Nikmatnya hasil nge-Blog

Membaca judul di atas, barangkali di pikiran beberapa pembaca langsung terlintas pertanyaan “emang ada nikmatnya?”

*sruput kopi*

Kita mulai yah..

Nge-blog itu tidak lepas dari proses menulis, lho. Buat beberapa orang, menulis dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang sulit. Belum lagi proses berpikir – merancang apa yang mau ditulis. Harus saya akui, menulis bukan pekerjaan mudah, memang. Apalagi kalau niatnya untuk membuat sebuah tulisan yang bagus
:nyerah:

Tapi, seperti kata Raditya Dika (ketika mengisi seminar tentang Creative Writer di USU beberapa waktu lalu), semua tulisan itu awalnya jelek, tapi kita punya kesempatan untuk membacanya kembali dan menulis ulang serta melakukan perbaikan disana-sini. Jadi ya jangan tertahan untuk maju hanya karena kamu merasa tulisan kamu itu jelek.

Oke, sudah dipaparkan bahwa menulis yang baik itu sulit. Lalu dimana nikmatnya “menulis di blog” itu?

Pembelajaran, popularitas, bahkan uang dapat diperoleh dari blog.

Bagi mereka yang terpanggil untuk berbagi, media blog bisa jadi adalah pilihan yang tepat. Blog bukan lagi sekedar “online diary” yang isinya cuma cerita keseharian pribadi, tetapi sudah berkembang menjadi sarana distribusi informasi yang bisa diandalkan. Sebuah blog bisa diakses kapan saja, oleh siapa saja, darimana saja.

Bagi mereka yang ingin ‘eksis’, jalur blogger merupakan salah satu alternatif yang cukup mumpuni. Tabiat blogger yang ‘inklusif’, senang blog walking dan saling bertukar komentar yang membangun tulisan, bisa menciptakan kedekatan antara blogger yang satu dengan blogger-blogger yang lain.

Beberapa orang yang saya kenal, justru sudah berprofesi sebagai “full-time blogger” yang artinya sudah bisa mencukupi nafkah hidup dengan menulis di blog
(semoga ini adalah salah satu profesi yang bisa diterima oleh para calon mertua)

Dan satu orang teman saya, justru mendapat manfaat dari blog berupa kesempatan untuk jalan-jalan dan mendampingi musisi terkenal seperti Barry Likumahuwa, bukan karena tulisan yang menghibur atau menyentuh sukma, tetapi karena pembahasan sepenggal partitur lagu.

Itu semua adalah beberapa contoh yang saya dapat dari beberapa orang yang bercerita tentang blog, dalam event blogilicious. Sebuah event blogging yang bertajuk

fun-nya nge-blog, pentingnya nge-blog berkualitas sekaligus delicious-nya hasil nge-blog

Nichpakaich di idblogilicious Medan

Tanda Peserta Blogilicious Medan

Medan merupakan satu dari 7 kota rangkaian roadshow IdBlogilicious (Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta). Event yang dimotori oleh IdBlogNetwork ini dilaksanakan selama dua hari (yaitu pada tanggal 28-29 Mei 2011 lalu) dan mengambil tempat di Kemangi Food Court Mall Grand Palladium.

Blogilicious Horas Medan

Selama dua hari, event ini mengangkat topik pembahasan yang cukup beragam. Dan kesemuanya mengajarkan para peserta untuk memahami manfaat yang bisa di dapat dari blog, cara mengelola blog yang baik, dan cara untuk memasarkan blog-nya supaya bisa memberi manfaat bagi orang lain dan dirinya sendiri. Topik-topik ini disampaikan oleh pembicara yang sudah pakar di bidangnya masing-masing:

  • Tips Blogging oleh Jonru Ginting
  • Etika Nge-blog oleh Donny BU
  • Mobile Blogging oleh Dian Lestari
  • Social Media oleh Leonita Julian
  • Blog Monetizing oleh Mubarika Darmayanti
  • Blogpreneur oleh Fikry Fatullah
  • Themes / Design oleh Poetra Nasution
  • SEO oleh Helda Sihombing
  • Security oleh Frenavit “bodrex” Putra

Walaupun saya cuma berkesempatan untuk curi-curi dengar (aktifitas kepanitiaan membuat saya sibuk di belakang layar), tapi saya yakin para pembicara sudah memaparkan jalan yang harus ditempuh oleh para peserta.

What’s next?

Mengutip kalimat Fikry Fatullah pada sessi presentasinya,

there is a big difference between knowing the path and walking down the path

Saya pribadi berprinsip bahwa untuk menikmati hasil dari nge-blog, tidak bisa ditempuh dengan jalan instan. Semua butuh proses. Membuat tulisan yang baik memang tidak gampang, tetapi bisa dipelajari.

Event blogilicious ini sudah mengajarkan para pesertanya tentang apa-apa yang perlu diperhatikan dalam mengelola sebuah blog yang baik dan berkualitas, tetapi pada kenyataannya tentu akan ada hal-hal yang berbeda/baru yang dialami sendiri oleh tiap peserta. Harapan saya, ke depannya IdBlogNetwork akan serius menemani teman-teman yang belajar untuk menelusuri jalan “blogger” ini. Tentunya dengan acara yang lebih fokus ke praktek seperti workshop.
Terimakasih buat mbak Ajeng, moderator pada event tersebut, yang sudah menawarkan peluang bagi komunitas blogger di Medan yang membutuhkan dukungan.

Peserta Blogilicious Horas Medan

Peserta Blogilicous Horas Medan

Saya tutup tulisan ini dengan satu pesan; tidak ada satu keuntungan mutlak dari nge-blog, setiap orang bisa menemukan peluangnya masing-masing. Pertanyaannya, kapan akan dimulai?

Update 10 Juni 2011
..baru dapat koneksi yang mumpuni, ini sedikit video clip sebagai penghantar emosi