Seminar APJII Medan 2012

Senin (4 Juni 2012) kemarin, anakmudanya menghadiri undangan “Seminar Masa Depan Jaringan Internet di Indonesia” yang diselenggarakan oleh APJII¬†Korwil Sumatera Utara. Bertempat di Hotel JW Marriot (Jalan Putri Hijau No. 10, Medan).

Hadir tepat waktu, jam 8.00 aku sudah duduk manis di deretan paling belakang. Bukan tanpa alasan, sebenarnya. Karena melihat orang-orang yang muncul, aku sempat menduga bahwa acara ini bakalan diramaikan oleh para pengusaha ISP kota Medan. Apalah awak nee.

Tapi biarlah, pikirku, aku punya 2 pertanyaan bagus yang bisa disampaikan ke forum ini.

  1. Pertanyaan pertama, tentang potensi konten lokal (Medan, Sumatera Utara)
  2. Pertanyaan kedua, tentang TLD .id yang diselenggarakan oleh PANDI

Dua pertanyaan ini memang sudah kusiapkan karena aku sudah dapat daftar pembicaranya, dan ada orang-orang yang kompeten untuk diajak berdiskusi tentang dua hal tersebut. Ditambah lagi, kalau udah dibahas sama orang-orang kelas atas, pasti lebih dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang kompeten – ketimbang cuma dibahas sebagai wacana atau celotehan blogger seperti aku ini.

Nichpakaich Peserta Seminar APJII Medan

Ada banyak hal yang aku pelajari selama mengikuti seminar ini. Seperti:

  • Regulasi Industri Internet di Indonesia, disampaikan langsung oleh Pak Wayan Toni Supriyanto (KOMINFO). Betapa urusan perizinan ribet awalnya, dan semakin efisien sekarang ini.
  • Perkembangan Internet di Sumatera Utara, yang menceritakan tentang “jaman gak enak” internet di Medan dulu, disampaikan oleh Pak Hendra Arbie
  • Tentang IPv6 oleh Pak Valens Riyadi, yang memaparkan tantangan Internet di masa mendatang. Iya, IPv4 udah mau abis.
  • Tentang domain .ID yang dibawakan langsung oleh mas Sigit dari PANDI
  • Mas Donny BU dari ICTWatch turut hadir, memaparkan tentang Social Entrepreneur (semoga yang datang pada aware)
  • Yang terakhir, public speaker kondang, salah satu pendiri detikcom, Pak Budiono Darsono – berbagi cerita tentang web dan perkembangan teknologi informasi (yang ikutan seminar roadshow detikcom pasti tahu)

Kembali ke pertanyaan yang sudah aku simpan-simpan. Orang pertama yang bisa aku beri-sekali adalah Pak Hendra Arbie. Kenapa beliau? Karena track-record beliau emang pas. Pengusaha (banyak bidang, termasuk ISP) dan juga praktisi IT kota Medan yang udah kenyang makan asam-garam. Lagi pula, sebelum aku tanya, beliau sudah paparkan sebuah cerita tentang perusahaan besar yang mencari website dengan konten lokal: Medan. Intinya, sebenarnya konten lokal itu po-ten-si-al.

Pertanyaan kedua, langsung aku hantarkan ke orang yang tepat, yaitu mas Sigit. Terkait TLD .id kenapa belum dilepas ke pasar?

Seperti yang kita ketahui bersama, domain .id yang disediakan oleh PANDI untuk kita pergunakan, semuanya second-level domain; .web.id, .ac.id, .or.id, .co.id dll. Kenapa gak bisa pakai .id aja kan yah? Dan dari penuturan yang saya dapat, kita sabar aja dulu yah. Prihal domain .ID Sudah memasuki kajian akademis hingga Agustus 2012. Memutuskan jenis domain yang mau dilepas emang sedikit merepotkan. (Buat bisikan, PANDI akan segera menyediakan registrasi domain .biz.id dan .my.id)

Diluar dua hal tersebut, ada banyak hal lain yang aku pelajari. Terima kasih buat @bangheru yang sudah baik hati mengundang aku dan juga Pierce Brosnan (jumpa di tengah dengan aktifis Kaskus RPM ini). Buat yang mau diskusi, aku terbuka buat pemikiran segar.