Menariknya Tupperware Home Fair Medan

Plastik barangkali adalah material kedap-udara, kedap-air, yang paling praktis dan ekonomis, yang patut disyukuri karena pernah diciptakan di tengah-tengah umat manusia. Tetapi seperti pedang bermata dua, kehadiran plastik tidak hanya membawa keuntungan semata – ada ancaman terhadap lingkungan yang turut mengintai.

Seperti yang (barangkali) semua orang sudah tahu, plastik termasuk bahan anorganik. Yang pada hakikatnya, tidak dapat diuraikan secara alami (oleh mikroba dan organisme pengurai sampah). Dan kian hari semakin banyak sampah plastik yang memenuhi tanah. Darimana datangnya?

Plastik Tak Bersalah

Plastik, dengan segala kepraktisan dan nilai ekonomis yang ditawarkannya, menjadi solusi buat beragam masalah yang dihadapi manusia dari berbagai golongan. Menjadi solusi untuk keperluan ibu-ibu belanja ikan basah, atau bapak-bapak yang beli gorengan. Menjadi solusi untuk pengemasan minuman yang murah. Dan kantong kresek plastik selalu menjadi solusi praktis buat yang tidak mau tangannya rusak karena melakukan aktifitas mencuci pakaian.

Ya, luar biasa plastik ini. Hadir di segala sektor kehidupan manusia.

Sayangnya, ketika di akhir masa tugasnya, banyak diantara plastik-plastik tadi disambut dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya. Dan akhirnya plastik yang tidak dapat terurai secara alami tadi, tertimbun di dalam tanah, atau terseret ke lautan, yang kehadirannya bukan saja menciptakan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, tetapi juga mengundang kehadiran ancaman-ancaman lain.

Belajar di Tupperware Home Fair Medan 2013

Pada tanggal 23 Juli 2013 kemarin dimulai sebuah acara bertajuk Tupperware Home Fair Medan yang bertempat di SUN Plaza – Medan. Aku, beserta istri, datang bersama untuk mengikuti talkshow tentang blog – yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Tupperware Home Fair Medan (23-28 Juli 2013).

Awalnya kusangka acara ini lebih cocok untuk diikuti ibu-ibu saja, karena berdasarkan pengalamanku, di acara-acara yang diisi oleh orang-yang-membawa-merk-Tupperware selalu berujung ke hard-selling, ujung-ujungnya disuruh beli. Atau diajakin jadi member.

Tapi berhubung istriku (yang sedang hamil tua) memang kepingin untuk bisa beraktifitas di luar rumah, ya aku penuhi keinginannya. Mengingat setelah persalinan nanti, pastinya sulit untuk bisa jalan-jalan, dan akan berada dalam kondisi itu untuk waktu yang cukup lama.

Nah, begitu sampai di venue, aku langsung melihat bahwa sedang berlangsung Demo Masak Tupperware. Tapi sebelum sempat duduk dan menyaksikan secara langsung demo masak tersebut, tiba-tiba gravitasi serasa berpindah titik ke wahana rodeo yang ada di sebelah kanan venue. Aku pun nyangkut di situ dan menemukan anak-anak BloggerSUMUT juga sedang ngumpul disitu.

Tapi kembali, permintaan dari istri yang ingin jalan-jalan harus kupenuhi, maka kami pun keliling-keliling SUN Plaza buat cuci-mata dan belanja beberapa kebutuhan.

Sekitar jam 3 sore, kami kembali ke venue Tupperware Home Fair, karena talkshow bertajuk “Tips & Trik Menjadi Blogger Sukses” sudah hampir dimulai. Pembicaranya aku kenal baik, Din Afriansyah (Ketua Komunitas Blogger SUMUT).

This slideshow requires JavaScript.

Beberapa poin yang disampaikan cukup “menyentil” keberadaanku (yang ngaku-ngaku full time blogger)

Ada banyak teman-teman blogger yang turut hadir dan mengikuti talkshow tersebut. Dan semuanya antusian dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber yang didaulat – ya si Din itu.

Talkshow tentang blog tadi, adalah tujuan utama kami menghadiri Tupperware Home Fair Medan. Namun setelah sesi talkshow berakhir, MC yang membawakan acara memberitahukan tentang beberapa booth yang sudah dipersiapkan di venue. Dan aku tertarik, dan mendapat kesan bahwa acara Tupperware kali ini bukanlah sebuah event hard-selling (seperti yang kuduga sebelumnya).

Reduce & Reuse

Dan aku pun mulai keliling-keliling venue Tupperware Home Fair Medan, jepret sana-sini, dan belajar banyak tentang Tupperware selaku produsen kemasan berbahan plastik yang juga peduli dan turut berusaha menjaga lingkungan.

Aku ikuti sebuah jalur khusus yang telah mereka persiapkan, yang awalnya menggambarkan kondisi Indonesia yang asri, kemudian terjadilah penumpukan sampah.

Tahukah kamu berapa lama waktu yang diperlukan oleh alam untuk menguraikan sampah-sampah anorganik?

  • Kantong Plastik = 10-12 Tahun
  • Gelas Plastik Sekali Pakai = Lebih dari 20 Tahun
  • Styrofoam = Lebih dari 500 Tahun
fakta-sampah

Fakta tentang sampah

Tetapi Tupperware ini bukannya “ngasih tahu tanpa solusi” juga. Mereka bagikan banyak tips terkait apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak dari penggunaan plastik. Konsepnya “Reduce & Reuse” yaitu mengurangi penggunaan plastik dan kalau pun harus menggunakan plastik, pergunakan plastik yang dapat didaur-ulang dan dapat dipakai berkali-kali serta aman bagi tubuh.

tips-penggunaan-wadah-plastik

Tips penggunaan plastik

penukaran-spare-part-tupperwar

Penawaran Spare-part Tupperware

Yah akhirnya, aku pun mendapat manfaat dengan mengikuti event yang satu ini. Jika kamu juga merasa perlu mendapatkan manfaat dari Tupperware; misalnya mau tukar spare-part Tupperware kamu, buruan deh merapat karena masih ada banyak acara menarik yang bisa dinikmati, antara lain:

  • Tupperware Fashionista (Kompetisi Fashion Show Ibu & Anak)
  • Final Lomba Nasyid Kontemporer/Acapella (Umum)
  • Final Lomba Modern Dance

Dan  hari Minggu besok, kamu berkesempatan untuk melihat langsung selebriti Indonesia secara langsung karena akan hadir Delon (Indonesia Idol 2004). Jadi, siapa nih yang mengidolakan Delon?