Internet Income

Sebagai seseorang yang kesehariannya berkutat dengan internet, saya berusaha mengimplementasikan apa yang menurut saya “bisa disebut” efisiensi waktu. Dari sekian jam saya berkutat di dunia maya, saya berusaha memanfaatkan waktu tersebut untuk sesuatu yang produktif. Yaitu mengais dollar dari internet, tentunya diiringi tekad dan usaha. Perlu disadari tidak ada yang namanya jalan instan menuju kesuksesan, demikan halnya dengan apa yang saya jalani disini. Dan mungkin beberapa orang sudah sanggup hidup dengan mengandalkan pendapatan dari metode meraup dollar dari internet.

Tulisan yang saya buat ini mungkin akan berasa panjang kalau dilihat sekilas, tapi apa yang saya tawarkan adalah suatu peluang, semua terpulang kepada anda untuk menentukan langkah selanjutnya – diambil atau dilewatkan. Jadi buat yang “belum” memiliki niat untuk belajar tentang apa yang saya tawarkan, silahkan kembali ke kandang monyet saya dan biarkan monyet-monyet lucu yang ada disana menghibur diri anda.


Berhubung halaman ini semakin lama, semakin panjang saja. Saya siapkan Daftar Isi untuk memudahkan navigasi.

 

  1. Menangani Informasi Keuangan Anda
  2. Apa itu PayPal dan AlertPay?
  3. Memulai Aksi
  4. Tentang Referral
  5. PTC (Paid-to-Click)
  6. PPP/PR (Paid Per Post/Paid-Review)
  7. Bisnis Iklan
  8. Penutup

Menangani Informasi Keuangan

Selama ini, metode pembayaran yang digunakan di internet sudah semakin banyak jenisnya. Ada metode pembayaran dengan kartu kredit, transfer bank dan bahkan pengiriman cek langsung. Setiap jenis pembayaran ini tentunya memiliki sifat yang spesifik, saya tidak akan membahas semuanya tapi akan memberikan sedikit gambaran tentang apa yang saya gunakan dan alasannya.

Mungkin istilah carding sudah tidak asing lagi di telinga anda. Ini adalah aktifitas penggunaan data kartu kredit milik orang lain tanpa ijin dari sang empunya, bisa dibilang mencuri (walaupun yang dicuri hanya data dan bukan fisik kartu kreditnya). Hal ini disebabkan data kartu kredit jatuh ke tangan orang yang berniat jahat, dan biasanya mengambil tempat pada transaksi elektronik di internet.

Misalnya untuk login ke situs berkategori “dewasa” akan diminta data kartu kredit dengan alasan verifikasi umur (dengan asumsi tidaklah mungkin anak dibawah umur memiliki kartu kredit, setuju?). Tapi apa jadinya kalau informasi kartu kredit tersebut malah jatuh ke tangan orang lain? Belum lagi kalau data tersebut dicuri dengan teknik penyadapapan data, phising dan sebagainya.

Jadi mengirimkan data kartu kredit dalam arus lalu-lintas data di internet memang mengundang resiko bagi pemiliknya. Untuk itulah maka saya menggunakan solusi proses pembayaran. Seperti e-Gold, PayPal atau AlertPay. Berhubung saya tidak menggunakan e-Gold, saya hanya akan membahas 2 yang terakhir saja.

Ke Daftar Isi

PayPal dan AlertPay

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. AlertPay Logo

PayPal dan AlertPay adalah solusi proses pembayaran online yang menurut saya termasuk aman. Layanan mereka memungkinkan penggunanya untuk menentukan cara pembayaran; apakah itu melalui kartu kredit, rekening bank (terbatas ke beberapa negara saja) atau via transfer saldo tanpa harus melakukan pertukaran informasi keuangan. Jadi informasi kartu kredit anda (misalnya), terjaga aman antara anda dan PayPal.

Untuk mendaftarkan diri, anda dapat mengklik banner di atas yang akan mengarahkan anda ke halaman registrasi. — (reff.)

Mungkin kegunaan dari solusi proses pembayaran tersebut bisa saya jabarkan sebagai berikut:

  • Informasi finansial (misalnya, kartu kredit) yang digunakan sebagai tujuan pembayaran, hanya dikirimkan satu kali saja (ke account PayPal, atau AlertPay).
  • Untuk tujuan pembayaran, cukup mencantumkan account agen pembayaran saja, yang biasanya adalah alamat email yang anda gunakan pada waktu mendaftar. Sekali lagi, anda tidak perlu mengirimkan informasi finansial ke situs atau pihak lain.
  • Semua pembayaran jasa diarahkan ke account agen pembayaran yang anda gunakan. Jadi anda hanya menggunakan satu account untuk berbagai keperluan, ringkas bukan?
  • Pada akhirnya, seluruh dana yang tersimpan di dalam account agen pembayaran, dapat anda uangkan (cashout) ke rekening tujuan transfer, misalnya saya yang menggunakan rekening Bank BCA. Dan kalau anda berpikir, apakah ada potongan untuk pihak agen pembayaran ini, anda benar. Memang ada pemotongan untuk hal ini, dan anggap saja itu fee atas jasa mereka.

