Dec 27
Berusaha menjalani kembali hidup dengan bioritmik orang normal, emang susah buat aku yang bioritmiknya kacau. Semalam mumpung ngantuk berat di jam 11 malam, aku relakan untuk tidur malam. Walaupun kerjaan numpuk, aku toh gak bisa apa-apa selain tergeletak di samping si Boon-ciet sambil nungguin dia kerja.
Biasanya kan anakmuda yang satu ini tidurnya jam 7, 8, atau 9 PAGI, hitung sendiri deh jam berapa bangunnya. Niatnya sih supaya lebih “bisa dihubungi” sama makhluk-makhluk di seantero Medan ini, maklum lagi musim liburan nih. Jadi banyak teman yang pulang-kampung dan singgah di Medan. Kan kalau jam tayangku dipertahankan (sesuai jadwal team kalong) bakalan susah tuh teman-teman menghubungiku. Udah ada korban tuh, si J-Ko yang terkatung-katung di jalanan gara-gara gak tau mau nanya ke siapa, gimana caranya menghantarkan badannya ke basecamp soalnya nelpon aku, ya jelas lah gak kuangkat (wong tidur)

Haa, lanjut..
Nov 12
Saya baru menyadari, bahwa usaha saya untuk membuat satu tulisan baru di blog ini setiap hari sepertinya kurang berhasil. Mungkin ini terkait dengan bioritmik saya yang terbilang gak normal ini. Maklum, pergantian tanggal buat saya tidak selalu pada pukul 00.00

Dengarin deh celotehku ini..
Aug 12
Berasa lagi yang namanya sindrom hari Senin. Ya, itu tuh yang sering orang wakilkan dengan ucapan “I don’t like Monday” .. (walaupun beberapa mencoba memotivasi dunia dengan ucapan sebaliknya – “I do like Monday“) Bagiku, ini lah satu hari Senin yang baru setelah beberapa lama menikmati hari-hari selayaknya weekend tiada akhir.
Bangun pagi, sistem kemawasan diri tidak lah memberikan peringatan kalau aku sudah memasuki “hari Senin” .. masih cuek garuk-garuk, dengan kesadaran yang terbatas – aku ngeloyor nyari rokok, lalu kebingungan begitu melangkahkan kaki keluar ambang pintu warnet.. karena ibu yang jualan lontong sudah menutup lapaknya (waa.. gak sarapan hari ini). Parahnya, masih belum nyadar juga kenapa aku sampai bangun begitu siang; semalaman begadang nyiapin materi kerjaan buat “hari Senin”. Padahal beberapa hari, bioritmik yang kacau – sudah sempat kembali normal.

Oke, sekarang kelanjutannya..
Jul 22
Sekarang pukul 4:21 dini hari, dan aku sedang berjuang keras menahan kantuk. Mungkin yang sudah kenal aku bakalan bertanya-tanya kenapa “sudah” ngantuk di jam segini. Asal-mu-asalnya sih, dari usahaku berusaha membalikkan pola tidur (dan kerja) ke posisi normal semenjak hari Minggu kemarin, selepas kop-dar.
Kronologisnya,
- Aku berusaha menyelesaikan segala urusan hari itu dengan harapan, sebelum pergantian tanggal aku sudah terlelap. Dan aku berhasil, sekitar jam setengah dua-belas malam (belum masuk pagi dini hari) diriku sudah hanyut dalam peraduan a-la Jepang (baca: tidur melantai)
- Jam lima pagi, lewat dikit lah, aku terbangun. Kondisi sih, selayaknya orang yang baru tidur pulas, mata belek-an. Oke, aku turun ke warnet, buat main game!
- Jam tujuh, aku sarapan seperti biasa (ga boleh tidak). Sambil ngurusin kerjaan online sampai jam delapan lewat.
- Lucunya, jam setengah sepuluh.. AKU NGANTUK LAGI!

Baca perkembangan situasi..
Pembaca Sebelumnya
Gabung dalam komunitas ini