Gelisah untuk (mulai) Menulis

Barangkali “kegelisahan” adalah modal awal yang baik untuk mulai menulis.

Hari Senin (23 Mei) lalu, saya berkesempatan untuk ikut dalam sebuah acara seminar yang diselenggarakan oleh Beswan Djarum. Acara yang bertajuk “Learn from the Experts.. Creative Writer with Raditya Dika” itu, menghadirkan sang penulis buku best seller “Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh” (2005).

Raditya Dika Beswan Djarum USU

Raditya Dika pada acara Beswan Djarum di USU

Saya angguk-angguk ketika seorang peserta workshop menuliskan cerita tentang event hari itu; bahwa tidak ada pembelajaran yang terjadi, karena sepanjang sessi-nya, Radith cuma ngebanyol dan bikin kita ngakak berjamaah. Tetapi secara perlahan, setelah diresapi (sambil ngebut naik motor matic) saya sadar bahwa aksi ngebanyol di atas panggung yang dilakukan oleh si Dick-a itu, sebenarnya sebuah percontohan yang baik.

Menulis adalah tentang persepsi

It’s not about what story you tell, it’s about how you tell the story

Beranjak dari situ, sepertinya kisah-kisah yang sederhana, yang terjadi sehari-hari, bisa dibuat menjadi menarik melalui sebuah tulisan (komedik seperti Radith, atau horor seperti Feni Rose). Dan dari sekian banyak kejadian atau cerita yang terjadi di sekitar kita, cerita mana yang pantas untuk dinaikkan sebagai tulisan? Naah, ini lah saat dimana kegelisahan itu perlu dipertajam..

Ketika rasa gelisah timbul, oleh karena kondisi lingkungan membuat kamu berpikir bahwa situasi tidak sepatutnya seperti yang ada sekarang, atau emang karena kamu ngerasa bahwa kamu adalah yang paling benar.. rasa dan pemikiran itu bisa dijadikan modal awal untuk menulis.

Gak perlu khawatir kalau tulisan kamu jelek, emang biasanya draft-satu ya emang begitu. Toh tulisan kan bukan ucapan, jadi masih bisa diperbaiki dan disempurnakan lagi. Kalau pun gak kepengen terjebak sama situasi dimana kamu harus menulis ulang berkali-kali, barangkali ngintip bocoran dari Helda tentang “Menulis cepat, menarik dan bermanfaat” – hasil workshop Kompasiana – bisa membantu.

Jujur, saya sempat merasa was-was siang itu, karena dari sekian ratus hadirin yang memenuhi ruangan, kelihatan jelas dari atribut yang dikenakan, saya pasti pantas dinobatkan sebagai orang ketiga yang paling “tua” di Gedung Peradilan Semu itu (setelah perwakilan pihak kampus USU yang memberikan kata sambutan di awal acara). Padahal selama ini saya kerap menyandangkan sebutan “anakmuda”
:hiks:

Tapi gak papa lah, toh pikir saya; seseorang akan disebut “tua” di detik yang sama saat dia memutuskan untuk berhenti belajar. Dan saya siang itu datang untuk belajar bagaimana cara yang kreatif untuk menulis.

 

BTW, orang yang paling “tua” kedua, sekaligus yang jepretin gambar diatas, adalah Bang Dani Gunawan
:lari:

  • Nice review… Nampak hasil dari ikutan acaranya si Kambing Jantan itu… Ada perubahan sedikit dari gaya bahasanya :sip:

  • @nich
    Bah, awak masih muda… :hihi:

    @adieska
    lama tak basuo :D

  • wah namanya juga Radith bisa ditebak sih bakal kebanyakan ngebanyolnya, tapi tetep lucu kannn :D

  • sebenarnya biasa aja tipsnya :melet: yg terpenting dari artikel ini adalah utk menyadarkan betapa tuanya bang nich saat ini. Sekian.

    :nyembah:

    • nichpakaich

      :lempar:

  • Sebenarnya agak kecewa sih Liat si Radith di acara Beswan Djarum kmren. 2 minggu sebeLumnya Radith datang ke Gelanggang Mahasiswa USU sbg pembicara di acara Entreprenuer Muda yang diadain Honda. Dan materi, joke, setiap kata-kata yg dia ucapin di acara Beswan Djarum kmren 90% sama dgn acara yg diadain di Gelanggang Mahasiswa USU.
    Aku sih mengharapkan sesuatu yg beda, eh ternyata sama aja.
    Kecewa saiia:hiks:

  • emang kebanyakan ketika kita tampil di atas para dermawan pasti kita akan terasa gelisah yg sangt dlm….:)
    thx y info nya salam kenal

  • kiki

    Oalah Bang Nich. Umur mah bukan masalah kali Bang. Biar motivasinya makin mantap coba dech baca buku Chicken soup for the writer soul.

    :baca::baca:

    Biar semangatnya makin :wooo::wooo:

  • Review yang bagus.. :)
    Aku juga ikutan acaranya di kampus qu di UNJA, Jambi..
    Acaranya bener2 lucu.. :ngakak: en bisa nambah wawasan bwt yang suka nulis..

  • Pingback: Menulis, SEO dan Personal Branding | Cuap-cuap - Blog Remaja()

  • Rini Fitriani Lestari

    Artikelnya menarik gan, thanks atas infonya…

    ditunggu kunjungan baliknya

  • Pingback: Ikutan acara Menulis Kreatif, Menghijaukan Kehidupan bareng @Poconggg - Nich bukan nik atau nih()