Dengan begitu informasi finansial anda tidak dikirimkan sembarangan – ke setiap tempat anda bertransaksi, tetapi tersimpan aman di account solusi proses pembayaran saja. Untuk memilih jenis solusi proses pembayaran yang anda gunakan, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda.

Pada awal pergelutan di aksi mendulang dollar lewat internet ini, saya hanya menggunakan AlertPay berhubung saya tidak memiliki kartu kredit sebagai syarat utama memverifikasi account PayPal. Tetapi untuk kendala ini, saya sudah menemukan sebuah solusi. Yaitu dengan menggunakan layanan VCC.

Ke Daftar Isi

Memulai Aksi

Ada banyak kemungkinan untuk memanfaatkan akses internet anda demi tujuan mengais dollar. Pertama, yang tergolong bersifat pasif. Dan yang kedua, bersifat aktif. Bersifat pasif dapat dilakukan dengan (misalnya) membuat sebuah blog dan menempatkan iklan disitu. Sedangkan bersifat aktif dapat dilakukan dengan (misalnya) mengikuti program PTC (paid-to-click) atau PTR (paid-to-review, dikenal juga dengan istilah Paid Per Post). Saya pribadi memulai aksi dari mengikuti program PTC, karena saya tidak begitu paham seluk beluk dan teknik blogging yang optimal (seperti SEO, PageRank, meningkatkan trafik, dsb). Toh saya pikir, sambil menjalani PTC, saya bisa pelajari tentang teknik-teknik blogging tersebut.

Tetapi seiring waktu, saya juga mulai menggeluti beberapa jenis pendekatan yang bersifat pasif. Dan percayalah bahwa “emang ada duitnya”
:mataduitan:

Ke Daftar Isi

Tentang Referral

Baik, yang akan saya jabarkan disini adalah pendapat pribadi saya. Tetapi menurut saya, dunia akan jauh lebih indah (bagi para “pendulang dollar lewat internet”) jika orang-orang bisa berlaku jujur dan terbuka. Untuk itu, saya akan memulainya.

Pada umumnya, kegiatan mendulang dollar lewat internet menyertakan program-program referral. Yaitu, kesempatan dimana seorang pengguna (yang telah terlebih dahulu tergabung) dapat memperoleh pendapatan lebih jika (catat, JIKA) dia bisa mengajak orang bergabung di dalam program tersebut. Nah, member-member baru yang berhasil diajak ini lah yang kemudian mendatangkan bonus bagi sang perujuk-referrer.

Saya pribadi telah mendapatkan banyak referral di beberapa program PTC yang (pada awalnya) saya geluti. Dan beberapa masa belakangan ini, jujur saja saya kurang frekuentif lagi untuk menjalankannya. Tetapi tidak begitu halnya dengan referral saya, yang kemungkinan baru saja bergabung dan sedang berkobar semangatnya untuk beraksi setiap hari. Tidak ada yang salah dengan itu, “kaki” saya tetap mendapatkan sejumlah yang memang dia patut dapatkan, atau dengan kata lain “tidak ada yang dirugikan” Dan saya pun tetap mendapatkan komisi yang saya pantas dapatkan.

Yang mau saya angkat, adalah tentang kesediaan menjadi referral bagi orang lain. Karena hal ini sebenarnya cukup penting untuk diperhatikan.

Kadang kala, dan bisa saja, terjadi praktek yang kurang sehat oleh karena niat buruk dari sang referrer (yang bagi saya sangatlah tidak etis) Hal ini bisa saja saya lakukan dengan cara menggembor-hebohkan suatu program untuk mengajak orang lain, tetapi setelah saya memiliki banyak referral lalu saya tidak lagi melakukan apa-apa dan hanya menunggu setoran bonus dari referral saya.

