Selamat Wisuda Ian

Salam 8 Komentar »

Postingan kali ini kudedikasikan buat adikku, Ian, yang sekarang sudah nambah embel-embel namanya terhitung Sabtu lalu (19 Nopember 2011).

Wisuda Ian Sihotang

Ian Christopher Sihotang, ST

Tolong fokusnya sama yang di tengah, yaa.. Itu dia, adikku. Yang baru saja lulus dari Universitas Bina Nusantara, jurusan Teknik Industri. Kelihatan kan mirip-nya. Jelas aja kami serupa, wong pabrikannya sama (dua orang dari kanan, itu orang tua kami).

Waktu aku twit Sabtu lalu dari ruangan sidang, beberapa membalas twit dengan ucapan selamat dan “selamat datang ke realita”. Barangkali di kepala beberapa orang, ini anak bakalan nambah jumlah pengangguran, atau akan segera menghadapi realita berburu lowongan kerja di Jakarta. Well, kalau boleh aku paparkan, dua tahun terakhir dia sudah kuliah sambil kerja koq
:hehe:

Sukur si Ian ini gak nyangkut ngejar karir lalu lupa akan kewajibannya untuk kuliah (banyak kan kejadian seperti itu). Sekarang katanya mau stay di ibukota dulu, setahun-atau-dua, yakin aja… pasti bakalan lama nyangkutnya
:hihi:

Baca kelanjutannya.. »

Mujizat Kalau Delay

Celoteh 5 Komentar »

Setelah mengikuti FGD Online Ethics Code drafting kemarin, aku kembali ke Medan pada hari Sabtu (17 September 2011). Dari awal sih memang sudah ambil tiket PP, soalnya berharap bisa ketemu dengan teman-teman yang ikutan dalam acara ON|OFF chapter Medan.

Dikarenakan ada teman yang mau nitip barang, jadi rencananya setelah check-out dari Hotel aku tinggal meluncur ke Perempatan Pancoran. Tapi rencana pun harus berubah. Si kawan nelpon dan bilang kalau dia dapat instruksi mendadak dari atasannya, dan aku diarahkan ke titik pertemuan yang berbeda. RS Hermina. DEPOK!

Dasar aku yang buta peta, diiming-imingi “tinggal lurus aja” pun aku nurut.

Dan setelah tertidur 2 kali, dan terbangun karena taksi yang kutumpangi nabrak mobil orang. Akhirnya aku tiba di rumah temanku itu.

Jam berapa pesawatnya, Nich?
Jam 4.20 take off, jawabku
Eh? Ini sudah jam 2. Perjalanan kesana makan waktu 2 jam lho. Udah, langsung jalan aja.

D’oh! Dari awal aku memang sudah wanti-wanti masalah jarak tempuh dan kondisi jalan. Aku gak mau sampai ketinggalan pesawat. Selama perjalanan, aku sempat was-was. Tapi karena jalanan padat akibat arus weekend, dan dua kali nemu perbaikan jalan di tengah tol – yang bikin macet – akhirnya aku memilih pasrah sempurna.

Si kawan pun sibuk BBM-an dengan aku, menanyakan posisi, menanyakan jalan mana yang ditempuh driver taksi, dan berbagai macam hal lainnya yang cuma kutanggapi dengan emoticon ketawa-ngakak-guling-guling. Dalam perbincangan telepon, antara aku dan dia, sempat kubilang “ya udah banyak-banyak doa supaya pesawatnya delay” dan dia berkata “mujizat kalau sampai delay

Aku memilih untuk mencoba sampai di counter check-in, dan melihat hasil dari usaha keras si bapak driver yang sudah berkali-kali melampaui batas kecepatan maksimum (ditandai dengan suara alarm yang bunyi lagi-dan-lagi). Tiba di counter, dengan sikap tak berdosa, kusodorkan itienary penerbangan yang sudah kusiapkan.

Petugas counter check-in pun berkata.
“Maaf, pak..”

“penerbangannya delay sampai 17.30″

Pengen teriak. Pengen loncat.
Tapi kupilih untuk tersenyum saja, lalu dengan ramah kubilang “Gak papa, mbak. Yang penting bisa pulang hari ini.”

Baca kelanjutannya.. »

Berpikir Tentang Etika Online

Berita 8 Komentar »

Hari Kamis tanggal 15 September 2011, anakmudanya meninggalkan kota Medan untuk merapatkan barisan bersama banyak teman-teman yang aktif di dunia online, dalam sebuah proses drafting untuk Kode Etik Online yang diinisiasi oleh ICT Watch.

Ketika awalnya diundang, aku bertanya-tanya ini tujuannya apa? Apa mau bikin dekrit, gitu? Apa orang-orang emang gak tahu pentingnya etika online? Emangnya ada orang yang merasa perlu dibuat sebuah hukum tertulis terkait  aktifitas online?

Pada Jumat, 16 September 2011, bertempat di Hotel Harris (Tebet, Jakarta) agenda pun dimulai. Acara yang terdiri dari rangkaian Workshop dan Focus Group Discussion ini berjalan dengan kronologis sebagai berikut:

  1. Workshop sesi pertama diisi oleh bang Sammy Pangerapan (APJII, “Internet Services for Community”) dan mas Sigit Widodo (PANDI, “Domain .id as Community Identity”)
  2. Workshop sesi kedua diisi oleh mas Anggara (Public Interest Lawyer/ICJR.or.id, “Freedom of Speech on the Net”) dan mas Nezar Patria (AJIIndonesia.org, “New Media on Today Perspective”)
  3. Workshop sesi ketiga diisi oleh Ross LaJeunesse (Head, Public Policy and Gov Affairs, Google – Asia Pacific) dan  Mike Orgill (Country Lead, Public Policy & Gov Affairs, Google – Southeast Asia)
  4. Workshop sesi keempat diisi oleh Pak Nukman Luthfie dengan topik “Etika 2.0″

Kepala ini serasa penuh menampung informasi yang dibagikan. Penawaran dan kesempatan yang terpapar, fakta-fakta baru tentang; betapa masih sangat kecil persentase orang Indonesia yang pakai domain .id, aturan main jurnalisme, banyaknya kasus di Indonesia yang tidak ditangani secara adil, dan bagaimana Google bersikap transparan terhadap kebijakan sebuah negara, benar-benar mencelikkan mata.

Serangkaian hasil survey pun menunjukkan bahwa memang Internet masih memaparkan kesempatan yang dapat merugikan orang lain, dan bahwa kebutuhan akan pendidikan tentang Kode Etik Online adalah hal yang ditunggu oleh pengguna Internet di Indonesia.

Hasil Survey Tentang Etika Online

Survey oleh ICT Watch

Baca kelanjutannya.. »

WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·Remaja
Entries RSS Comments RSS Log in