Jujur saja, setelah sekian lama ngerasa bosan dan tidak pernah menggubris dengan gembar-gembor pemilihan Presidan A.S. di bulan-bulan sebelumnya, aku baru tadi lah mendengarkan dengan telingaku sendiri, menyimak dengan seksama pidato seorang Barrack Obama. Walaupun pasti ada tuh jur-tul yang menyiapkannya, bekerja sebagai tim dengan Obama. Tetapi tetap saja, mendengarkannya memang begitu menggugah perasaan.
Tapi selain hari ini adalah hari yang akan diingat dalam sejarah warga negara Amerika, tapi hari ini juga adalah hari dimana nama Ucup bin Sanusi akan diingat oleh rakyat Indonesia yang menyaksikan acara pelantikan Barrack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44.
Kalau teman-teman nonton acara pelantikan yang disiarkan secara langsung oleh MetroTV, dan memperhatikan dengan seksama, pasti ngerti apa yang saya maksud

Buat yang gak nonton, atau yang gak memperhatikan.. oke deh saya cerita’in. Dalam tayangan tersebut, Metro TV menambahkan teks judul berita di bagian bawah layar (bukan di bawah TV ya). Saya gak tahu pasti apa istilahnya, pokoknya yang serupa dengan “caption” lah. Nah, biasa kan yang ditampilkan seperti “Pidato Pertama Obama sebagai Presiden” atau “Persembahan Musik Menjelang Pelantikan Obama”, nah tadi aku sempat lihat yang seperti ini
Ucup bin Sanusi
Operator Lift

Selamat Bang Ucup, nama anda masuk tipi dan yang utama: bukan dalam Program Berita Kriminal!
Tapi diluar kejadian yang hanya berlangsung sekejap mata itu, sebenarnya pidato yang disampaikan oleh Obama benar-benar luar biasa. Kata-kata yang bertujuan untuk menyadarkan rakyat Amerika (dan dunia) bahwa ketika kita jatuh, maka tiba saatnya untuk bangun; ketika masalah muncul, maka kita harus hadapi; bikin aku betah nungguin beliau berpidato sampai pada kalimat penutup “God bless America”
Satu hal yang “gw banget” adalah saat dia memaparkan prihal kesulitan untuk mengubah sistem pemerintahan menjadi lebih efisien. Ketika orang merasa bahwa sulit untuk mengubah (atau mengatur) sesuatu yang besar, itu adalah wajar tetapi tidak tepat untuk mengamininya (kata dasar: amin, bukan Al-amin Nasution). Maunya kita bangsa Indonesia juga bisa menyadari hal itu, kalau memang kita adalah negara besar (wilayah dan area politiknya) bukan berarti harus sabar berdiam dalam kesulitan, tetapi justru harus berbuat untuk menggebrak kesulitan tersebut.
-
http://mmuach-mmuach.blogspot.com riri
-
me
-
http://bazt.wordpress.com/ bazt
-
http://raeyans.info raeyans
-
http://segelascappucino.wordpress.com boon_chiet
-
http://www.sapta.web.id Erwin Sapta
-
http://rafaeltrisno.wordpress.com trisnok
-
http://ngetikdi.blogspot.com hawee
-
http://oktaweb.net okta
-
http://mekkelbojak.blogdetik.com Loneliness Whitebear
-
http://belajarseo.com/konsultan-seo-dan-pakar-seo Belajar SEO
-
http://www.creativejunction.com.au advertising design
-
http://segelascappucino.wordpress.com boon_chiet
-
http://nyariduitreceh.blogspot.com/2009/01/aku-untuk-negeriku-pemikiran-sederhana.html rayearth2601
-
http://www.emyz.blogspot.com emyz
-
http://narmadi.net Narmadi
-
http://www.sendalbirunie.com nie
-
http://alisyahsamosir.wordpress.com alisyah samosir
-
http://secundaputri.com audy
-
http://dehasibuan.blogspot.com anggie hsb…