Beberapa peyedia program memiliki cara tertentu untuk mengatasi hal ini, misalnya dengan memberikan batas minimum jumlah aksi yang harus dilakukan setiap member (termasuk seorang referrer) sebelum melakukan pencairan dana. Tetapi beberapa program lain sama sekali tidak menerapkan aturan apa-apa terkait hal ini. Nah, kejadian seperti ini yang kerap membuat orang enggan untuk menjadi referral bagi orang lain. Menyedihkan, disaat seharusnya kita memupuk kebiasaan untuk saling tolong menolong, orang-orang malah berusaha untuk tidak menerapkan hal tersebut pada kegiatan “mendulang dollar lewat internet”

Tetapi adalah tidak fair juga (menurut saya) jika saya mencantumkan sebuah banner dengan link referral di blog ini, dan mengharapkan para pengunjung saya (yang tertarik dengan apa yang saya paparkan) mau bergabung di dalam program yang saya tawarkan dengan menjadi “kaki” saya. Tetapi di kesempatan yang lain, ketika saya membaca sebuah program yang juga menjanjikan, saya justru tidak sudi untuk bergabung di bawah bendera sang referrer. Lucu ya, mengingatkan saya pada lagu dang-dut “mau nyubit, tapi gak mau dicubit
:no:

Ketahuilah:

Tidak satu pun program yang saya geluti di usaha “mendulang dollar lewat internet” ini, saya mulai dengan niat menghapuskan link/ID referral yang disiapkan oleh orang yang mengenalkan program-nya kepada saya

Ya, ada pengecualian untuk satu program yang saya geluti tanpa menjadi referral bagi orang lain, berhubung ID sang referrer tidak saya peroleh (dan blog tempat dia mengenalkan program tersebut beserta link referall-nya, tidak bisa diakses pada waktu itu).

Lalu kenapa saya getol untuk menyuarakan hal ini? Karena jika anda tidak memiliki referrer, yang artinya anda tidak punya “kepala” Maka anda menjadikan diri anda sebagai komoditi bagi para pengelola program, untuk diperdagangkan kepada mereka-mereka yang siap membayar untuk mendapatkan “kaki” yang aktif.

Jadi coba pikir lagi, ketika anda merasa anda bahagia bermain tunggal, dan melakukannya dengan semangat 45. Ternyata ada orang yang mendapatkan keuntungan dari itu, dan lebih parahnya lagi.. orang itu bahkan tidak anda kenal. Saya rasa jika menyadari hal itu, anda akan berpikiran;

Tau gini, mendingan kemarin aku gabung jadi referral si-M aja.. itung-itung, dia kan kawan. Kenapa malah ngasih kontribusi ke orang asing, kalau ada teman yang dikenal..

Setuju kan? Kenapa harus jauh-jauh kalau ada yang dekat.

Ke Daftar Isi

Paid to Click

Berikut adalah daftar program PTC yang pernah saya geluti. Silahkan daftar ke situs PTC berikut, saya sudah sediakan 8 daftar dibawah:

Tenang, saya akan jelaskan ini semua. Biar bisa paham maksud dan tujuannya. Secara singkat:

Situs-situs PTC (Paid to Click) adalah situs yang membayar sejumlah dolar kepada anda setiap kali anda mengklik iklan yang ditampilkan di situs mereka. Hal ini adalah mungkin dan sah karena, para pemasang iklan memang membayar situs-situs PTC supaya apa yang mereka tawarkan dilihat oleh orang!

Jadi anda luangkan waktu untuk anda “melihat” iklan yang disediakan, anda kebagian duit! Blum lagi konsep referral, merekomendasi diri anda kepada orang lain untuk ikutan (seperti yang sudah saya lakukan). Satu hal yang jadi perhatian, anda harus punya cukup waktu untuk ikutan disini. Kalau toh emang bisa online 8 jam sehari (anda-anda para penikmat fasilitas kantor) kenapa tidak ikutan?

Sebagai gambaran, situs-situs PTC akan membayar anda 1 sen ($) untuk setiap “click” terhadap iklan yang anda lakukan (tarif dan jumlah iklan bisa beragam) Coba kita hitung-hitung dulu, jika satu situs PTC menyediakan 10 link iklan per-harinya. Jadi:

Dan itu adalah hitung-hitungan untuk satu situs PTC, dengan angka link iklan yang sangat minim (10 link / hari). Bagaimana jika anda ikuti 7 program PTC? Bagaimana kalau sehari anda bisa click 20 link per situs? Do the math.

Tapi berhubung PTC ini sangat menyita waktu, dan juga kesabaran.. saya sudah hentikan perjuangan disini. Terlalu melelahkan buat saya yang cukup disulitkan dalam hal manajemen waktu.

Ke Daftar Isi

Paid-to-Review (atau Pay Per Post)

Selain menempatkan PTC, masih ada metode pemasaran yang lebih “aktif” lagi, yaitu PR (Paid-Review). Dimana blogger mempromosikan suatu produk dalam entry blognya, dan memperoleh fee atas “jasa” tersebut. Jadi pemasang iklan tidak lagi membayar buat space iklan tetapi langsung membayar blogger yang me-review produk mereka. Ini merupakan suatu strategi pemasaran yang lebih efektif dibandingkan iklan, karena pengunjung tentunya mengunjungi suatu blog untuk membaca isinya (ketimbang meng-click) iklannya.

