Nikah, ya ngundang-ngundang dong

Sebagai pasangan yang sudah baru saja menikah, pada beberapa kesempatan, aku dan Yuni pernah berpapasan dengan  kerabat dan kolega yang – dengan dahi mengkerut – berkata;

Nikah koq gak ngundang-ngundang!?

Tak kami sangka, 750 eksemplar undangan-adat dan 200 eksemplar undangan-nasional, plus Facebook invitation ternyata masih tak cukup untuk menjangkau semuanya. Memang salah dan lupa ada di kami, untuk itu kami pun meminta maaf berkali-kali.

Dari sekian banyak persiapan menuju hari besar kami, kesulitan yang kami hadapi untuk mengundang orang-orang ke acara pernikahan kami ada dua. Boleh lah dibaca, hitung-hitung sharing dari kami

  1. Merancang undangannya
    Keinginan awal kami sih undangan diurus sepenuhnya oleh pihak percetakan. Tapi ternyata tak bisa dipenuhi. Aku  kerap menghabiskan waktu di percetakan; entah untuk mengantri nunggu giliran, atau duduk di meja desainernya buat ngerjain layout undangan dan hal teknis lainnya. Ya, ujung-ujungnya aku juga yang ngerjain racangan undangannya. Pihak percetakan tinggal mengerjakan urusan cetak saja. Ketahuilah, urusan desain ini menyita waktu – sangat menyita waktu.
  2. Distribusi undangannya
    Setelah undangan selesai dicetak, tibalah waktu untuk mengantarkan undangan. Tentunya sebelum aku mengarungi jalanan kota Medan, kami terlebih dahulu menyusun daftar penerima undangan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan.
    Untuk undangan adat; seperti kebiasaan pada adat Batak, orang tua kami bisa membantu proses distribusi undangan ini. Begitu juga dengan punguan (acara perkumpulan marga) yang cukup efektif untuk membagikan undangan berhubung amangtua yang ini, uda yang itu, atau amangboru si anu, bisa dijumpai sekalian dalam satu waktu dan satu tempat. Walau tentunya untuk kerabat dekat, aku sebagai calon mempelai harus meluangkan waktu untuk mengantarkannya secara langsung.
    Nah, tiba giliran undangan nasional nih, yang diperuntukkan bagi rekan kerja, teman sekolah, teman kuliah, teman-teman komunitas, atau kawan-kawan berkicau di Twitter. Untuk kelompok yang satu ini kami harus handle sendiri distribusi undangannya, di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan segala sesuatu menjelang hari besar kami. Urusan yang satu ini terasa berat ketika harus menyesuaikan jadwal ketemuan dengan yang hendak diundang. Belum lagi, banyak teman yang sudah merantau kemana-mana.
    :phew:

Undangan Pernikahan Online

Ya, kami tidak hanya membatasi diri kepada undangan cetak saja. Ketika itu kami sepakat untuk menggunakan Facebook sebagai sarana untuk menjangkau teman-teman yang berada jauh. Kami berpikir invitation online merupakan solusi bagi masalah distribusi kami. Beberapa teman memang sudah disiapkan undangan cetaknya, tetapi buat jaga-jaga kami pun undang secara online dengan Facebook Event.

Satu hal yang menjadi pertimbangan kami untuk mengundang semua orang di Facebook (walaupun orang tersebut sudah mendapat jatah undangan cetak), adalah untuk memperkirakan jumlah tamu yang akan hadir di resepsi nasional kami. RSVP di Facebook, menurut hemat kami, bisa membantu memperkirakan hidangan yang sebaiknya dipesan. Ingat, konsumsi itu penting, sodara-sodara!
:hihi:

Setelah semua persiapan itu, setelah antisipasi masalah dengan mempersiapkan undangan online juga. Ternyata masih banyak juga undangan yang tak tersampaikan. Alhasil, ada yang kecewa karena tidak mendapatkan undangan. Tetapi ada juga yang walau gak sempat untuk dihantarkan undangan resmi, tetap masih berkenan hadir karena melihat invitation online yang kami siapkan.

Semoga nama-nama yang sempat kami undang lewat Facebook, tidak memutuskan untuk tidak hadir karena undangan yang diterima hanyalah undangan online. Walau mempersiapkan undangan online memang murah, tetapi ketahuilah bahwa niat kami untuk mengundang, tulus adanya.

Terima kasih kami, buat yang berkenan hadir walau tidak dapat undangan cetak. Terima kasih juga buat yang walau tidak hadir, tapi tetap menyampaikan doa dan restunya. Kami sadar, gak semua aware dengan notifikasi event pada Facebook. Dan semoga, tidak ada yang tersinggung karena undangan yang bisa kami sampaikan hanyalah invitation online.

Tulisan ini disertakan dalam Datangya Blog Competition