BlackBerry, Istri dan #BBBaru

Sudah beberapa waktu, saya tidak lagi menjadi pengguna BlackBerry. Bukan karena berganti haluan sih sebenarnya, tapi murni karena desakan butuh modal untuk nikah

Tapi jangan disangka langsung dijual dengan judul BU yaa.. Bukaan, bukan dijual. Simak deh ceritanya.

Memilih Smartphone Pertama

Sukses Instalasi OS BB Sendiri

OS 5.0.0.1067 Installed!

Sebenarnya jika ditilik lagi, alasan kenapa saya memilih untuk menggunakan BlackBerry, adalah karena saya butuh alat kerja yang praktis dan efisien untuk membantu saya selalu terhubung ke internet dan mengelola ini-itu yang terkait dengan usaha saya. Waktu itu adalah awal-awalnya saya membuka layanan hosting Ngemengdotcom. Dan karena push email adalah fitur utama yang saya kejar. Saya gak muluk-muluk milih model teranyar waktu itu, cukup satu unit Gemini 8520. Alhasil, respon email dari (calon) pelanggan dapat saya lakukan dengan cepat.

Seiring waktu, keterhubungan dengan orang banyak pun terfasilitasi dengan BlackBerry itu. Mulai dari kemudahan untuk dihubungi lewat BBM, juga koneksi ke berbagai media sosial yang selalu menyala, membuat komunikasi dengan kolega dan teman-teman serta sanak saudara menjadi praktis, dan cepat. Benar-benar mudah, selayaknya manfaat yang bisa ditawarkan oleh sebuah perangkat smart-phone. Ditambah lagi, kesempatan yang waktu itu sempat saya nikmati karena penawaran paket BIS dari XL yang benar-benar murah (ingat kan, paket Full BIS 49rb/3-bulan). Semakin menekan anggaran komunikasi lah, ceritanya

 

BlackBerry, Investasi Cerdas untuk Peluang Usaha

Blackberry senilai 2-juta-lebih-sedikit kemarin itu, membuat saya bisa memutar roda bisnis dengan usaha yang lebih lagi. Kalau boleh saya utarakan, investasi itu sudah menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar dari angka yang dikeluarkan. Bahkan bisa saya paparkan, bahwa aktifitas yang bisa saya lakukan untuk menambah pundi-pundi penghasilan, semakin bertambah bentuknya. Seperti yang pernah dibagikan oleh @budionodarsono dalam roadshow Detikcom yang pernah saya ikuti; gadget seperti ini membuat rutinitas mobile tak lagi memberikan halangan yang tak bisa ditangani. Kerja dimana saja, kapan saja – dengan tetap mengingat orang-orang terkasih di samping-depan-belakang –  bisa dilakukan. Praktisnya, sebagai seorang blogger, yang kerap didera perasaan bersalah kalau tidak update blog, sudah tidak lagi menjadi rintangan bagi saya.

Istri saya (Yuni waktu itu masih berstatus pacar) pun merasakan manfaat Blackberry dengan baik. Ya, dia pun memilih untuk menggunakan BlackBerry gak sekedar buat BBM-an dengan saya, tapi juga bisa ‘menghasilkan’. Investasinya lebih kecil, karena waktu itu beli BlackBerry yang paling murah yang bisa didapat di pasaran, dan langsung terjun ke aktifitas jualan baju via group BBM. Naah, berhubung BlackBerry yang dipakai sang istri mulai cengap-cengap karena spesifikasi teknisnya yang gak terlalu mumpuni. Akhirnya saya pun merelakan Blackberry Gemini itu untuk dipakai oleh istri tercinta, hingga saat ini. Hitung-hitung buat bantu persiapan nikah dan kehidupan sesudah acara pernikahan, gitu lho.
Bukankah dibalik setiap pria sukses ada perempuan yang mendukungnya? *tsaah*

Membicarakan pernikahan, satu kesuksesan BlackBerry dalam menjembatani jarak antara saya dan istri, adalah ketika kami melakukan persiapan pernikahan kami. Saat itu saya yang berdomisili di Medan harus terpisah dengan Yuni yang kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan beberapa hal penting di daerah asalnya. Banyak hal yang kami kerjakan bersama dengan bermodal BlackBerry, seperti;

  • Memilih souvenir pernikahan yang kami pilih di pasar masing-masing — dengan cara membandingkan gambar souvenir pilihan kami, yang kami kirim via BBM
  • Memilih venue dan pengurus dekorasi yang akan dipergunakan dalam rangkaian adat — juga dengan berkirim gambar dan link website
  • Sampai menangani check-list — yang kami susun bersama dengan menggunakan GoogleDocs

Yaa, itu lah segelintir manfaat yang sudah saya rasakan dengan BlackBerry dan alasan kenapa ketikan postingan ini dibuat, secara pribadi saya tak lagi menjadi pengguna BlackBerry. Sudah pernah memang, ingin memiliki satu unit BlackBerry baru. Tapi seperti perangkat elektronik pada umumnya, giliran udah ngumpulin duit eeh, keluar lagi model terbaru dengan spesifikasi yang lebih mumpuni – dan harga diatas anggaran, tentunya. Seperti seri teranyar yang baru dirilis, BlackBerry Z10 yang sudah gak keluar-keluar jam pasir lagi itu lhoo. Kapan ya punya yang beginian..(?)

Ayo, silahkan dijawab.

  • jam pasirnya udah dikemanain bro?
    mudah2an xl dengar doamu bro..
    menang dan dapatkan tuh bb…
    hehee..

  • Aminnn, Bang. Tapi memang mehong juga sih sebenernya, terlalu kaget jauh berbeda dengan versi terdahulunya. 

  • hasian_cinduth

    ini diikutsertakan dalam lomba bang? hahaha….. untuk para pebisnis, BB ini emang paling mendukung, tapi kalau bagiku yang HP aja bisa ga tau ada dimana, BB ini semacam pemicu emosi, tang ting tung mulu, hahaha….. jadi cuma pakai 3 bulan, langsung dadahdadah sama BB itu. :D

    • gampang nghilangin henpon maksudnya? alamak..

      • hasian_cinduth

        hahaha…bukan dihilangin bang, tapi kl dirumah HP ga pernah di cek ada pesan/telp masuk, jadi asal taruh aja…trus lupa kan naruh dimana, ntar dicarinya kl pas perlu aja :))

  • Asag

    entar kalau dapet. Langsung kutampung yo. *keker*