Tentunya tidak gampang untuk memperoleh kesempatan tersebut, ada kriteria yang menjadi “nilai jual” blog tersebut untuk dapat memperoleh “pekerjaan” seperti itu. Seperti PageRank, trafik, umur blog dsb. Walaupun ada saja penyedia kesempatan yang mau memberikan “pekerjaan” tanpa memperhatikan kriteria seperti itu. Nah, oleh karena itu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum bisa mengais dollar dengan cara yang satu ini. Perlu dipelajari lebih lanjut tentang meningkatkan SEO, bagaimana mendongkrak trafik, memperoleh tautan-balik, dan lain sebagainya.

Salah satu yang baru saya mulai adalah Host My Post–(Reff.) Sebuah program PR yang tidak lagi mewajibkan penggunanya membuat postingan sendiri terkait job yang diberikan. Melainkan, pengguna tinggal mempublish postingan yang sudah tersedia. Mudah bukan? Cukup sudah hari-hari penuh peluh mengarang sesuatu yang (terkadang) memiliki banyak kriteria untuk dipenuhi.

Dan berikut adalah beberapa program PR yang saya ikuti dan beberapa diantaranya telah membayar:

SRAdvertise On This Blog

snapbomb

Dan yang selama ini paling gampang untuk saya ikuti adalah Blogsvertise, berhubung gak pakai bid (tawar harga) segala – tinggal nungguin job, kerjakan dan submit URL. Hee,hee sejauh ini, yang satu ini yang paling banyak memberikan kontribusi dalam pundi-pundi PayPal saya.

Update 4 Agustus 2011

Bagi kamu yang merasa keberatan kalau harus ikutan Paid-Review berbahasa Inggris, ini ada satu program yang mengutamakan blogger Indonesia. Namanya IdBlogNetwork. Asalkan kamu memang punya blog yang dikelola dengan baik, tawaran dengan tarif premium bisa jadi kamu dapatkan.

Ke Daftar Isi

Bisnis Iklan

Sekarang, satu strategi yang menurut saya sedikit “pasif” tapi bukan dalam artian “melepas ikan di telaga dan panen kalau sudah besar” adalah memanfaatkan situs pribadi atau secara khusus blog.

Blog sudah mengalami sedikit pergeseran dari makna harafiafnya, web log (disingkat; b-log), yang dulunya cenderung seperti “buku harian online“. Sekarang beralih menjadi media distribusi informasi, yang notabene tidak selalu bersifat personal. Hal ini mungkin karena content blog dapat dikelola dengan mudah, tanpa perlu pengetahuan teknik programming yang mendalam oleh pemiliknya (yang cenderung dialami website pada umumnya) dan terutama lebih sering mengalami update terhadap isinya.

Pemilik blog mulai memanfaatkan space yang tersedia di halamannya untuk menempatkan iklan, dan para pemasang iklan tentunya akan jeli dalam menanggapi kesempatan promosi seperti ini (apalagi jika blog tersebut ramai pengunjung). Dan darimana dollar diraup? Jawabannya adalah, dari setiap click yang dilakukan pengunjung terhadap iklan yang kita tempatkan. Inilah kenapa saya anggap pendekatan ini terbilang “pasif” karena pemilik blog hanya bisa berharap iklan yang ditempatkan cukup menarik minat pengunjung untuk meng-click-nya.

Akan tetapi, beberapa penyelenggara program PPC menerapkan sebuah konsep yang dikenal dengan impression atau kesan. Yaitu, dengan memberikan penghargaan juga atas kemungkinan sebuah iklan terlihat oleh pengunjung, walaupun iklan tersebut tidak diklik. Dan beberapa program lagi, justru langsung membayarkan fee untuk pemasangan iklan di blog, dengan harga yang disepakati di awal (tanpa menghitung jumlah klik, atau impression) untuk rentang waktu tertentu.

Beberapa program yang saya ikuti, adalah:

Monetize your web site

Buy and sell Text Links

Ke Daftar Isi

Penutup

Penjelasan saya mungkin masih kurang detil, kurang jelas dan sebagainya. Mohon maaf atas kekurangan tersebut, tapi memang untuk membahas internet income tidak bisa sesingkat menjelaskan kepada anak kecil darimana datangnya adek bayi. Tetap tongkrongin blog ini, untuk melihat kalau-kalau saya memperoleh tips yang bisa saya bagikan kepada anda. Dan jangan enggan untuk bertanya, karena malu bertanya..jalan-jalan lah
:hihi:

Ke Daftar Isi