Memaknai Panjat Pinang

Celoteh 44 Komentar »

Menyerang tradisi panjat pinang dari sudut pandang tertentu sepertinya jadi kerjaan baru, setidaknya itu yang kulihat dalam minggu-minggu perayaan hari Kemerdekaan RI yang ke-64. Dua sumber; satu dari koran dan satu dari televisi, dengan jelas menekankan betapa tradisi panjat pinang harus di-”retas” ulang karena dianggap menggambarkan kondisi rakyat yang bergelimpangan dalam lumpur kemiskinan. Dengan jelas dilafalkan, bahwa tradisi tersebut adalah sebuah bentuk sindiran dari kalangan bawah untuk para pemimpin bangsa yang terbalut kenyamanan di atas sana.

Ya, orang bebas berpendapat, tapi aku memaknai panjat pinang dengan cara yang berbeda.

Mau tahu makna yang kudapat?

WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·Remaja
Entries RSS Comments RSS Log in