Valentine atau Pale Entin?

Pagi tadi dapat BM di Grup BBM tentang sejarah Valentine versi Tanah Betawi, dua kali

:ngakak:

Eits, tenang dulu, postingan kali ini bukan tentang sejarah Valentine. Kalau mau tahu soal itu, bisa tanya ke Om Google (semoga terhibur dengan Google Doodles versi Valentine).

Oke, selain BM tadi, banyak informasi seliweran sedari pagi yang lama-lama bikin aku ingin mengimbangi kebebasan berkespresi orang-orang dengan kebebasan berekspresi-ku. Ingat, kita punya hak toh? Semoga hak kita tidak saling mengangkangi hak orang lain.

Bukan aku tak setuju, tapi barangkali kita memaknainya dengan cara yang berbeda. Konotasi (negatif) yang melekat dengan Valentine, aku juga tak suka.

Saya pernah baca tulisan (lupa dimana) yang memaparkan betapa hari-hari besar tidak lebih maknanya dari sekedar usaha toko-toko mainan, atau toko-toko pakaian, atau toko-toko makanan dan toko-toko lainnya – untuk meningkatkan penjualan.

Valentine tak lebih dari usaha pabrik coklat supaya dagangannya laris manis

Christmas Day tak lebih dari usaha pabrik mainan untuk mendongkrak penjualan (Black Friday)

Jadi situ gak setuju dengan perayaan Valentine dengan mengangkat kejadian di Jombang sana yang remajanya melekatkan budaya Valentine sebagai kesempatan untuk bermesraan dengan lawan jenis?

Atau situ beranggapan bahwa mengungkapkan kasih sayang itu seharusnya dilakukan sepanjang tahun-tahun yang ada, bukan hanya di satu hari spesial saja?

Jadi sebenarnya, perayaan itu perlu dimaknai atau sekedar selebrasi? Terserah mau jawab apa, yang pasti aku berterima kasih buat yang berusaha menjaga kewarasan bangsa ini. Seperti guru PMP-ku yang pernah berkata; bahwa dalam menyikapi masuknya budaya asing, kita harus mampu memilih dan memilah – filter dan adaptasi.

Ya, itu semua pemikiran orang. Pendapat yang bebas diutarakan. Pendapat yang mengajak manusia agar tidak berlaku baik hanya di hari baik, tapi di setiap hari. Pendapat yang indah, memang.

Lalu siapalah awak nii, yang dengan jadwal sepele-gini masih kelimpungan ngatur waktu buat nemanin pacar makan siang bareng.

  • http://heruls.net/ HeruLS

    Ada cara sederhana dan mudah dilakukan jika kita tidak menyukai sesuatu, tanpa harus menyinggung siapa pun, yaitu “Diam”.

  • http://melalak.com ndro

    ada baiknya jg bang menurut aku, angka penjualan naik, orang makan berdua rame, pajak terkumpul, gaji awak pun lancar :sip: ya muter lagi duitnya… xixixi

  • http://www.kiosherbal.net/obat-tradisional-kanker-rahim/ obat tradisional kanker rahim

    semua orang bebas berpendapat asalkan pendapatnya itu masih berada dijalur yang benar….bukan begitu???