WordPress 3.6 Code-name Oscar

 

Sebenarnya, sebelum #Oscar lahir, nama itu sudah kami pilih bersama keluarga. Entah kenapa, rasanya kebetulan yang satu ini, memang bukan kebetulan biasa. WordPress sudah jadi bagian hidupku, dan mereka (tim WP) memilih nama yang sama dengan nama (waktu itu, masih calon) anakku — yang kini juga menjadi bagian hidupku. Pikirkanlah sendiri.

Kelebihan WordPress 3.6

Oke, sebenarnya yang menjadi kelebihan versi terbaru ini (rilis 1 Agustus 2013) ada beberapa, dan yang membuat perubahan ini terasa cukup signifikan bagiku adalah kehadiran theme Twenty Thirteen yang baru dan segala fitur dan fungsionalitas yang disediakannya.

Default Theme yang baru — Twenty Thirteen tidak hanya memberikan sentuhan warna-warni yang berkesan era 70-an pada bagian header, tetapi keistimewaannya adalah dalam mengimplementasikan post format yang cukup beragam; audio, video, quote, link, status, atau format postingan biasa — dan memberikan tampilan yang berbeda untuk jenis post format yang dipergunakan. Bagi para pengguna Tumblr barangkali hal ini sudah lama dinikmati. Ya,  aku pun menggunakan Tumblr. Tetapi ini kita sedang membicarakan WordPress yang keunggulannya tidak hanya terbatas kepada urusan tampilan.

Buat yang sudah merasakan kekuatan custom post type miliki WordPress, pastinya sudah menyadari bahwa sejak lama fitur post format ini sudah bersemayam di jeroan blog engine yang satu ini. Ya, kali ini mereka menyajikannya dengan lebih apik agar tidak membingungkan penggunanya (masih ada koq yang sulit membedakan antara post dan page).

Responsive Theme — Twenty Thirteen adalah contoh responsive theme yang sangat baik, yaitu theme yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tampilannya terhadap ukuran layar pembaca.

Patut diingat, pada era sekarang ini jumlah pengguna internet yang menggunakan perangkat mobile untuk berseluncur di dunia maya tidak lah sedikit. Sehingga adalah penting untuk memastikan bahwa tampilan blog kita disajikan dengan baik pada setiap jenis perangkat. Sudah lewat era dimana setiap membuka sebuah laman website dari hape, pengunjung harus zoom-in & zoom-out untuk menikmati konten yang sudah disediakan.

Built-in Media Player — Salah satu fungsionalitas yang juga cukup nyaman pada WordPress 3.6 adalah kemudahan untuk melakukan embedding berbagai pemutar multimedia. Barangkali ada yang pernah menemukan kendala ketika melakukan copy-paste kode video Youtube; ketika postingan di-publish bukannya menampilkan video yang dimaksud, tetapi yang terlihat hanyalah area kosong. Ya, pada versi WordPress sebelumnya barangkali kamu pernah utak-atik file functions.php untuk bisa menambahkan tag <iframe> ke dalam area postingan kamu.

Sejauh ini, tiga hal di atas adalah perubahan yang paling berasa bagiku. Dengan WordPress 3.6 dan bermodal default theme-nya, siapa saja bisa membuat website atau blog yang berkesan menarik. Dan aku pun mewujudkan satu blog untuk #Oscar dengan WordPress 3.6 ini.

wordpress-36-oscar

WordPress 3.6 dengan Theme Twenty Thirteen