May 26
Barangkali “kegelisahan” adalah modal awal yang baik untuk mulai menulis.
Hari Senin (23 Mei) lalu, saya berkesempatan untuk ikut dalam sebuah acara seminar yang diselenggarakan oleh Beswan Djarum. Acara yang bertajuk “Learn from the Experts.. Creative Writer with Raditya Dika” itu, menghadirkan sang penulis buku best seller “Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh” (2005).

Raditya Dika pada acara Beswan Djarum di USU
Saya angguk-angguk ketika seorang peserta workshop menuliskan cerita tentang event hari itu; bahwa tidak ada pembelajaran yang terjadi, karena sepanjang sessi-nya, Radith cuma ngebanyol dan bikin kita ngakak berjamaah. Tetapi secara perlahan, setelah diresapi (sambil ngebut naik motor matic) saya sadar bahwa aksi ngebanyol di atas panggung yang dilakukan oleh si Dick-a itu, sebenarnya sebuah percontohan yang baik.
Menulis adalah tentang persepsi
It’s not about what story you tell, it’s about how you tell the story
Beranjak dari situ, sepertinya kisah-kisah yang sederhana, yang terjadi sehari-hari, bisa dibuat menjadi menarik melalui sebuah tulisan (komedik seperti Radith, atau horor seperti Feni Rose). Dan dari sekian banyak kejadian atau cerita yang terjadi di sekitar kita, cerita mana yang pantas untuk dinaikkan sebagai tulisan? Naah, ini lah saat dimana kegelisahan itu perlu dipertajam..
Baca kelanjutannya.. »
Mar 29
Wew, ini tulisan sudah lama ngendap di bagian draft. Anakmudanya lupa publish. Untung kemarin disinggung Helda tentang workshop detikcom, jadi ingat deng. Ceritanya tentang event yang terjadi (hampir) dua minggu lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 19 Maret 2011. Sabtu yang istimewa karena jarang-jarang anakmudanya harus bangun pagi-pagi untuk menghadiri sebuah seminar bertempat di Hotel Aryaduta dan dimulai jam 08.00 WIB.
(koq gak sekalian nginap aja lah disitu kemarin tuh ya?)

Seminar Online Media oleh detikcom
Seminar Media Online yang diselenggarakan oleh detikcom ini bertajuk “Citizen Journalism & Entrepreneurship“. Dan karena Medan termasuk dalam 7 kota tujuan roadshow, maka anakmudanya berkesempatan untuk menimba ilmu dan mendengarkan pengalaman yang pernah dihadapi oleh dua nama ini:
- Budiono Darsono (pemimpin redaksi dan pendiri detik.com)
- Adrie Subono (promotor Java Musikindo).
Well, sebenarnya ada satu sesi lagi, tapi saya kebetulan dapat panggilan alam jadi tidak ikut ketika perwakilan Telkomsel mengisi acara. Tapi katanya Rottee sih, sesi iklan gitu

Baca kelanjutannya.. »
Mar 09
Kali ini, tanpa bermaksud menggurui, saya mau angkat sedikit materi yang kerap saya singgung di dalam sebuah workshop blog. Yaitu tentang konsep Web 2.0 yang jika boleh saya rangkum (terlepas dari perdebatan tak berujung di luar sana) sebagai; sebuah web-site yang dibangun oleh interaksi penggunanya.
Saya memang sengaja menekankan prihal “interaksi” pada sebuah blog saja, tanpa ada maksud menjual kata “Web 2.0″ sebagai jargon yang bisa memberikan kesan bahwa saya itu high-tech.
Ketika dulu sebuah website cenderung memberikan informasi satu arah (dari sisi pengelola) saja, sekarang tulisan saya di blog ini bisa dikomentari oleh orang lain (baik itu untuk diralat, disangkal, atau di-spam). Ya, komentar yang ditinggalkan disini, secara tidak langsung berkontribusi dalam memperkaya informasi yang saya sampaikan, setuju?
Kalau belum setuju, saya ada contoh kasus..
Direktori Tergabung