Berasa lagi yang namanya sindrom hari Senin. Ya, itu tuh yang sering orang wakilkan dengan ucapan “I don’t like Monday” .. (walaupun beberapa mencoba memotivasi dunia dengan ucapan sebaliknya – “I do like Monday“) Bagiku, ini lah satu hari Senin yang baru setelah beberapa lama menikmati hari-hari selayaknya weekend tiada akhir.
Bangun pagi, sistem kemawasan diri tidak lah memberikan peringatan kalau aku sudah memasuki “hari Senin” .. masih cuek garuk-garuk, dengan kesadaran yang terbatas – aku ngeloyor nyari rokok, lalu kebingungan begitu melangkahkan kaki keluar ambang pintu warnet.. karena ibu yang jualan lontong sudah menutup lapaknya (waa.. gak sarapan hari ini). Parahnya, masih belum nyadar juga kenapa aku sampai bangun begitu siang; semalaman begadang nyiapin materi kerjaan buat “hari Senin”. Padahal beberapa hari, bioritmik yang kacau – sudah sempat kembali normal.























Komunitas Blog Lainnya