Nov 09
Minggu lalu, tepatnya tanggal 1 Nopember 2011, sebuah kesempatan untuk kembali ke kota kelahiran kudapat #berkatngeblog.

#berkatngeblog
Agendanya adalah untuk mengisi acara Launching Telkomsel Broadband City Lhokseumawe. Berangkat bareng Pak Eko Purwanto (Pendiri Webmedia Training Center) sebagai pasangan duet, kami menempuh perjalanan yang berdurasi 6 jam – kurang lebih minta maaf.

Telkomsel Broadband City Launching
Kebetulan aku diminta untuk menyampaikan materi tentang manfaat blog, dan kenapa harus ngeblog. Jujur saja, hashtag #berkatngeblog yang beberapa hari sebelumnya mewarnai timeline (bertepatan dengan Hari Blog Nasional, 27 Oktober) adalah contoh konkrit yang bisa dipaparkan ke para hadirin. Langsung saja beberapa tweet yang gentayangan aku comot dari beberapa akun twitter teman-teman di luar sana. Semoga tidak dituntut untuk embel-embel royalti yah

Ini adalah slide presentasiku (sebenarnya sih, bukan slide). Kira-kira cocok, boleh diadopsi – creative common rights applied, tentunya.
Yuk baca lanjutannya..
Mar 29
Wew, ini tulisan sudah lama ngendap di bagian draft. Anakmudanya lupa publish. Untung kemarin disinggung Helda tentang workshop detikcom, jadi ingat deng. Ceritanya tentang event yang terjadi (hampir) dua minggu lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 19 Maret 2011. Sabtu yang istimewa karena jarang-jarang anakmudanya harus bangun pagi-pagi untuk menghadiri sebuah seminar bertempat di Hotel Aryaduta dan dimulai jam 08.00 WIB.
(koq gak sekalian nginap aja lah disitu kemarin tuh ya?)

Seminar Online Media oleh detikcom
Seminar Media Online yang diselenggarakan oleh detikcom ini bertajuk “Citizen Journalism & Entrepreneurship“. Dan karena Medan termasuk dalam 7 kota tujuan roadshow, maka anakmudanya berkesempatan untuk menimba ilmu dan mendengarkan pengalaman yang pernah dihadapi oleh dua nama ini:
- Budiono Darsono (pemimpin redaksi dan pendiri detik.com)
- Adrie Subono (promotor Java Musikindo).
Well, sebenarnya ada satu sesi lagi, tapi saya kebetulan dapat panggilan alam jadi tidak ikut ketika perwakilan Telkomsel mengisi acara. Tapi katanya Rottee sih, sesi iklan gitu

Baca kelanjutannya.. »
Aug 20
Menyerang tradisi panjat pinang dari sudut pandang tertentu sepertinya jadi kerjaan baru, setidaknya itu yang kulihat dalam minggu-minggu perayaan hari Kemerdekaan RI yang ke-64. Dua sumber; satu dari koran dan satu dari televisi, dengan jelas menekankan betapa tradisi panjat pinang harus di-”retas” ulang karena dianggap menggambarkan kondisi rakyat yang bergelimpangan dalam lumpur kemiskinan. Dengan jelas dilafalkan, bahwa tradisi tersebut adalah sebuah bentuk sindiran dari kalangan bawah untuk para pemimpin bangsa yang terbalut kenyamanan di atas sana.
Ya, orang bebas berpendapat, tapi aku memaknai panjat pinang dengan cara yang berbeda.
Mau tahu makna yang kudapat?
Komunitas Blog Lainnya