Persiapkanlah Diri Sebaik Mungkin

Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan bahwa persiapan yang baik adalah kunci kesuksesan. Tidak ada tujuan untuk memojokkan pihak tertentu, karena saya pun sadar sebagai manusia – sudah tempatnya untuk salah dan lupa. Jadi saya harap saya tidak terpuruk seperti kasus Bu Prita Mulyasari
:lirik:

TKP: Kantor SAMSAT – Jln. Sisingamangaraja, Medan
Urusan: Perpanjangan STNK (ganti plat nomor Sepeda Motor Kawasaki)


[Nich masuk ke bagian pengajuan Hasil Cek Fisik Kendaraan Bermotor]

Petugas: “Oke, beres, ke Loket 2 ambil dan isi Formulir.”

[Nich melaksanakan instruksi dan langsung milih duduk di sebelah Pemandu favorit di kantor itu, sesekali nanya-nanya (urusan formulir, bukan ukuran tubuh) sambil ngisi formulir]

[Usai mengisi formulir, Nich serahkan berkas ke Pemandu]

Pemandu: “Pak, ini kalau pakai Surat Kuasa, artinya bukan pemilik langsung yang mengurus.”
Nich: “Emang, soalnya orang tua gak bisa datang hari ini, kemarin waktu datang bareng gak selesai karena Cek Fisik harus pakai blanko resmi POLISI. Jadi ya hari ini aku sendiri, pakai surat pernyataan”
Pemandu: “Kalau gitu harus ganti map. Minta map kuning ke Loket 2.”

[Nich ke Loket 2 (lagi) dan membeli yang namanya “map kuning” – map untuk berkas surat-surat yang pengurusannya dilakukan oleh bukan pemilik langsung.]

[Nich menyerahkan berkas ke Pemandu]

Pemandu: “KTP asli yang punya, mana?”
Nich: “Lha, itu ada fotokopi-nya koq.”
Pemandu: “Gak bisa Pak, harus disertakan yang asli.”
Nich: “Oo, gitu yah. Oke duduk yang manis. Aku ambilkan”

[Nich yang sudah dikenal sebagai biker nekad, tancap gas dari SM Raja ke rumah orang tua di Tj. Sari]

Pak Sihotang: “Udah pakai surat kuasa, udah dilampirkan fotokopi koq mesti bawa yang asli?”
Nich: “Udah lah, kita ini rakyat jelata. Nurut aja sama aturan main.”

[Nich kembali tancap gas ke kantor SAMSAT. Gak pakai nerobos lampu merah, yo]

[Setelah mengamankan kendaraan di parkiran, Nich langsung nyerahin berkas ke Pemandu yang lagi duduk manis]

Pemandu: “Kenapa Pak?”
Nich: “Aduh, tampang keren gini koq sebentar aja udah lupa sih? Ini yang tadi ketinggalan KTP asli.”
Pemandu: “Oh iya.”

[Pemandu langsung ngerapiin berkas]

Pemandu: “Langsung aja ke Loket 14, Pak. Cepaat.”
Kawan Pemandu yang Sok Penting: “Dan tutup tuh!”

Aku cuek aja, masa’ kerjaan ngebut 28menit dijabanin, giliran melangkah ke Loket yang cuma 40detik langsung patah semangat karena sorak-sorak penggembira. Peh!

[Nich tiba di Loket 14 yang berada di ujung ruangan, dekat pintu keluar]

TUTUP

Begitu lah bunyi papan pesan Buka/Tutup yang ditempel di kaca loket.

