok, anda salah. Aku sangat tidak menganjurkan aktifitas ini buat anda-anda yang belum terjun ke dalam dunia yang terbimbing oleh sugesti ini! Resiko silahkan ditanggung masing-masing, tapi manfaatnya silahkan dibagikan kesemua orang. Anakmudanya siap buat kiriman segala macam dan jenis rokok, tanpa pandang merk. Itung-itung kalau nanti ada aksi penyalahan dan pengajuan bentuk tanggung jawab, gak cuma satu perusahaan yang bakalan nanggung tuntutan ku
:ngakak:

Tapi jika situ adalah orang yang sudah kepalang tanggung mencicipi nikmatnya ngepulin Surya seusai menyantap hidangan makan siang, tapi sekarang mau berhenti merokok, saran saya: STOP SEKARANG JUGA! Jangan dicicil, jangan ditakar. Sekarang juga buang semua persediaan anda. Baik yang ada di bawah lemari makan, di atas bingkai jendela kamar mandi, atau di dalam pojok dompet. Kalau memang ada panggilan dari dalam diri anda untuk menghentikan kebiasaan yang satu ini, maka itu sudah lebih dari cukup sebagai sebuah alasan bagi anda untuk berhenti dan mulai lah menjalankannya. Tapi kalau motivasinya adalah karena faktor eksternal, saya sarankan: cari lebih banyak faktor eksternal!

Aku gak tahu gimana pengaruh tulisan ini buat kalian, tapi di sesi konseling kami semalam… si kawan pun menemani aku ngobrol sambil ngepulin asap dari batang-batang nikotin pembunuh. Ya, gak papa lah. Itung-itung efek penenangnya emang diperlukan.

Posting Terkait:
 

Komentar

46 Komentar to “Kenapa Harus Merokok?”
  1. hakimtea says:

    waktu beli ban baru untuk simaghrib dua hari yang lalu ada seorang bapak2 chinese yang negur, “mas, fatwa MUI ga pengaruh ya?” dalam hati saya heran kenapa bapak ini nanya gitu, “hehe… kenapa gitu pak, kan masih kontroversi belum jelas!” si bapak itu jawab sambil melirik tangan saya yg pegang roko… “lhaa si mas ni ketinggalan berita ya!”

    jadi malu… :ngeres:

  2. bodrox says:

    Aku juga heran, kok bisa yah, orang bakar duit… apa nikmatnya yah? jadi penasaran pengen coba :puyeng:

  3. nichpakaich says:

    @audy:
    iya nih.. gak ada kebiasaan lain yang lebih enak dilakukan buat ngisi kekosongan :kembik2:
    kalau ngupil kan cepat abisnya, ngelamun gak asik, jadi kaya’nya saat ini rokok pilihan yang tepat

  4. nichpakaich says:

    @hakim tea:
    wekekekeke.. soalnya gak sepanas blogosphere ya, kang?
    :hihi:

  5. nichpakaich says:

    @bodrox:
    kalau belum pernah, gak usah cobain deh.. jujur saya bilang, banyak ruginya
    :hmmm:

  6. yihaaa… saiia masih bangga jadi perokok aktif, tp sampo*rna kret*k doang hihihiii

  7. ojak says:

    sejak kapan pula ayam merokok.. berkokok kale.. :mikir:

    hahahaha.. iya, untung kau ingatkan, udah aku ralat tuh..

    makasih ya, Jak :nyembah:

    Tanggal Jawab : Senin, 02 Februari 2009 09:41:54
  8. dani says:

    ctrl+f
    permen

    blm ada yg komen permen

    usul, gemana kalo rokok dibuat jd permen aja, tp mis. ditambah jg ada kandungan vit, jd efeknya netral sebisa-bisanya [khayal mode on]
    jd ngga pake asap, tp bs tetep make [alesan] ketenangan
    pekerja tembakau ms bs produksi pangan :D

  9. nichpakaich says:

