Akhir pekan yang melelahkan, begitulah kira-kira gambaran untuk weekend kali ini. Jadwalku terisi penuh, terhitung semenjak hari Jumat sepertinya aku berpacu dengan waktu, berusaha mengatur diri agar mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Dan semuanya berhasil aku jalani, kalau pun ada beberapa kendala yang muncul – aku juga muncul dengan solusiku. Ujung-ujungnya, badan ini kehabisan tenaga (Senin ini aku libur dulu, ah)

Jumat merupakan hari yang sangat melelahkan, karena disitu aku sudah harus menyelesikan materi workshop tentang blog untuk sebuah sekolah di Kota Medan. Tentang materinya; sebenarnya tidak terlalu sulit, berhubung sudah ada bahan yang serupa dari pelaksanaan Workshop Blog #1 BloggerSUMUT hanya saja semenjak Kamis malam (sampai Jumat pagi) aku terus berkutat dengan proyek di sebuah instansi keuangan. Jadi benar-benar berpacu dengan waktu, antara menyelesaikan pekerjaan yang satu-sebelum melanjutkan pekerjaan yang berikutnya. Untung masih sempat dapat sarapan di tempat ibu penjual lontong, jadi dapat suplai tenaga baru buat kerjaan selanjutnya.

Sebuah kendala teknis di lingkungan rumah ortu, membuat adik ku migrasi ke basecamp dan menjajah lappie demi koneksi internet yang sedang dia butuhkan. Kurasa ini pertanda, bahwa aku harus alokasikan sedikit waktu untuk mengistirahatkan badan. Jadi tidur benar-benar harus dilakukan, berhubung malam nanti masih harus ngumpul di agenda KopDar Rutin BloggerSUMUT (by default; Kedai Chocolate – Jl Dr. Mansur)…
Dan seperti biasanya, kalau ngumpul dimulai hari Jumat.. bubaran baru boleh dilakukan kalau sudah masuk hari Sabtu, jadi kira-kira jam 3 baru lah kita pisah jalan menuju kediaman masing-masing. Malam itu aku memilih untuk pulang ke rumah ortu. Soalnya aku perlu bantuan ekstra untuk bangun pagi, karena workshop di sekolahan yang aku sebutkan tadi.. dimulai pukul 08.00!! Ini adalah sebuah tantangan yang teramat berat untuk aku yang punya “masalah akut” dengan bioritmik yang kacau.
Workshop Blog untuk Guru di Sekolah Namira
Workshop tentang blog ini ditujukan kepada (ibu dan bapak) guru, tujuannya adalah supaya guru memiliki sarana baru sebagai pendukung proses belajar mengajar. Selama workshop berlangsung, aku melihat sebuah fakta, bahwa baik guru maupun siswa: semuanya emang susah diajari. Ada yang bilang, bahwa ini adalah kesempatan buat “marah-marahi” guru, tapi menurutku yang terjadi sebenarnya adalah: itu merupakan kesempatan buat mereka untuk berlaku “tidak perhatian” sebagaimana biasanya prilaku para siswa

Tapi saya berusaha sepenuh tenaga dan dedikasi koq kemarin, soalnya saya menyadari bahwa antara saya (atau kita) dengan mereka, memang sudah ada gap teknologi yang cukup lebar. Ada kesempatan yang aku peroleh, tetapi tidak mereka cicipi sebelumnya. Di jaman sekarang, mungkin menjadi seseorang dengan predikat “mampu mengoperasikan perangkat komputer” adalah hal yang lumrah, tetapi tidak demikian halnya dengan Pak Ridwan yang kelahiran ’63 atau Bu Rosma yang kelahiran ’61
Walaupun IP tempat workshop sempat di block oleh Google akibat terlalu banyak kesalahan dalam melakukan proses registrasi email (mungkin dianggap sebagai sebuah aktifitas mencurigakan, serangan massal, dll.) Target tetap harus dicapai! Gak ada Google, Yahoo! pun jadi. Workshop yang semula dijadwalkan selesai pukul 1 siang, mengalami perpanjangan waktu sampai hampir pukul 3 siang.
Tapi untuk ku, semua benar-benar memuaskan. Bukan hanya karena semua materi tersampaikan. Tetapi karena kami sama-sama berjuang untuk mencapai titik tersebut. Walaupun waktu penjelasan diberikan ada beberapa orang yang agak tidak kooperatif, tetapi ketika berusaha memecahkan masalah sifat-sifat ngeyel tadi pupus semua.. semuanya mau nurut apa saja, yang penting bisa sukses bikin email atau sukses bikin blog.
Walaupun ruangan yang diisi oleh 24+ orang tidak dilengkapi dengan sound-system, aku masih sanggup untuk pasang aksi berbicara dengan suara keras supaya didengar (dan diperhatikan). Gak percuma orang Batak suaranya keras, bah! Walaupun sesekali diminta untuk “jangan marah-marah” sambil diiming-imingi bakalan dikenali sama anak perempuannya

