Aug 17
Sudah, anakmudanya sudah kembali di Medan. Saat ini bahkan aku sudah kembali berada di tengah-tengah hiruk pikuk basecamp (DreamNet) yang dipenuhi dengan anak-anak peminat PointBlank. Tidak banyak yang berubah, selama sebulan tempat ini aku tinggalkan, hanya saja sepertinya besar pengaruh bulan Ramadhan disini. Biasanya kalau main PB selalu disertai dengan cacian, sekarang mereka ganti umpatan dengan “masyaoloh”.

Gelasnya aja tuh yang "BINTANG" isinya Kopi Pahit
Sekarang aku sudah tidak lagi direpotkan dengan kebutuhan akan koneksi internet, atau kebutuhan akan tempat kerja yang nyaman di hati (baca: tidak perlu keluar biaya banyak seperti waktu di Jakarta). Dan sekarang aku bisa puas nyeruput kopi dengan frekuensi yang seperti biasanya.
Ya, senang rasanya bisa kembali ke lingkungan yang pas, lingkungan yang dikenal dengan baik.
Jadi biar lah melalui postingan ini aku ucapkan salam buat teman-teman yang menjalani ibadah puasa. Semoga full yah ibadahnya.
Dan karena bertepatan juga hari ini adalah tanggal 17 Agustus, artinya anakmudanya boleh dong mengucapkan juga..
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 65
Walaupun tadi tidak ikut upacara (baik yang nyata maupun yang digital), karena dua hari terakhir tepar di rumah..
Aug 20
Menyerang tradisi panjat pinang dari sudut pandang tertentu sepertinya jadi kerjaan baru, setidaknya itu yang kulihat dalam minggu-minggu perayaan hari Kemerdekaan RI yang ke-64. Dua sumber; satu dari koran dan satu dari televisi, dengan jelas menekankan betapa tradisi panjat pinang harus di-”retas” ulang karena dianggap menggambarkan kondisi rakyat yang bergelimpangan dalam lumpur kemiskinan. Dengan jelas dilafalkan, bahwa tradisi tersebut adalah sebuah bentuk sindiran dari kalangan bawah untuk para pemimpin bangsa yang terbalut kenyamanan di atas sana.
Ya, orang bebas berpendapat, tapi aku memaknai panjat pinang dengan cara yang berbeda.
Mau tahu makna yang kudapat?
Aug 14
Ada sedikit curhat ku kali ini. Walaupun maunya ini bisa dijadikan sebuah wejangan, tapi berhubung ingat-umur, aku sadar tak pantas berlagak bijak.
Bagi teman-teman yang sekarang menginjakkan usia dua-puluhan, mungkin masa sekolah kalian dulu tidak jauh berbeda dengan yang ku alami. Mungkin waktu SMA kita sama-sama sering berteriak “woooo..” (walau beberapa ngakunya sudah pakai teriakan “SOB“). Mungkin kita dulu sama-sama sering meratapi hari Senin karena harus baris dalam upacara bendera. Tapi yakinku, sekarang semua sudah lupa akan perasaan itu. Sudah sedikit diantara kalian yang ku kenal, melakukan upacara di masa-masa sekarang ini.
Baca kelanjutannya.. »
Aug 18
Waa! Hari ini sudah tanggal 18, selesai semua yang namanya agenda 17an. Dan yang pasti, tahun ini saya tidak kebagian apa-apa. Tidak ikut upacara, tidak turut dalam acara bersih-bersih, tidak ada partisipasi dalam panjat pinang, atau ambil bagian pada bentuk perayaan lainnya. Nyesal juga sebenarnya.
Coba-coba ingat, terakhir kali ikut yang namanya 17an, kapan yah? Dulu jaman SMA, masih ikut panjat pinang. Jaman kuliah, Agustus itu pas masa-masa liburan (keluar dari asrama) .. jadi kaya’nya nihil juga. Pas jaman kerja di Batam, aku ingat betul kalau aku ikutan lomba ping-pong dan karaoke. Terus, sejak kembali ke Medan, belum pernah ambil bagian apa pun dalam perayaan kemerdekaan.
Mungkin betul yah lirik lagu “Anak Medan”
biar kambing di negeri sendiri, yang penting banteng di perantauan
wakakaka.. ntah kenapa, kalau di luar wilayah aku aktif berkegiatan, tapi justru di wilayah dalam .. melempem

Jul 17
Ada kejadian yang bikin miris tadi pagi. Ketika Kadal sedang recok-recoknya ngatur strategi buat ngalahin tim lawan, waktu Oskar lagi mencak-mencak kebingungan karena tembakannya gak ada yang kena. Sebuah suara, tanpa kuda-kuda awal; atau ucapan selamat pagi apalagi permintaan ijin untuk berbicara, tiba-tiba saja merusak suasana permainan.
“Mana, boss-mu?”
“Bendera.. Pasang bendera!”
“Gak mau tahu aku. Nanti ku obrak-abrik tempat ini”
Kira-kira itu bagian dari dialog yang saya ingat, dan bisa dikutip untuk menekankan (dengan sengaja) betapa cara seseorang menyampaikan pendapat bisa begitu tidak mengenakkan.

Cerita lengkapnya..
Pembaca Sebelumnya
Gabung dalam komunitas ini