Seharian kemarin, aku telah dedikasikan diri ini untuk mencurahkan perhatian kepada Motor Pawang Hujan-ku. Motor yang selama ini jadi teman setia yang mengantarkan aku kemana-mana, memang sudah cukup lama bertahan dengan kondisi fisik yang tidak sehat. Harus kita sadari, bahwa laka lantas tidak cuma mendera pengendara, tapi juga kendaraan yang diajak nyosor bareng. Setelah berbulan-bulan terpuruk, dan masih juga melayani kebutuhan jalan-jalan anakmudanya ke Pesta Danau Toba, kemarin si Kawasaki ku bawa ke bengkel.
Selama ini kecelakaan lalu lintas yang kuperbuat memang tidak pernah sepele, wajib ada yang pecah/patah/bengkok/berdarah (walaupun untuk bagian berdarah, cuma aku sendiri yang menanggungnya). Dan bolak-balik juga Kawasaki-ku ganti lampu depan. Padahal bagian ini pula yang paling mahal biaya spare part-nya

Tapi kondisi yang jelas bikin gak nyaman dan bisa mengundang laka lantas berikutnya (moga-moga gak ada lagi), adalah seksi/rangka-nya yang “lari” (istilah orang Medan buat kondisi “bengkok”). Karena bentuknya sudah tidak sesuai rancangan asli, maka manuver anakmudanya di jalanan jadi terganggu, karena setiap kali ada tekongan ke kanan pastilah motor-nya terseret liar di aspal (mana ban-nya sudah botak, lagi). Jadi kuputuskan urusan pertama adalah membenahi rangka yang sudah tidak normal tadi.














Komunitas Blog Lainnya