Rabu kemarin, anakmudanya nimbrung bareng Badia, Helda, Yuninanich dan Bang Iyus serta Joey dalam sebuah acara launching Festival Game 3D. Bertempat di Sun Plaza, Medan – kami berenam duduk manis menikmati perkenalan dengan teknologi televisi 3D milik LG (PT. LG Electronics Indonesia). Pengalaman yang membanggakan sebenarnya, karena blogger di kota Medan sudah mulai dilibatkan sebagai pelaku pemberitaan (duduk bersama dengan teman-teman wartawan kota Medan).
Banyak hal baru (tapi lama) yang kupelajari disitu.
Bahwa kacamata televisi 3D selama ini ternyata menggunakan baterai dan itu berat – pantas saja telinga berasa “pegal” selama ini.
Bahwa ternyata teknologi yang selama ini menyertai televisi 3D di pasaran adalah sebuah teknologi dengan ongkos produksi yang mahal.
Dan yang pasti, nonton televisi 3D tanpa kacamata 3D sama juga bo’ong

Teknologi Kacamata 3D
Sebelumnya, televisi 3D yang ada di pasaran, menggunakan teknologi active shutter glasses. Kacamata jenis ini menggunakan lapisan Liquid Crystal yang butuh asupan tenaga dari baterai, tak pelak kacamata jenis ini berasa berat (terasa di cuping telinga). Proses pemunculan efek 3D sendiri, diatur melalui proses blocking (menghalangi penerimaan cahaya) yang terjadi pada lensa kanan-dan-kiri secara bergantian dengan ritme tertentu (biasanya 120-kali dalam satu detik) sementara layar menampilkan perspektif berbeda dari gambar yang sama. Nah, proses ini yang bikin orang pusing kalau sudah berlama-lama nonton tayangan 3D, karena efek kedipan (flicker) tadi.
Untuk televisi 3D keluaran LG, teknologi yang digunakan adalah Film Patterned Retarder (FPR). Sama seperti kacamata 3D jaman aku eS-De dulu, jaman-jaman film Remi, kacamata yang satu ini gak pakai baterai karena tidak mengadopsi teknologi shutter yang mengandung efek flicker tadi. Kuncinya terletak di lensa yang terpolarisasi (polarized lens) – yang tidak berwarna merah-biru tentunya. Alhasil kacamata lebih ringan, dan pengguna terbebas dari gelombang elektromagnetik yang biasanya dihasilkan oleh baterai. Karena teknologinya seperti itu, alhasil biaya produksinya murah. Dan harga kacamata pun jadi murah. Makanya kalau beli unit TV 3D LG ini, bisa sekalian bawa pulang 10 pasang kacamata.
Tahukah kamu, kacamata 3D dengan teknologi active shutter glasses bisa dihargai sampai sejutaan. Dan kalau beli TV 3D jarang dapat kacamata banyak-banyak, karena harganya emang hal-ma.. Masa’ iya, gara-gara gak kebeli, lalu kamu nonton film 3D sendirian sementara yang disebelah nyerah lalu tidur karena matanya jereng?
Baca kelanjutannya.. »



























Komunitas Blog Lainnya