Masih Percaya Media Sosial?

Pernah gak kamu berdebat dengan orang lain dan landasan argumentasi kamu — yang berasal dari informasi yang kamu dapat dari media sosial — ternyata salah?
:puyeng:

Sebenarnya banyak yang sadar, tetapi entah kenapa memang sulit untuk selalu mengingatnya; bahwa media sosial pada dasarnya tidak selalu berpondasikan fakta.

IMHO, media sosial itu ibarat wadah ngerumpi. Yang mau pamer perjalanannya ke pantai, bisa pamer foto. Yang mau ngebahas gosip, bisa berkicau. Dan yang gak bisa keluar rumah pun, tetapi bisa hangout bareng. Ya, walaupun banyak yang memanfaatkan Twitter sebagai ajang untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat lewat kultwit (dengan satu tab Wikipedia terbuka disebelahnya) tetapi, tetap saja, kurasa tiap pengguna media sosial yang menyimak memiliki peran untuk melakukan cek dan ricek sebelum meneruskan informasi yang didapatnya.

Kalau boleh kusimpulkan, akurasi informasi yang bisa didapat dari media sosial terbatas kepada tingkat akurasi yang dilakoni oleh tiap penggunanya. Dengan hadirnya segala macam orang di media sosial (mulai dari akun pseudonym pembahas intrik politik, hingga individu-individu dengan fanatisme agama yang tinggi) yang tiap-tiapnya berani bersumpah akan kebenaran yang dibagikan, tentunya sulit bagi kita untuk menentukan dalam sekejap informasi mana yang sebenarnya bisa atau tidak dapat dipercaya.

Jadi, kalau lain kali argumentasi kamu terbukti salah, jangan ngotot yah. Segera luruskan, dan sebarkan kebenarannya dengan usaha yang sama gigihnya ketika kamu menyebarkan informasi yang ‘salah’ tadi.

  • Wirda Weird

    Sempat mau share informasi di atas, tapi ntah kenapa batal. dan bersyukur krn nggak jadi share.taunya bahwa itu nggak bener juga dari path. bahaya kalau setelah baca info ini langsung dipraktekkan.
    teliti sebelum share judulnya

  • Makin hari sebenarnya pengguna (netizen) sosial media di Indonesia semakin kelihatan tidak lagi ‘smart’ (amatan saya) entah kenapa ya, apa banyak status di sosial media semisal Facebook yg begitu cepat, gara2 kucing itu saya pun mengulas cara pemberitaan hoax yang merajai Facebook setelah layanan BBM.

    Ah, Indonesia Netizen. Terlalu :)

    • Iya, bro. Era hoax BBM sekarang dilanjutkan di Facebook. Saya gak bilang bahwa yang share hoax itu “kurang smart” ya, ente yang bilang tuh :-p

      • Asal yang pakai smartphone harus smart dong ya, eh hahahaha :D

  • seharusnya pengguna internet indonesia memanfaatkan social media untuk berbagi informasi bermanfaat bukan untuk ajang narsis dan ngobrol aja