Tahukah anda, hal sepele yang dilakukan beramai-ramai bisa menghasilkan dampak besar! Demikian juga dengan hal sepele yang dilakukan berulang-ulang, juga akan menghasilkan keluaran yang besar. Jadi sepertinya akan sangat berguna kalau kita bisa efisien dalam banyak hal.
Pemborosan Energi
Secara tidak sadar, sebenarnya banyak orang (termasuk saya) cukup boros dalam penggunaan BBM (bahan bakar minyak) yang mungkin dianggap tidak terlalu besar pengaruhnya. Coba saja kaitkan antara konsumsi BBM dengan prilaku “suka ngebut” para pemilik kendaraan bermotor, tidak heran kan kalau pengeluaran (saya, anda) untuk membeli BBM akan ikut “ngebut” juga.
Menyikapi Kebutuhan
Di Foreign Affairs, Amory B. Lovins pernah berkata (kurang lebih begini):
efisiensi energi merupakan ukuran fisik kemampuan setiap peralatan yang ada untuk mengubah bahan mentah ke dalam pekerjaan yang bermanfaat
Prilaku “tidak suka ngebut” pun akan tidak berperan besar dalam usaha bersikap hemat, kalau kendaraannya bersilinder besar. Tidak heran kalau negara yang kesulitan dalam pengadaan BBM menerapkan aturan “good mileage” yaitu sebuah mobil dirancang untuk mampu menempuh jarak yang jauh dengan sejumlah bahan bakar minyak, yang dicapai dengan menganjurkan kepada industri mobil untuk mendesain kendaraan dalam bentuk yang lebih kecil bermesin 4 silinder (dan kriteria lainnya seperti; compact, aerodinamis dan ringan).
Selama mampu membelinya, setiap orang merasa memiliki hak mutlak dalam menggunakan BBM. Mau ngebut keq, mau buat bakar sampah keq. Tidak menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Tetapi jika kian hari BBM semakin langka (dan harga mulai melejit naik), maka itu akan jadi masalah kita bersama.
Perhatian atas Efisiensi Energi
Hal serupa mungkin terlihat lebih jelas bagi mereka yang mengelola sesuatu yang lebih dari dirinya sendiri, misalnya sebuah perusahaan. Karena ketika pengeluaran untuk BBM itu diperhitungkan, akan terlihat anggaran pengeluaran untuk BBM yang cukup besar terkait jumlah kendaraan berbahan bakar minyak yang (mungkin) dimiliki oleh perusahaan tersebut.
Banyak hal lain yang bisa diperhatikan bagi sebuah perusahaan dalam menekan laju pemborosan energi. Dan seiring hal itu pula, kehadiran orang-orang yang menjadi konsultan bidang konservasi energi bertumbuh, contohnya seperti Enigin PLC yang berfokus dalam usaha membantu bidang usaha dan industri di berbagai negara untuk meningkatkan keuntungan dengan pendekatan efisiensi energi.























untuk mendukung hemat energi, terutama bbm, sekarang saya lebih banyak naik motor daripada mobil.. hemat bensin, hemat uang! tapi kalo hujan repot deh.. :D
serupa dengan saya
bedanya:
saya emang belum punya mobil pribadi
saya suka jadikan hujan sebagai alasan “telat ketemuan”
Kenapa setiap kalimat yg menggunakan kata “Efisiensi” selalu akan berdampak pemborosan..?
Kenapa tidak “Recycle” saja
ibarat air buangan kamar mandi satu kampung, sekalian diarahkan ke pembangkit listrik tenaga air, gitu kah maksudmu Lae?
hmm kalo menurut aku sih bang, emang kebanyakan orang selalu mengatakan hal seperti itu: “akh dikit koq..”
padahal dikit2 ditimbun kan jadi banyak…dan bener juga pengaruhnya bakal ke masa depan. Jangakan bensin/bahan bakar, listrik aja sudah mulai megap-megap..jadi marilah kita semua mulai berefisien (menggunakan segala sesuatu seesuai dengan kebutuhannya :D )
kalau listrik kita, gak heran.. PLN masih prefer solar di Power Plant

Hm… Bener lae… Efisiensi energi is a must. Apalagi untuk energi yang pake-habis kayak bensin.
gak berlaku untuk “tembakau” ya, Lae

Wkwkwkwk… “Tembakau” termasuk eneegi ya lae…
Tapi iya juga sih, terutama bagi kita-kita ya lae… :D
efisiensi memang harus.. dan kalo bisa mencari sumber energi yang lain dong..
efisiensi energi bisa terjadi jika masyarakat dan tentu saja pemerintah ikut bertanggung jawab secara bersama sama

berat kali bahasannya chief…
berkunjung awak, dikasi yang berat gini 
kalo aku, sering borosnya, karena sering ‘lupa’..jadi kalo ke toko mo beli barang A, dah sampe rumah, baru inget, blom beli B, ato beli pulsa…gitu2 d, jadinya harus kluar lagi…
harus dibenerin niiiy…pengen niru mas Jimmy, tapi takut naek motor….
pangkal permasalahannya mungkin bisa diselesaikan dengan “bikin catatan” kalau mau belanja.
kalau takut naik motor, mendingan cari yang siap-sedia buat boncengin Audy
bagus sekali postnya

saya juga boros energi, seperti pemakaian laptop yg hampir seharian tiap harinya. hehehe.
aah, kalau laptop kan relatif lebih irit pemakaian listriknya ketimbang desktop.
biar lebih berarti lagi, tuh laptop dipakai buat melakukan kegiatan yang produktif
(misalnya: belajar dan memulai aksi mengejar internet income.
karena sudah biasa dilakukan, kata boros berubah menjadi kebutuhan..walaupun kita berhemat tetap saja cadangan bbm di dunia akan terus menipis..tapi memang kita harus berhemat agar anak cucu masih menikmati keberadaan bbm yang ada sekarang ini
sambil menunggu dan berusaha agar kemajuan teknologi kita bisa memfasilitasi penggunaan sumber daya yang tak habis pakai (seperti matahari dan angin) sebagai sumber pembangkit listrik, mari kita hemat cadangan BBM
pastinya harus hemat energi ya bang yah..hehee..
oiya bang kira2 bole ga neh tukeran link…keren soalnya blognya neh bang..hehee..link blog abang yg satu ini dah nongol di sidebar “blog sahabat” di blogku yak…. trims…salam
makasih sudah pasang link saya, punya kamu juga sudah masuk tuh.
btw, ralat dikit nih:
yang benar “NICH”-pakai-ch (bukan nick)
ok boss…dah diralat kok
@Tim:

gak berat lah, dibuat se-realistis mungkin tuh.
daripada ngebut mendingan naik angkot ..serasa punya supir pribadi sekalian ngirit duit bensin……:D
masalahnya rute saya mengharuskan nyambung angkot berkali-kali, jadi lebih efisien kalau bawa motor