[Nich langsung tanya-tanya, ke sosok yang terlihat pakai seragam]

Nich: “Pak, gak bisa satu berkas ini saja. Baru jam 2 kurang 3 menit nih.”
Pak Polisi: “Macam mana mau dibuat, petugasnya udah gak ada.”
Nich: “Kalau besok, berkas ini pengurusannya dilanjutkan ke orang tua yang notabene pemilik langsung kendaraan. Bisa tinggal jatuhkan berkas ini disini?”
Pak Polisi: “Ya gak bisa, harus ganti lagi pakai map merah, dan cabut Surat Kuasa.”
Nich: “Baik. Terimakasih Pak”

[Nich cabut ke parkiran, sambil berdendang]

Yah, itu lah awal kerjaan hari ini. Sedikit menilik, sebenarnya memang salah anakmudanya, suruh siapa gak bawa berkas yang lengkap (KTP, Kartu Keluarga, Akta Lahir, kalau perlu sekalian Kartu Anggota Klub Tenis punya Bapak-ku). Jadinya harus nempuh perjalanan bolak-balik – buang waktu setengah jam lebih.

Aku pribadi harus akui cukup salut dengan jam kerja di kantor tersebut. Jam 12 siang sampai jam 1 siang, semua aktifitas tutup – karena jam makan siang. Trus jam 2 siang, sudah bubar pestanya. Ckk..ck.. Kami aja “nginfus orang sakit” di TST Pak Haji semalam, dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi – gak pakai istirahat makan antara jam 12 dan jam 1. Aje gile.

Jangan Cepat Menyerah

Tapi dibalik itu semua, kalian bisa lihat. Setidaknya dicoba aja dulu. Walaupun terasa waktunya sudah mepet, tapi mencoba menyediakan dua hasil akhir – SUKSES atau GAGAL. Kalau tidak mencoba, cuma satu yang kau dapat: GAGAL TOTAL!
:licik:

  • bener banget maz, segala sesuatu emang harus dicoba dulu….
    and jangan menyerah sebleum peranggg:sip:

  • setuju.. kalo gak dicoba, gak akan tahu hasilnya :nyembah: btw soal kantor itu.. yah harap maklum lah :(

    • nichpakaich

      he,he,he
      saya sudah siap dengan “maklum” di hati, kang

  • Hehehe… Birokrasi Kompleks :puyeng:

    • nichpakaich

      sebenarnya baik, tapi kurang beres di bagian verifikasi, Lae.
      coba kalau dari awal aku dikasih tahu, gak perlu nunggu lama buat melengkapi berkas.. iya toh?

  • berjuang terus..pantang menyerah…

  • ticha

    Pemandu: “Kenapa Pak?”
    Nich: “Aduh, tampang keren gini koq sebentar aja udah lupa sih? Ini yang tadi ketinggalan KTP asli.”
    Pemandu: “Oh iya.”

    hukk,,,huk,,hukk,,, ga kuku ngebaca nya,,, sambil senyum-senyum nich.. hehehe

    –lestina–

  • begitu toh

  • :hihi: mauny abang bawa blackout atau wakilnya biar jadi backing xixixi

    • nichpakaich

      dah lupa kaw?
      BlackOut kan udah ganti nama (baca: naik ke kuali)

  • Go Go Go !!! kata” “indah kali ini adalah “Bayarlah pajak kendaraan bermotor anda tanpa melalui CALO” :ngakak: :ngakak:

    • nichpakaich

      sebenarnya, ada dua kategori “calo”

      1. yang menggantikan kita untuk repot-repot ngantri
      2. yang bisa melindas prosedur

      aku lebih simpatik sama jasa jenis pertama

  • wah keren neh…

  • heheheh..itulah birokrasi kita bang.
    BTW cepet juga ngebutnya.salut awak :nyembah::nyembah:

    • nichpakaich

      namanya juga ngebut naik Ninja.. *wush-wush*

  • san

    Udah capek-capek, tapi sia-sia juga…
    memanglah indonesia ini, yang mudah dibuat jadi sulit.
    :puyeng:

  • kok pelayanan samsatnya buruk buangeet sih????tetep semangat bro

  • Ya ya yahh itulah indonesia, makanya negara kita semakin terpuruk saja, tidak maju2

  • Maju terus Indonesia ayo MAJU!!!!!!!!!! :nyembah:

  • :puyeng: bener nich,,bikin pusing..

  • Oke dah, kadang kala mencoba bisa menjadi senjata ampuh bagi kita….so, nggak ada kata menyerah…:sip:

  • hahaa…
    arif bintang yang bijaksana..:sip: