Enakan mana, masakan emak di rumah atau jajanan di luar?
Tulisan ini kudedikasikan untuk anakmuda yang berusaha untuk hidup sehat dengan mengurangi jam “makan-terbang” dan lebih memilih slow-food yang dimasak di rumah.
Sebagai anak yang berbakti, keseharianku berpegang kepada nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan oleh orangtua. Dan belakangan ini aku sedang menerapkan hidup hemat cara anak rumahan. Tak sulit, yang penting siap sedia membantu acara masak-memasak di rumah, sehingga tidak perlu makan di luar (hei, semua tahu makan di luar itu mahal, bisnis kuliner kan untungnya besar).
Selama beberapa waktu, ada sedikit pengalaman yang mengarahkanku menjadi penggemar sayur bening di rumah. Hal ini dikarenakan kalau Ibuku memasak sesuatu, apalagi jika melibatkan santan dan bumbu-bumbu lainnya, pastilah rasanya kacau di lidah (maap ya, Buu.. anakmu berusaha jujur nih).
Tapi kemarin itu aku mendapatkan satu pelajaran, entah kalau ini berlaku buat orang lain, tapi yang jelas efektif di aku.























Komunitas Blog Lainnya