Adakah Kompensasi atas Kinerja PLN yang Dirasa Buruk?

Sudah tahu, kan yah, PLN kembali menunjukkan kinerja yang buruk di kota Medan (dan daerah-daerah lain di provinsi Sumatera Utara). Apalagi kalau bukan pemadaman bergilir dengan frekuensi lebih dari satu kali sehari. Coba deh baca tautan yang kuberikan itu, tulisan kak Wirda tentang pengalamannya dengan kebakaran karena penghuni rumah menyalakan lilin (akibat listrik padam).

Memang, kali ini, ditengah-tengah derasnya imbas pemadaman listrik di kota Medan, anakmudanya justru sedang berada di seberang laut. Tetapi bukan berarti aku gak bisa pantau. Dan pastinya aku bisa bayangkan bagaimana rasanya mengalami apa yang sekarang dialami para dongan sahuta disana.

I’ve been there, done that.

September tahun lalu, ketika anakmudanya masih di Medan, beberapa kendala teknis di lapangan mengakibatkan defisit daya, yang artinya PLN tidak mampu mencukupi kebutuhan listrik penduduk Sumatera Utara. Berbagai langkah (telah) diambil. Dan pemadaman bergilir juga sudah dilakukan.

Waktu itu, beberapa kali angin segar bertiup, ketika Menteri BUMN (Dahlan Iskan) melalui akun twitternya menerangkan kondisi yang dihadapi PLN dan bahwa Oktober 2013 pemadaman akan berakhir. Disusul dengan update-update selanjutnya, bahwa listrik akan pulih pada November 2013. Lalu di-ralat lagi, bahwa Medan akan bebas dari pemadaman pada Desember 2013.

Gak konsisten?

Jadwal Pemadaman Listrik di Medan, Februari 2014

Lalu, terhitung mulai tanggal 3 Februari 2014 — Medan kembali mengalami pemadaman listrik — setiap harinya dengan rata rata pemadaman berkisar 3 jam. Dan dari hasil browsing sana-sini, pemadaman tidak terjadi sekali saja. Satu rumah bisa mengalami 2 sampai 3 kali pemadaman dengan total “mati lampu” lebih dari 5 jam, bahkan sampai 9 jam.

FYI, PLN Sumut kembali menghadirkan informasi jadwal pemadaman listrik. Kira-kira sesuai kah? Karena aku baru cek status tentang pemadaman di Medan via Twitter, dan aku cocokkan dengan informasi jadwal tersebut (yang katanya update per 3 jam) — gak memuaskan juga.

Adakah Kompensasi dari PLN?

Tarik nafas dulu. Yang mau komentar “gak mau dikecewakan PLN, pakai genset saja sendiri” kuharap sabar sebentar. Kita sedang ngomongin layanan publik. Keluhan ini, agar PLN tahu bahwa kinerjanya dirasakan oleh sebagian (besar) masyarakat sebagai: tidak memuaskan. Dan karena pelanggan PLN seperti kami merasakan bahwa hak kami untuk mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik — tidak terpenuhi. Maka boleh dong kami mendapat sebuah wujud ganti rugi akibat pemadaman yang terjadi karena kelalaian pengoperasian PLN. Bukan begitu?

hak-konsumen-pln

Ini PLN yang tulis sendiri di laman mereka.

Mari, kita lihat lagi peraturan yang ada di negeri ini.

keppres-ri-nomor-104-tahun-2003

Keppres RI Nomor 104 Tahun 2003 Pasal 3

Jadi, kira-kira, kompensasi dari PLN apa ya? Pengurangan biaya tagihan? Atau hanya “Mhn maaf, dpt dbntu nama, no. telp, no. ID Pel & almt (Jl,RT/RW,kel/kec,wil/prov)? pdm byk rmh/1 rmh sj? (stf)”

  • Wirda Weird

    Kemarin malam, pas mati lampu yang ketiga kali, aku udah hitung2an bodoh versi aku. nggak sampe kali2an kwh-nya juga sih,tapi itungan kasar, dengan waktu penggunaan kwh listrik yg terpotong sebanyak 240 jam (dengan hitungan pemadaman selama 8 jam per hari), maka sudah seharusnya PLN melakukan pengurangan biaya tagihan.
    Dan aku baru tau, bahwa udah ada Keppres tentang pengurangan biaya tagihan ini di Pasal 3 ayat 2 dengan begitu jelas

    • Aku dapat tulisan kakak itu, juga karena baca twit-twit kakak :-)

      Something fishy is going on, kalau tagihan listrik gak jauh berbeda antara saat tidak ada pemadaman dibandingkan setelag menjalani pemadaman. :))