Terlihat beberapa orang mulai menyadari keuntungan dan manfaat blog, setelah blognya jadi.
Ini nanti bisa jadi tempat nulis buat saya ya? Bisa nulis sebanyak-banyaknya ya?
Pak.. tadi kan sebelum mulai bikin blog saya sudah jelasin manfaatnya apa-apa aja..
Hee,hee
Sebenarnya itu mengingatkan saya akan pengalaman diri saya sendiri. Dulu saya tidak pernah mengerti untuk apa saya habiskan waktu mendengarkan guru Bahasa Indonesia mengajar tentang pantun.. sekarang saya tahu..
Wak-wak makan salak
.. palak awak!
Pulang dari situ, aku langsung bayar hutang tidur di rumah ortu. Yup, disitu adalah tempat yang cocok untuk mencari kenyamanan. Tidak ada suara bising pengunjung warnet, ditambah lagi ekspresi kegirangan si BlackOut dikala menyambut kepulanganku, bikin suasan hati ini jadi ceria

























tapi gak sampai lemas kek aku sama adie kan lae..??
udah begadang, ini masih jadi mentor cadangan aja pun susah juga…
dari workshop kemarena (minggu) aku baru nyadar, susah juga emang mengajari orang. gak ada bekal untuk ngajar awq bah….
bang aktif kali berka(r)ya nya keknya ya.. :D
bagi2 lah bang sekali2…
sapa tau ada yang bisa dikerjain secara remote disini..
o iya.. jadi ud ada anak boru yang nelpon abang ? atau setelah workshop ada yang kasih nomor tlp anak borunya k abang ?
@Ecko:

bah, macam mana pulak udah “anak” koq “boru” lagi
kemarin kaya’nya kalian udah sedikit terlibat lah, ngirim-ngirim barang pakai JNE
bang…bang..bang sabaaaaaarrrrrr…..dulu kita gt juga pas diajarin matematika ma para guru…hahahahaha
gak kapok kan?
Makan donat bentuknya pipih
Setelah kenyang aku pergi
Tetep semangat Bang Nich
Karena Helda ada di sini…
Awak tak pande membuat pantun.
Jadi, kek gitulah pantunnya…
*Itu pun mikirnya sampe’ 15 menit.
thanks lho
Maklum, dulu waktu masih sekolah..
Aku benci kalo masuk ke pelajaran tentang PANTUN di pelajaran Bahasa Indonesia.
hmm kenal blog dari workshop ya, kalao sayah tau blog pas baca di koran ada temen2 mahasiswa ngeblog. penasaran, langsung meluncur ke blog. dan terhipnotis de ikutan ngeblog
bener-bener de kalo blog telah menyihir jutaan ummat manusia, termasuk saya. dulu sebelum kenal blog lebih suka maen game online, FS, ddsb. sekarang mereka tak terurus lagi hehe
oia sebelum’e salam kenal ya *salaman*
-eRos—
Bah.. iyanya bang ??? hahahah ternyata itu adalah ‘bagian’ itu ya.. :D hahaha
ok lah bang.. klu bisa sering-sering ya bang…
hahaha.. makaci makaci makaci.. :D hehehe
who knows what might come next (aje gile, mumpuni banget nih bahasa linggisnya)
tenang..tenang bang. makan ati juga ya lama-lama. wkwkwkwkw
tapi justru dapat pengalaman dan pembelajaran
Untuk workshop nya dapet bayaran ga mas?
aku pengen ikut tapi ngelihat daftar isi yang mau diterangkan belum yakin awak untuk turut serta.
butuh tukang angkat barang enggak bang?
blogger ternyata bisa juga menjadi guru…
tapi aku setuju bahwa ngeblog perlu dipopulerkan ke sekolah2
dan sesuai tag line acara ini, mengajar (menyampaikan materi) bisa dilakukan dengan lebih menarik
da jd big-promotor blogger di medan nih critanya…
hehehehe…
guru2nya ada yang muda plus cantik nggak pra…??
hehehehe…
enak lah ya pra…
wah..
ikut donk pak
kalau sempat baca-baca di forum, juga dikasih tahu koq kalau kita ngundang yang bisa turut serta
Btw congrats buat workshopnya, and you guys, well done udah dua kali yah, hehehehe santai, smansa sudah menunggu kedatangan kuh…
it`s so great job pra.
maybe and make sure that you wanna be a best blogger :D
congrats yaah niich…lega banget kayanya yaaah….. btw, loh..bukan batak to?
banyakin minum vitamin C.temen saya aja abis curhat kecapek’an and ari ini dia KO.ga masuk kerja.hehhehee