#Medan26Maret

vox populi vox dei

Suara rakyat (adalah) suara Tuhan, kurang lebih begitu lah arti kutipan di atas. Dan terkait aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM belakangan ini, setelah dipersiapkan dengan baik, sepertinya rakyat Indonesia menyampaikan langsung suaranya ke jalanan. Langsung menunjukkan protes terhadap rencana/kebijakan pemerintah. Ya, langsung-langsung saja, cukup sudah dengan para wakil rakyat yang kemarin dipilih itu.

Aku bukannya tidak setuju dengan aksi demonstrasi yang kemarin sudah bikin panik segelintir penghuni Medan (dan hari ini juga semoga tidak ada yang panik berlebihan di Jakarta), hanya saja aku tidak ingin menyemangati orang yang salah.

Demo  BBM di Medan

yang di sini biar awak aja yang amankan, teman2 lain coba awasi yang di Polonia ya..

Toh kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara Indonesia kan? Seperti yang dicantumkan dalam  UUD 1945, yang diatur dalam Pasal 28E ayat (3) dengan bunyinya bahwa

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat

Tapi koq ya belakangan seolah-olah kebebasan tersebut bersifat bebas sebebas-bebasnya tanpa pembatasan sehingga justru melanggar kebebasan orang lain.

Pengalaman kemarin di Medan sudah membuktikan; banyak anak gak bisa berangkat menuju sekolah mereka karena angkutan umum di-sweeping untuk ikutan demonstrasi. Atau kakak sepupuku yang gak berani buka toko di Petisah karena takut rusuh. Kalau kejadian Bapakku yang kejebak arus massa dari Patumbak sih, biarin aja, udah gede gitu koq, laki-laki juga.

Jika teman-teman ada yang terlibat demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM, dan teman-teman memang paham dan punya alasan yang bagus, aku tidak akan adu argumentasi dengan kalian yang lebih paham. Apalah awak ini.. Yang cuma bisa browsing hingga tahu sedikit-sedikit saja;

Ada teori yang menjabarkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah untung dengan harga BBM yang sekarang, tapi keuntungannya gak jelas dikemanakan.

Ada juga yang menyampaikan pesan berupa pencerahan bahwa kenaikan BBM ini masih wajar jika dibandingkan dengan negara lain (harga BBM kita masih lebih murah setelah dinaikkan nanti).

Secara pribadi, aku gak keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan BBM (atau dengan kata lain, mengurangi subsidi BBM). Bahkan aku akan sangat mendukung kebijakan ini, jika ke depannya memang bisa membuat kinerja pemerintah menjadi lebih baik lagi, terutama dalam memperbaiki taraf kehidupan rakyat.

Kalau toh juga demonstrasi berhasil membuat pemerintah menangguhkan kebijakan untuk mecabut subsidi BBM, pastinya itu hanya sementara. Karena lambat laun bahan bakar fosil akan semakin langka dan harganya akan semakin naik. Itu lah kenapa kemarin aku menyuarakan agar ada pihak yang serius menjajaki kemungkinan dipergunakannya teknologi baru untuk menciptakan pembangkit tenaga dari sumber yang terbaharukan (angin, matahari, dll).

Jadi buat teman-teman yang kemarin turut tumpah ke jalan, juga buat para pengambil keputusan di jajaran pemerintah, selama niat kalian memang demi kebaikan rakyat Indonesia (dan bukan kepentingan politik atau golongan) aku doakan yang terbaik yang terjadi di negara ini.

(Gambar Ultraman di atas aku dapat dari broadcast BBM)