Hari ini, tanggal 17 Agustus 2008, tepat 63 tahun Indonesia Merdeka. Saya orang Indonesia, dan saya mengakui keberadaan saya dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yah, integritas itu perlu teman. Dan nasionalisme memang sudah sepatutnya dipupuk, dibina dan dipelihara di dalam diri kita.
Negara ini adalah negara yang subur, kaya akan sumber daya alam, dan menopang kehidupan lebih dari 200juta jiwa (dan saya terbilang didalamnya). Sebuah negara yang memiliki pencapaian besar, dalam upaya merebut apa yang hari ini dirayakan sebagai hari kemerdekaan. Tidak sedikit pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita. Ntah itu pejuang kemerdekaan, atau ibu-ibu yang membantu menyiapkan ransum para pejuang. Mereka patut mendapat apresiasi dari kita (jangan cuma mendorong pihak pemerintahan ke depan untuk urusan ini).
Saya ingin mengajak kita semua untuk turut ambil bagian dalam mengisi kemerdekaan. Kalau dulu jaman sekolah, bapak/ibu guru selalu menganjurkan “belajar dan belajar” sebagai bentuk partisipasi. Sekarang, setelah memasuki usia dewasa. Semakin banyak yang bisa kita lakukan untuk nusa dan bangsa ini. Taat wajib pajak, patuh akan peraturan lalu lintas (anti damai di tempat), dan menerapkan ucapan “jangan tanyakan apa yang sudah negara ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan kepada dirimu: apa yang sudah kau berikan kepada negara ini” (mungkin masih banyak lagi yang bisa dilakukan, tapi yang terpikir dan saya jalani ya yang tersebut di atas).
gambar diambil dari Hakimtea.com
























Pertamax


Merdeka


MERDEKA JUGA
SEMOGA BANG NICO JUGA MERDEKA YA , SEMOGA WEB NYA KITA BLOGGERSUMUT.NET MERDEKA JUGA DARI PROBLEM
wahhhh maaf bukan maksud nothing . liat tulisan di atas keterusan dan semangat gede , jadi gede semua
nyang penting
semangatttttttt
merdekaaaaaaa
Merdeka semuanya….
Tiap bln gaji gw di potong untuk negara (pph21)
saya setuju aja dgn kalimatnya presiden Kennedy yg kamu kutip itu, cuma barangkali lebih cocok bwt negara yg masyarakatnya kenyang ya…
“makan gak makan, asal ngumpul” .. iya toh, mbak?