    @dani:
    ide yang bagus, walaupun kalau terealisasi, saya tetap milih yang ada asapnya :hihi:

    kenapa? karena dengan asap itu kita bisa menciptakan suasana kabut di dalam warnet, serasa di kampung lagi
    :ngudut:

  10. nichpakaich says:

    @belajarseo:
    saran saya, jadilah pria asbak.. yang tidak merokok hanya satu merk dagang;

    kenapa? karena kalau nanti ada asuransi, kita gak cuma nuntut ke satu merk doang.. lumayan kan
    :duer:

  11. boon_chiet says:

    @bang nich
    klo lebih prefer yang ada asapnya, kok enggak lebih memilih knalpot ya bang? :ngakak:

    :piss bang:kringetan:

  12. Merokok merugikan orang lain..
    kalo ngeroko nya minta :hihi:

  13. Anto says:

    Jamannya nabi dulu blm ada yg merokok sih ya. Klo udah ada, gmn ya… apa akan turun wahyu yg menyatakan merokok haram pa ga ?:sip:

  14. Ecko Manalu says:

    o iya bang..klu misalnya butuh penenang, abang minum PIL LELAP aja bang… tapi memang abang nanti selain tenang, jadi tidur… :D hehehe

  15. CapunK says:

    Saat Krisis Global ini jangan lagi tambah jumlah pengangguran karena pabrik Rokok di tutup. jadi bagi yang merokok tetap aja merokok :sip:.
    BTW kalo memang merokok itu dilarang kok ga pabriknya aja ya yang di cabut ijin usahanya…
    Pasti karena Pemerintah mikir lebih banyak untungnya daripada ruginya…

  16. zee says:

    Merokok itu beda nikmatnya bg masing2 individu. Ibaratnya klo saya lg asyik2 ngupil trs jari saya ditoel, itu sama marahnya dgn orang lg merokok trs kita cabut rokoknya & dibuang. Kekekek.. bisa keluar golok kekeke..

    Tapiii klo boleh, janganlah merokok di area publik, dimana banyak ibu2 dan anak2. Gimanapun jg non smoker berhak mendapatkan udara yg bersih utk paru2 mereka. Dan utk para smoker, mustinya disediakan area khusus utk mengasapi mulut, jd mereka jg tenang klo mo ngabisin 1 stoples rokok sekaligus… kekekkeke….
    :melet::melet:

  17. joicehelena says:

    @zee
    setuju..
    merokok atau enggak, itu urusan masing2 orang…
    hanya saja jangan sampai merugikan orang lain…
    jadi jangan ngerokok di di depan umum….

    kan kasihan kalau kami2 ini (yg gak ngerokok) jadi puyeng karna menghirup asap rokok…

  18. death_rev says:

    merokok juga bisa menye,buhkan FLu Lho..
    contohnya djisamsoe..sangad baik di gunakan apabila anda Terserang FLu..:sip:

  19. Chiprut says:

    rokok rendah nikotin itu juga bukan berarti aman lho, malahan lebih berbahaya. yang paling aman ya jangan merokok, atau liat2 tempat deh kalo mau merokok biar yang lain ga jadi korban juga :hihi:

    Saya juga tidak mau kalau ada orang lain yang jadi korban atas kebijakan saya, tapi kalau saya jadi korban akibat kebijakan orang lain.. itu masih bisa saya terima
    :ngikik:
    Tanggal Jawab : Senin, 09 Februari 2009 02:19:53
  20. almyra says:

    rokok rokok rok rok rokok rok rok rokok….kasian karyawan pabrik rokok….

Ping-balik

Apa pendapat yang lain tentang tulisan ini..


Komentar, ada?

Untuk menampilkan foto pilihan pada komentar anda, silahkan mendaftarkan diri di Gravatar

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :nyembah: more »

Tolong berkomentar yang nyambung yah..
Soalnya kalau cuma mau nyari backlink, kamu gak bakalan dapat apa-apa karena blog ini sudah tidak lagi do-follow.

WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·Remaja
Entries RSS Comments RSS Log in