Memantau Update Blog Teman
Sudah sekian lama, rutinitas blog-walking tergerus dengan kegiatan lain yang menuntut prioritas lebih. Kalau diingat-ingat lagi, dulu tuh wawasan terus berkembang seiring waktu. Itu berkat tulisan teman-teman sekalian yang beragam jenisnya.
- Ada yang tentang makin’ money from blog (ini yang paling sering ditemukan)
- Ada yang merupakan catatan harian pribadi (tapi dipublikasi, lha?)
- Ada yang merupakan essai penuh kritik akan kondisi dunia (semoga tetap betah berada di dunia)
- Ada juga yang aku gak bisa jawab temanya apa, yang pasti semua turun disitu
Tentunya aku gak nuntut setiap penulis blog harus bikin artikel yang sesuai dengan seleraku. Toh juga, terkadang artikel tentang cara bikin masakan malah memberi manfaat berupa cara bertahan hidup a la anak kost – walaupun sebenarnya artikel tentang makanan lebih sering mengundang napsu

Tapi yang pasti, seperti kata Lae Parlin.. adalah sebuah kekecewaan kalau singgah ke blog teman – yang artinya sudah dikenal, sudah tukaran link – eh, isinya gak ada update sejak terakhir dikunjungi.
Nah, untuk itu, aku sarankan, bagi teman-teman yang gak mau mengalami apa yang dirasakan oleh Lae Parlin; coba deh lakukan pendekatan feed-subscribe. Itu maksudnya daftar-berlangganan, jadi setiap ada postingan baru akan ada sistematika yang meneruskan (kalau tidak semua, sebagian dari) isi postingan terbaru ke Feed Subscriber kamu. Feed Subsciber ini bisa beragam bentuknya, misal:
- Google Reader bisa diakses via web
- Bisa juga lewat Email (Subscribtion by Email)
- Feeds Sidebar (di browser Flock ada nih)
- dll..
Tergantung sih lebih milih yang mana. Tapi saranku, buat yang sering pindah-pindah mesin komputer, mungkin memanfaatkan Google Reader adalah pilihan yang lebih tepat. Karena semua disimpan di akun Google kamu, jadi bisa diakses darimana saja.
(masih gak sreg dengan bunyi terjemahan-account)
Jadi sudahkah anda memanfaatkan feed-subscriber anda?
Update 16 Maret 2013:
Layanan Google Reader akan ditutup pada tanggal 1 Juli 2013.
Pingback: Sayangi Teman dengan RSS — Blog Manusia Biasa
Pingback: Menunggu Paket Cinta - Nich bukan nik atau nih